Rabu, 17 Juni 2026

Kitab Tauhid : 7b

  

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 7aIndeX | Lanjut 7c

 

 

باب من الشرك لبس الحلقة والخيط ونحوهما لرفع البلاء أو دفعه 

Bab tentang termasuk perbuatan syirik: memakai gelang, benang (jimat), dan yang semisal keduanya untuk menghilangkan musibah atau menolak datangnya musibah

 

 

 عن عمران بن حصين: أنّ رسول الله ﷺ رأى رجلاً في يده حلقة من صُفْر، فقال: «ما هذه؟» قال: مِن الواهِنة. فقال: «انزعْها فإنّها لا تزيدك إلا وهْناً، فإنّك لو متّ وهي عليك ما أفلحت أبداً» . رواه أحمد بسند لا بأس به.

Dari Imran bin Hushain bahwa Rasulullah ﷺ melihat seorang laki-laki memakai gelang dari kuningan di tangannya, lalu beliau bertanya:

“Apa ini?”

Orang itu menjawab:

“Ini untuk penangkal penyakit" [الواهِنة], 

[ الواهِنة : yakni dipakai karena diyakini dapat menghilangkan kelemahan, sakit, atau gangguan pada tubuh.]

Maka beliau bersabda:

“Lepaskan itu, karena sesungguhnya benda itu tidak menambah kepadamu kecuali kelemahan. Dan jika engkau mati sementara benda itu masih ada padamu, niscaya engkau tidak akan beruntung selama-lamanya.”

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang tidak mengapa (diperbolehkan).

عمران: هو عمران بن حصين بن عبيد بن خلف الخزاعيّ، صحابيٌ ابن صحابيّ، أسلم عام خيبر ومات سنة ٥٢هـ بالبصرة.

Kata [عمران] : yaitu ‘Imrān bin Ḥuṣain bin ‘Ubaid bin Khalaf Al-Khuza‘i, seorang sahabat Nabi ﷺ dan putra dari seorang sahabat. Beliau masuk Islam pada tahun Khaibar, dan wafat pada tahun 52 H di Basrah.

Beliau termasuk sahabat yang dikenal dengan ilmu, ibadah, dan banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah ﷺ.

ما هذه؟ استفهام إنكار.
Kata [ما هذه؟] : Pertanyaan yang bermakna pengingkaran

الواهنة: نوعٌ من المرض يصيب اليد.

Kata [الواهنة] : Suatu jenis penyakit yang menyerang tangan.

انزعها: اطرحها والنزعُ هو الجذب بقوة.

Kata [انزعها] : “Lepaskanlah itu” atau “buanglah itu.”

[النزع :menarik atau mencabut dengan kuat]

وهناً: ضعفاً.

Kata [وهناً] : kelemahan atau bertambah lemah.

ما أفلحت: الفلاح هو الفوز والظفر والسعادة.

Kata [ما أفلحت] : Engkau tidak akan beruntung / tidak akan memperoleh keberhasilan.

المعنى الإجمالي للحديث: يذكر لنا عمران بن حصين رضي الله عنهما موقفاً من مواقف رسول الله ﷺ  في محاربة الشرك وتخليص الناس منه، ذلك الموقفُ: أنه أبصر رجلاً لابساً حلقة مصنوعة من الصفر، فسأله عن الحامل له على لبسها؟ فأجاب الرجل أنه لبسها لتعصِمه من الألم، فأمر بالمبادرة بطرحها، وأخبره أنّها لا تنفعه بل تضرّه، وأنّها تزيد الداء الذي لبست من أجله، وأعظم من ذلك لو استمرت عليه إلى الوفاة حُرم الفلاح في الآخرة أيضاً.

Makna secara global dari hadist ini : ‘Imrān bin Ḥuṣain Radhiyallahu 'Anhu menceritakan kepada kita salah satu sikap Rasulullah ﷺ dalam memerangi kesyirikan dan membersihkan manusia darinya.

Yaitu ketika beliau melihat seorang laki-laki memakai gelang yang terbuat dari kuningan, lalu beliau bertanya tentang alasan yang mendorongnya memakainya. Orang itu menjawab bahwa ia memakainya agar terlindung dari rasa sakit atau penyakit.

Maka Nabi ﷺ memerintahkannya segera melepaskannya, dan menjelaskan bahwa benda tersebut tidak memberi manfaat, bahkan mendatangkan mudarat, serta tidak menambah apa pun selain kelemahan dan bertambahnya penyakit yang karena itulah gelang itu dipakai.

Yang lebih berat lagi, Nabi ﷺ memperingatkan bahwa jika ia terus berada di atas keyakinan tersebut sampai meninggal dunia, maka ia akan terhalang dari keberuntungan di akhirat. Ini menunjukkan besarnya bahaya menggantungkan hati kepada selain Allah dalam perkara yang tidak dijadikan sebab oleh syariat maupun takdir.

مناسبة الحديث للباب: أنّه يدلّ على المنع من لبس الحلقة لدفع البلاء؛ لأنّ ذلك من الشرك المنافي للفلاح.

Kesesuaian hadis ini dengan bab : Hadis ini menunjukkan larangan memakai gelang atau semisalnya dengan tujuan menolak bala atau menghilangkan musibah, karena perbuatan tersebut termasuk kesyirikan yang bertentangan dengan kesempurnaan tauhid dan menghalangi dari keberuntungan (الفلاح).

Hal itu karena orang tersebut menggantungkan harapan dan penolakan mudarat kepada sesuatu yang tidak dijadikan sebab oleh Allah, baik secara syariat maupun secara ketentuan (qadar), sehingga Nabi ﷺ mengingkarinya dan memerintahkan agar benda itu dilepas.

ما يستفاد من الحديث:

Pelajaran yang dapat diambil dari hadis :

١- أن لبس الحلقة وغيرها للاعتصام بها من الأمراض من الشرك.

1. Bahwa memakai gelang dan semisalnya dengan tujuan berlindung atau menggantungkan kesembuhan darinya dari penyakit termasuk perbuatan syirik.

٢- النهي عن التداوي بالحرام.

2. Larangan berobat dengan sesuatu yang haram.

٣- إنكار المنكر  وتعليم الجاهل.

3. Kewajiban mengingkari kemungkaran dan mengajarkan orang yang belum mengetahui.

٤- ضرر الشرك في الدنيا والآخرة.

4. Bahwa syirik membawa mudarat di dunia dan akhirat.

٥- استفصال المفتي واعتبار المقاصد.

5. Seorang mufti atau pemberi fatwa perlu meminta penjelasan dan memperhatikan tujuan (niat dan maksud) pelaku.

٦- أنّ الشرك الأصغر أكبر الكبائر.

6. Bahwa syirik kecil (الشرك الأصغر) termasuk dosa besar yang paling besar setelah syirik akbar.

٧- أنّ الشرك لا يُعذر فيه بالجهل.

7. Bahwa dalam hadis ini terdapat penegasan keras terhadap perbuatan syirik, meskipun pelakunya belum mengetahui.

٨- التغليظ في الإنكار على من فعل شيئاً من الشرك؛ لأجل التنفير منه.

8. Boleh memperkeras pengingkaran terhadap orang yang melakukan bentuk kesyirikan untuk membuat manusia menjauhinya.

 

Kembali 7aIndeX | Lanjut 7c

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar