Minggu, 07 Juni 2026

Kitab Tauhid : 6a

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 5c | IndeX | Lanjut 6b

 

 

باب تفسير التوحيد وشهادة أن لا إله إلا الله 

Bab Penjelasan tentang Tauhid dan Syahadat 'Lā ilāha illallāh' 

(tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah)

 

وقولِ اللهِ تَعَالَى : ﴿ أَوَلَيْكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ، إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ محذورًا ﴾ [ الإسراء : ٥٧ ] . 

Dan Allah yang mahaluhur berfiman : "Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut kepada siksa-Nya. Sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang harus ditakuti." (QS. Al-Isrā’: 57)

مناسبة الباب لكتاب التوحيد : لمَّا ذكر المصنف رحمه الله في الأبواب السابقة التوحيد وفضائله والدعوة إليه والخوف من ضدِّه الذي هو الشرك ، بيَّن رحمهُ اللهُ في هذا الباب معناه ؛ لأنَّ بعض الناس يخطىء في فهم معناه فيظنُّ أنَّ معناه الإقرار بتوحيد الربوبية فقط ، وهذا ليس هو المراد بالتوحيد وإنّما المراد به ما دلَّت عليه النصوص التي ساق المصنف رحمه الله طرفاً منها في هذا الباب من أنّه إفرادُ اللهِ بالعبادة والخلوص مِنَ الشرك . 

Kesesuaian bab ini dengan Kitab Tauhid: Ketika penulis (rahimahullah) telah menyebutkan pada bab-bab sebelumnya tentang tauhid, keutamaannya, dakwah kepadanya, dan peringatan agar takut terhadap lawannya yaitu syirik, maka pada bab ini beliau menjelaskan makna tauhid tersebut. Hal itu karena sebagian manusia keliru dalam memahami maknanya. Mereka mengira bahwa tauhid hanya berarti mengakui Tauhid Rububiyah (ketuhanan) semata.

Padahal, itulah bukan yang dimaksud dengan tauhid. Yang dimaksud dengan tauhid adalah apa yang ditunjukkan oleh nash-nash yang dibawakan oleh penulis (rahimahullah) sebagian darinya dalam bab ini, yaitu:

mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah semata dan membersihkan diri dari segala bentuk kesyirikan.

وَعَطَفَ شهادَةَ أَنْ لا إله إلا الله على التوحيد ليبين أنّ معناهما واحد لا اختلاف فيه . 

Dan beliau mengathafkan (menyandingkan) syahadat 'Lā ilāha illallāh' kepada tauhid untuk menjelaskan bahwa makna keduanya adalah satu dan tidak ada perbedaan di antara keduanya.

يدعون : أي يدعونهم مِنْ دُونِ اللهِ وهم الملائكة والأنبياء والصالحين وغيرهم فالضمير الفاعلُ في يَدْعُونَ راجع إلى الكفار . 

Kata [يدعون] : yaitu mereka menyeru selain Allah, seperti para malaikat, para nabi, orang-orang saleh, dan selain mereka. Maka dhamir (kata ganti) yang menjadi pelaku pada kata 'yad‘ūna' (mereka menyeru) kembali kepada orang-orang kafir."

يبتغون : أي يطلبون والضمير الفاعل فيه راجع إلى المدعوين مِنَ الملائكة ونحوهم .

Kata [يبتغون] : maksudnya mereka mencari atau memohon. Adapun dhamir (kata ganti) yang menjadi pelaku pada kata tersebut kembali kepada pihak yang diseru, yaitu para malaikat dan yang semisal mereka."

الوسيلة : ما يتقرب بِهِ إِلى اللهِ ، فمعنى توسلَ إِلى اللهِ عَمِلَ عَمَلاً يقربه إليه . 

Kata  [الوسيلة] : adalah sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Maka makna 'bertawassul kepada Allah' adalah melakukan suatu amalan yang mendekatkannya kepada Allah."

ويرجون رحمته : أي لا يَرْجُون أحداً سواه . 

Kata [ويرجون رحمته] : maksudnya mereka tidak mengharapkan seorang pun selain-Nya."

ويخافون عذابه : أي : لا يَخافُون أحداً سِواه . 

Kata [ويخافون عذابه] : maksudnya mereka tidak takut kepada seorang pun selain-Nya."

المعنى الإجمالي للآية : أنَّ الله سبحانه وتعالى يخبرُ أنَّ هؤلاء الذين يدعوهم المشركون مِنْ دُونِ اللهِ مِنَ الملائكة والأنبياء والصالحين يبادرون إلى طلب القربةِ إِلى اللهِ فيرجُون رحمته ويخافون عذابه ، فإذا كانوا كذلك كانوا من جملة العبيد فكيفَ يُدعون مع الله تعالى ، وهم مشغولون بأنفسهم يدعون الله ويتوسّلون إليه بعبادَتِهِ . 

Makna ayat secara umum (global): Sesungguhnya Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengabarkan bahwa orang-orang yang diseru oleh kaum musyrikin selain Allah, seperti para malaikat, para nabi, dan orang-orang saleh, justru berlomba-lomba mencari kedekatan kepada Allah. Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut kepada siksaan-Nya.

Jika keadaan mereka demikian, maka mereka termasuk golongan hamba-hamba Allah. Lalu bagaimana mungkin mereka diseru dan dimohon selain Allah Ta‘ālā, padahal mereka sendiri sibuk dengan urusan diri mereka, berdoa kepada Allah dan berusaha mendekatkan diri kepada-Nya dengan beribadah kepada-Nya?

مناسبة الآيةِ للبابِ : أَنَّهَا تدلُّ على أنَّ معنى التوحيد وشهادة أن لا إله إلا الله هو ترك ما عليه المشركون من دعوة الصالحين والاستشفاع بهم إلى الله في كشف الضرّ أو تحويله ؛ لأَنَّ ذلِكَ هو الشرك الأكبر . 

Kesesuaian ayat dengan bab : Ayat ini menunjukkan bahwa makna tauhid dan syahadat "Lā ilāha illallāh" adalah meninggalkan apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik, yaitu berdoa kepada orang-orang saleh dan menjadikan mereka sebagai perantara untuk memohon kepada Allah agar menghilangkan atau memindahkan suatu kesusahan. Karena perbuatan tersebut termasuk syirik akbar (syirik besar).

ما يُستفادُ مِنَ الآية : 

Pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut:

 

١ - الردّ على الذين يدعون الأولياء والصالحين في كشف الضرّ أو جلب النفع بأنَّ هؤلاء المدعوين لا يملكون لأنفسهم ضرّا ولا نفعاً فكيف يمْلِكُون ذَلِكَ لغيرِهِم . 

1. Bantahan terhadap orang-orang yang berdoa kepada para wali dan orang-orang saleh untuk menghilangkan kesusahan atau mendatangkan manfaat; karena orang-orang yang dimintai itu sendiri tidak memiliki kemampuan untuk memberi manfaat maupun menolak mudarat bagi diri mereka sendiri. Maka bagaimana mungkin mereka dapat memiliki kemampuan tersebut untuk orang lain?

۲ - بيان شدة خوف الأنبياء والصالحين مِنَ اللهِ وبيانُ رَجَائِهِم لرحْمَتِهِ .

2. Penjelasan tentang besarnya rasa takut para nabi dan orang-orang saleh kepada Allah, serta penjelasan tentang besarnya harapan mereka terhadap rahmat-Nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar