TARIKH KHULAFA
Kembali 28 | IndeX | Lanjut 30
[Dari khutbah Sayyidina Abu Bakar – raḍiyallāhu ‘anhu]
Dan Ibnu ‘Asākir meriwayatkan dari Musa bin ‘Uqbah bahwa Abu Bakar aṣ-Ṣiddīq pernah berkhutbah seraya berkata:
“Segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam. Aku memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan memohon kepada-Nya kemuliaan (karunia) setelah kematian.
Sesungguhnya ajal (kematian)ku dan kalian telah dekat. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Dia mengutusnya dengan kebenaran, sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan, serta sebagai penerang yang menerangi, agar dia memberi peringatan kepada siapa yang masih hidup, dan agar ketetapan (azab) berlaku atas orang-orang kafir.
Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh ia telah mendapatkan petunjuk; dan barang siapa mendurhakai keduanya, maka sungguh ia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.”
Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, dan berpegang teguh pada perintah Allah yang telah Dia syariatkan untuk kalian dan memberi petunjuk melalui-Nya.
Sesungguhnya inti petunjuk Islam setelah kalimat ikhlas adalah: mendengar dan taat kepada orang yang Allah jadikan sebagai pemimpin urusan kalian. Maka siapa yang taat kepada pemimpin yang memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran, sungguh ia telah beruntung dan telah menunaikan kewajiban yang ada padanya.”
Dan jauhilah oleh kalian hawa nafsu! Karena sungguh beruntunglah orang yang selamat dari hawa nafsu, tamak, dan amarah.
Dan jauhilah sikap membanggakan diri. Apakah patut seseorang berbangga diri, padahal ia diciptakan dari tanah, kemudian akan kembali menjadi tanah, lalu dimakan oleh ulat?
Hari ini ia hidup, dan besok akan mati!”
Maka beramallah kalian hari demi hari, dan jam demi jam. Waspadalah terhadap doa orang yang dizalimi. Anggaplah diri kalian termasuk di antara orang-orang yang telah mati. Bersabarlah, karena seluruh amal (kebaikan) tergantung pada kesabaran.
Berhati-hatilah, karena kehati-hatian itu bermanfaat. Beramallah, karena amal akan diterima. Waspadalah terhadap apa yang Allah peringatkan kepada kalian berupa azab-Nya. Dan bersegeralah meraih apa yang Allah janjikan kepada kalian berupa rahmat-Nya.
Pahamilah dan renungkanlah, bertakwalah dan berhati-hatilah.
Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kalian apa yang menyebabkan kebinasaan orang-orang sebelum kalian, dan apa yang menyelamatkan orang-orang yang telah diselamatkan sebelum kalian.
Allah telah menjelaskan kepada kalian dalam Kitab-Nya (Al-Qur'an) tentang yang halal dan yang haram, serta amal-amal yang dicintai-Nya dan yang dibenci-Nya.
Maka sungguh aku tidak akan mengabaikan (nasihat) untuk kalian dan juga untuk diriku sendiri.
Dan hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan. Tidak ada upadaya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.
Ketahuilah: Sesungguhnya setiap amal yang kalian lakukan dengan ikhlas karena Allah, maka kalian telah menaati tuhan kalian, menjaga bagian (pahala) kalian, dan kalian pun beruntung.
Adapun amal-amal sunnah [تطوع] (tathawwu’) yang kalian persembahkan untuk tuhan kalian, maka jadikanlah ia sebagai tambahan amal yang kalian dahulukan (sebelum mati), agar kalian sempurnakan (pahala) untuk diri kalian yang terdahulu, dan agar kalian menerima balasannya kelak saat kalian dalam keadaan fakir dan sangat membutuhkannya (di akhirat).
Kemudian renungilah, wahai hamba-hamba Allah, keadaan saudara-saudara kalian dan sahabat-sahabat kalian yang telah mendahului (wafat); mereka telah sampai pada (balasan) apa yang telah mereka perbuat, lalu mereka menetap di atasnya, dan mereka telah menetap dalam kesengsaraan atau kebahagiaan setelah kematian.
Sesungguhnya Allah tidak memiliki sekutu, dan tidak ada hubungan nasab antara-Nya dengan salah satu dari makhluk-Nya yang bisa menyebabkan kebaikan diberikan kepadanya, atau keburukan dijauhkan darinya, kecuali dengan ketaatan kepada-Nya dan mengikuti perintah-Nya. Karena tidak ada kebaikan dalam suatu kebaikan yang setelahnya (berujung pada) neraka, dan tidak ada keburukan dalam suatu keburukan yang setelahnya (berujung pada) surga.
Aku mengucapkan perkataanku ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian. Bersalawatlah kepada Nabi kalian – صلى الله عليه وسلم –. Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah tercurah kepadanya.
Diriwayatkan oleh Hakim dan Baihaqi dari Abdullah bin ‘Ukaim, ia berkata: Abu Bakar Ash-Shiddiq berkhutbah kepada kami. Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya dengan sanjungan yang layak bagi-Nya, kemudian berkata:
*"Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, dan agar kalian memuji-Nya dengan sanjungan yang layak bagi-Nya, serta mencampurkan antara harapan dan rasa takut. Sesungguhnya Allah Ta‘ala memuji Zakariya dan keluarganya, lalu berfirman:
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
‘Sesungguhnya mereka selalu bersegera dalam kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan takut, dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.’ (QS : Al Anbiya' : 90)
Kemudian ketahuilah, hamba-hamba Allah: Sesungguhnya Allah telah menahan diri kalian dengan hak-Nya, dan telah mengambil perjanjian dari kalian, serta membeli dari kalian yang sedikit dan fana (akan lenyap) dengan yang banyak dan kekal.
Inilah Kitab Allah yang ada di tengah kalian; cahayanya tidak akan padam, dan keajaibannya tidak akan habis. Maka, ambillah cahaya darinya, dan ambillah nasihat dari kitab-Nya, serta jadikanlah ia penerang bagi kalian pada hari yang gelap, karena sesungguhnya Dia menciptakan kalian untuk beribadah kepada-Nya, dan Dia menugaskan malaikat-malaikat mulia untuk mencatat amal kalian; mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan.
Kemudian ketahuilah, hamba-hamba Allah: Sesungguhnya kalian pergi di pagi hari dan kembali di sore hari dalam batas ajal yang pengetahuannya disembunyikan dari kalian. Jika kalian mampu agar ajal itu berakhir sementara kalian sedang berada dalam amal ketaatan kepada Allah, maka lakukanlah. Dan kalian tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan pertolongan Allah.
Berlombalah dalam memanfaatkan sisa umur kalian sebelum ajal itu berakhir, hingga kalian tidak dikembalikan kepada amal kalian yang terburuk. Sesungguhnya ada kaum yang menyerahkan usia mereka untuk orang lain, dan melupakan diri mereka sendiri. Maka aku melarang kalian menjadi seperti mereka.
Cepatlah! Cepatlah! Selamatkanlah diri kalian! Selamatkanlah diri kalian! Karena di belakang kalian ada seorang pencari yang sangat cepat langkahnya dan amat gesit mengejar kalian."
Dan telah meriwayatkan Ibnu Abi Dunya, Ahmad dalam kitab Az-Zuhd, dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, dari Yahya bin Abi Katsir:
Bahwa Abu Bakar (radhiyallahu ‘anhu) biasa berkata dalam khutbahnya:
Di manakah orang-orang yang rupawan, yang wajah-wajah mereka bersinar, dan yang membanggakan masa muda mereka?! Di manakah para raja yang dahulu membangun kota-kota dan memperkuat benteng-bentengnya?! Di manakah orang-orang yang dahulu menang dalam medan peperangan?!
Kini tulang-tulang mereka telah rapuh setelah waktu mengalahkan mereka. Mereka telah berada dalam kegelapan kubur. Cepatlah, cepatlah (wahai manusia), lalu selamatkanlah dirimu, selamatkanlah dirimu!
Dan telah meriwayatkan Ahmad dalam Az-Zuhd, dari Salman (radhiyallahu ‘anhu), ia berkata:
Aku datang kepada Abu Bakar dan berkata: ‘Berwasiatlah kepadaku.’ Maka ia berkata:
‘Wahai Salman, bertakwalah kepada Allah! Ketahuilah, kelak akan terjadi penaklukan-penaklukan (wilayah baru). Maka janganlah sampai aku mendengar bahwa bagianmu dari penaklukan itu adalah hanya sekadar yang kamu masukkan ke perutmu atau kamu pikul di punggungmu.
Ketahuilah, siapa yang melaksanakan shalat lima waktu, maka ia berada dalam perlindungan Allah saat pagi dan sore hari. Maka jangan sekali-kali engkau membunuh seseorang dari kalangan Ahludz-Dzimmah (non-Muslim yang hidup di bawah perlindungan Islam), lalu engkau melanggar perlindungan Allah terhadapnya. Karena jika engkau melakukannya, Allah akan menjatuhkanmu ke dalam neraka dengan wajahmu (terjerumus ke dalamnya).’
Kembali 28 | IndeX | Lanjut 30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar