Selasa, 02 Juni 2026

Kitab Attibyan : 01

 

 التبين في آداب حملة القرآن


Penjelasan tentang Adab-Adab Para Pengemban (penghafal) Al-Qur'an

 

Oleh: Imam Abi Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi

 

Kembali | IndeX | Lanjut 2

 

 

الباب الأول 

Bab Pertama

 

 

في أَطْرَافِ مِنْ فَضِيلَةِ تِلَاوَةِ الْقُرْآن وَحَمَلَتَهِ 

Beberapa pembahasan tentang keutamaan membaca Al-Qur'an dan para penghafalnya

قال عز وجل : ﴿ إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَبَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَوَةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَرَةً لَّن تَبُورَ - لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورُ ﴾ [ فاطر : ٢٩ ] . 

Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an), mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan suatu perdagangan  yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambahkan kepada mereka karunia-Nya. Sungguh, Dia Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (menghargai amal hamba-hamba-Nya)." (QS. Fathir: 29–30)

وروّينا عن عثمان بن عفان - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله ﷺ : خيركم من تعلم القرآن وعلّمه . 

Dan kami meriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

'Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya.'"

رواه أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم البخاري في صحيحه الذي هو أصح الكتب بعد القرآن . 

Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya, yang merupakan kitab paling sahih setelah Al-Qur'an.

وعن عائشة - رضي الله عنها - قالت : قال رسول الله ﷺ : « الَّذِي يَقْرأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ ، مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ يَتَتَعْتَعُ فِيهِ ، وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌ لَهُ أَجْرَانِ » . 

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka ia akan bersama para malaikat pencatat wahyu yang mulia lagi taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur'an sedangkan ia terbata-bata dalam membacanya dan merasa kesulitan, maka baginya dua pahala."

رواه البخاري وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما .

Hadist ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Abu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi An-Naisaburi dalam kedua kitab Shahih mereka.

وعن أبي موسى الأشعري - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله ﷺ : مثل المؤمن الذي يقرأُ القُرآن مثل الأترجة ريحها طيّب ، وطعمها  طيّب .

Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

"Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur'an adalah seperti utrujjah (sejenis jeruk), aromanya harum dan rasanya pun enak."

وَمَثَلُ المؤمن الذي لا يقرأ القرآن مثل التمرة ، لاربيح لها طعمها طيّب حلو .

Dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti kurma, tidak memiliki aroma, tetapi rasanya enak dan manis."

وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ ، مَثَلِ الرَّيْحَانَةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ 

Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur'an adalah seperti raihanah (tanaman yang harum), aromanya harum, tetapi rasanya pahit.

وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ ، كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ 

Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti buah hanzhalah; tidak memiliki aroma dan rasanya pahit.

[الحنظلة - buah yang terkenal sangat pahit rasanya]

رواه البخاري ومسلم . 

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim

وعن عمر بن الخطاب - رضي الله تعالى عنه - أن النبي ﷺ قال : « إن الله تعالى يرفع بهذا الكلام أقواما ، ويَضَعُ به آخرين » . رواه مسلم 

Dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ta'ala 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah Ta'ala mengangkat derajat suatu kaum dengan kalam (Al-Qur'an) ini, dan merendahkan dengannya kaum yang lain." Hadist riwayat Muslim

وعن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله ﷺ يقول : « اقرؤوا القرآن فإنه يأتي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأصحابه » . رواه مسلم 

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

"Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya Al-Qur'an akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.'"

وعن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي ﷺ قال : « لا حَسَدَ إلا في اثنتين : 

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

"Tidak boleh hasad (iri) kecuali pada dua perkara..."

۱ - رجل آتَاهُ اللهُ الْقُرْآنَ ، فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيلِ وَآنَاءِ النَّهَارِ .

1. Seorang laki-laki yang Allah anugerahkan kepadanya Al-Qur'an, lalu ia membacanya dan mengamalkannya pada waktu-waktu malam dan siang.

٢ - وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ .

2. Dan seorang laki-laki yang Allah anugerahkan harta kepadanya, lalu ia menginfakkannya pada waktu-waktu malam dan siang."

رواه البخاري ومسلم 

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim

وروينا أيضاً من رواية عبد الله بن مسعود - رضي الله عنه - بلفظ « لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ » : 

Dan kami juga meriwayatkan dari jalur riwayat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu dengan lafaz: 'Tidak ada hasad (iri) kecuali pada dua perkara'.

١ - رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ بالْحَق

1. Seorang laki-laki yang Allah anugerahkan harta kepadanya, lalu Allah memberinya kemampuan untuk membelanjakannya dalam jalan yang benar.

٢ - وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

2. Dan seorang laki-laki yang Allah anugerahkan kepadanya hikmah, lalu ia memutuskan perkara dengannya dan mengajarkannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar