Minggu, 06 Juli 2025

TARIKH KHULAFA - Bagian ke : 25

 

TARIKH KHULAFA


Kembali 24 | IndeX | Lanjut 26

 

 

31. Hadist : "Sungguh telah kafir kepada Allah siapa saja yang berlepas diri dari nasabnya, walaupun nasab itu jauh." Diriwayatkan oleh al-Bazzār.

32. Hadist : "Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu." Abu Bakar menjelaskan: "Yang dimaksud dengan itu adalah dalam hal nafkah (tanggung jawab menafkahi)." Diriwayatkan oleh al-Baihaqī.

33. Hadist : "Barang siapa kakinya berdebu di jalan Allah, maka Allah haramkan keduanya dari api neraka." Diriwayatkan oleh al-Bazzār.

34. Hadist : "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah..." (Hadis ini panjang) Diriwayatkan oleh dua syaikh (al-Bukhari dan Muslim) dan lainnya.

35. Hadist : "Sebaik-baik hamba Allah dan saudara satu kabilah adalah Khalid bin al-Walid, dia adalah pedang dari pedang-pedang Allah yang Allah hunuskan kepada orang-orang kafir dan munafik." Diriwayatkan oleh Ahmad.

36. Hadist : "Matahari tidak pernah terbit atas seorang lelaki yang lebih baik daripada ‘Umar." Diriwayatkan oleh at-Tirmiżī.

37. Hadist : "Barang siapa yang diberi tanggung jawab atas urusan kaum Muslimin, lalu ia mengangkat seseorang (dalam jabatan) karena pilih kasih, maka atasnya laknat Allah. Allah tidak akan menerima darinya amal fardhu maupun sunnah, hingga Dia memasukkannya ke dalam neraka. Dan barang siapa memberikan perlindungan (kekuasaan) milik Allah kepada seseorang tanpa hak, maka sungguh ia telah melanggar wilayah Allah, dan atasnya laknat Allah." Diriwayatkan oleh Ahmad.

38. Hadist : Kisah tentang Ma'iz dan hukuman rajam terhadapnya. Diriwayatkan oleh Ahmad.

#. Hadist ini mengisahkan pelaku zina yang datang mengaku kepada Rasulullah ﷺ dan dirajam setelah pengakuan berulang.

39. Hadist : "Tidak dianggap terus-menerus dalam dosa orang yang memohon ampun, meskipun ia mengulangi dosanya dalam sehari sebanyak tujuh puluh kali." Diriwayatkan oleh at-Tirmiżī.

40. Hadist : Bahwa Rasulullah ﷺ pernah bermusyawarah dalam urusan perang. Diriwayatkan oleh ath-Ṭabarānī.

41. Hadist : Terkait turunnya ayat: ﴿مَن يَعمَل سُوءًا يُجزَ بِهِ﴾ (Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas karenanya)." Diriwayatkan oleh at-Tirmiżī, Ibnu Ḥibbān, dan lainnya.

42. Hadist : "Sesungguhnya kalian membaca ayat ini: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ﴾ (Wahai orang-orang beriman, jagalah diri kalian)...” Diriwayatkan oleh Ahmad, empat imam penyusun Sunan, dan Ibnu Ḥibbān.

#. Hadist ini meluruskan pemahaman keliru terhadap ayat: bahwa kewajiban amar ma’ruf nahi munkar tetap berlaku.

43. Hadist : "Apa pendapatmu tentang dua orang, sedangkan Allah adalah yang ketiganya?" Diriwayatkan oleh: al-Bukhari dan Muslim (yakni: riwayat asy-Syaikhān).

44. Hadist : "Ya Allah, timpakanlah kepada mereka tusukan dan wabah." Diriwayatkan oleh: Abū Ya‘lā.

45. Hadist : "Surat Hūd telah membuatku beruban..." Diriwayatkan oleh: ad-Dāraquthnī dalam al-‘Ilal.

46. Hadist : "Syirik itu lebih tersembunyi di tengah umatku daripada langkah semut." Diriwayatkan oleh: Abū Ya‘lā dan selainnya.

47. Hadist : "Aku berkata: Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku ucapkan saat pagi dan sore." Diriwayatkan oleh: al-Haytham bin Kulayb dalam Musnad-nya, dan juga oleh at-Tirmidzī serta yang lainnya, dari jalur Abu Hurairah.

48. Hadist : "Hendaklah kalian memegang 'Lā ilāha illallāh' dan istighfar, karena Iblis berkata: Aku telah membinasakan manusia dengan dosa-dosa, dan mereka membinasakanku dengan 'Lā ilāha illallāh' dan istighfar. Maka ketika aku melihat itu, aku membinasakan mereka dengan hawa nafsu, hingga mereka menyangka bahwa mereka berada di atas petunjuk." Diriwayatkan oleh: Abū Ya‘lā.

49. Hadist : "Ketika turun ayat: 'Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengangkat suara kalian di atas suara Nabi', aku berkata: Wahai Rasulullah, demi Allah, aku tidak akan berbicara kepadamu kecuali seperti bisikan rahasia." Diriwayatkan oleh: al-Bazzār.

50. Hadist : "Setiap orang dimudahkan untuk (melakukan) apa yang ia diciptakan untuknya." Diriwayatkan oleh: Aḥmad.

51. Hadist : "Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, atau menolak sesuatu yang aku perintahkan... maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka." Diriwayatkan oleh: Abū Ya‘lā.

52. Hadist : "Apa jalan keselamatan dalam urusan ini?" (Jawaban berkaitan dengan Lā ilāha illallāh). Diriwayatkan oleh: Aḥmad dan selainnya.

53. Hadist : "Keluarlah dan serukan kepada manusia: Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah... maka wajib baginya surga." Maka aku keluar dan bertemu Umar... Diriwayatkan oleh: Abū Ya‘lā. 

Hadist ini terjaga dari jalur Abū Hurairah, dan sangat ganjil dari jalur Abū Bakar.

54. Hadist : "Dua golongan dari umatku tidak akan masuk surga: kaum Murji’ah dan kaum Qadariyyah." Diriwayatkan oleh: ad-Dāraquthnī dalam al-‘Ilal.

55. Hadist : "Mohonlah keselamatan kepada Allah." Diriwayatkan oleh: Aḥmad, an-Nasā’ī, dan Ibn Mājah. Hadis ini memiliki banyak jalur dari Nabi ﷺ.

56. Hadist : "Apabila Rasulullah ﷺ hendak memutuskan suatu urusan, beliau berkata: Ya Allah, takdirkanlah bagiku dan pilihkanlah untukku." Diriwayatkan oleh: at-Tirmidzī.

57. Hadist (doa pelunas utang): "Ya Allah, Dzat yang menghilangkan kesusahan..." Diriwayatkan oleh: al-Bazzār dan al-Ḥākim.

58. Hadist : "Setiap tubuh yang tumbuh dari harta haram... maka neraka lebih pantas baginya." Dalam riwayat lain: "Tidak akan masuk surga tubuh yang diberi makan dari yang haram." Diriwayatkan oleh: Abū Ya‘lā.

59. Hadist : "Tidak ada satu bagian pun dari tubuh kecuali ia mengeluhkan tajamnya lidah." Diriwayatkan oleh: Abū Ya‘lā.

60. Hadist : "Allah turun pada malam pertengahan bulan Sya‘ban, lalu mengampuni semua manusia, kecuali orang kafir dan orang yang di dalam hatinya terdapat permusuhan." Diriwayatkan oleh: ad-Dāraquthnī.

61. Hadist : "Sesungguhnya Dajjal akan keluar dari arah timur, dari sebuah negeri yang disebut Khurasan. Ia diikuti oleh kaum-kaum yang wajah mereka seperti perisai yang dilapisi besi." (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

62. Hadist : "Aku diberi (anugerah) tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab..." (lanjutan hadis menyebutkan sifat-sifat mereka). (HR. Ahmad)

63. Hadist : Hadist tentang syafaat secara panjang lebar, mengenai makhluk yang datang silih berganti kepada para nabi, memohon agar mereka meminta syafaat kepada Allah. (HR. Ahmad)

64. Hadist : "Seandainya manusia menempuh suatu lembah, dan kaum Anshar menempuh lembah lain, niscaya aku akan menempuh lembah kaum Anshar." (HR. Ahmad)

65. Hadist : "Quraisy adalah pemimpin dalam urusan ini (kekuasaan/khilafah). Yang baik dari mereka akan diikuti oleh yang baik, dan yang fajir (buruk) dari mereka pun akan diikuti oleh yang fajir." (HR. Ahmad)

66. Hadist : Bahwa Rasulullah ﷺ berwasiat tentang kaum Anshar menjelang wafatnya, beliau bersabda: "Terimalah kebaikan dari orang yang berbuat baik di antara mereka, dan maafkanlah yang bersalah dari mereka." (HR. al-Bazzar dan ath-Thabarani)

67. Hadist : "Sesungguhnya aku mengetahui sebuah negeri yang disebut: Oman, yang di bagian pinggirnya terkena air laut. Di sana ada suatu kaum dari Arab, seandainya utusanku mendatangi mereka... niscaya mereka tidak akan melemparinya dengan anak panah atau batu." (HR. Ahmad dan Abu Ya’la)

68. Hadist : Bahwa Abu Bakar melewati al-Hasan (cucu Nabi) yang sedang bermain bersama anak-anak kecil, lalu ia mengangkatnya ke atas pundaknya dan berkata: "Demi ayahku, ia mirip dengan Nabi, tidak mirip dengan Ali." (HR. al-Bukhari)

Ibnu Katsir berkata: Hadist ini tergolong marfu‘ hukman, karena ucapannya menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sendiri pernah menyatakan bahwa Hasan mirip beliau.

69. Hadist : Bahwa Nabi ﷺ biasa mengunjungi Ummu Ayman. (HR. Muslim)

70. Hadist : Hadis tentang pencuri yang dibunuh pada pencurian kelima. (HR. Abu Ya’la dan ad-Dailami) 

 

Kembali 24 | IndeX | Lanjut 26

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar