Senin, 05 Mei 2025

Kisah Kehidupan Nabi Muhammad SAW - Bagian ke : 10

 

Raudhatul Anwar Fi Sirotin Nabiyyil Mukhtar

Oleh : Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuriy

 

Kembali ke bagian 9 | IndeX | Selanjutnya ke Bagian 11

 

 

Dan sudah menjadi hal yang wajar bahwa kaum musyrikin mengakui bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan tentang perkara gaib, tidak pula mereka mendapatkannya dari kitab-kitab para nabi, atau mengambilnya dari ahli ilmu.

فقالوا : ﴿ بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ﴾ [لقمان : ٢١]

Maka mereka berkata: "Bahkan kami mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami." (QS. Luqman: 21).

وقالو ﴿ إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ ﴾ [الزخرف : ٢٢]

Dan (mereka juga berkata): "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami berada di atas suatu ajaran, dan sesungguhnya kami mengikuti jejak mereka." (QS. Az-Zukhruf: 22).

Dengan jawaban ini, jelaslah kelemahan dan kebodohan mereka sekaligus. Maka dikatakan kepada mereka: Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.

Maka dengarkanlah apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala firmankan dan kabarkan tentang hakikat sekutu-sekutu kalian itu.

يقول تعالى : ﴿ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ﴾ [الأعراف : ١٩٤]

Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya yang kalian seru selain Allah itu hanyalah hamba-hamba seperti kalian." (QS. Al-A'raf: 194).

Artinya: mereka tidak mampu melakukan apa pun yang merupakan kekhususan bagi Allah, sebagaimana kalian juga tidak mampu. Maka kalian dan mereka sama-sama lemah dan tidak berdaya.

ولذلك تحداهم بقوله : ﴿ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ﴾ [الأعراف : ١٩٤]

Oleh karena itu Allah menantang mereka dengan firman-Nya: "Maka serulah mereka, lalu biarkanlah mereka menjawab seruan kalian, jika kalian memang orang-orang yang benar." (QS. Al-A'raf: 194).

وقال تعالى: ﴿ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ ﴾ [فاطر : ١٣]

Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang kamu seru selain Dia tidak memiliki (sesuatu) walaupun selembar kulit ari biji kurma." (QS. Fathir: 13).

Artinya: mereka tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun, bahkan sekadar kulit tipis di atas biji kurma sekalipun.

قال : ﴿ إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ ﴾ [فاطر : ١٤]

"Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu; dan kalaupun mereka mendengar, mereka tidak dapat memenuhi permintaanmu. Dan di Hari Kiamat mereka akan mengingkari perbuatan syirikmu itu. Dan tidak ada yang dapat memberitahumu seperti (Allah) Yang Maha Mengetahui." (QS. Fathir: 14).

وقال تعالى: ﴿ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ - أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ ﴾ [النحل : ٢١-٢١]

Allah Ta'ala juga berfirman: "Dan orang-orang yang mereka seru selain Allah itu tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun, bahkan diri mereka sendiri diciptakan."

"Mereka itu mati, tidak hidup, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan." (QS. An-Nahl: 20–21).

وقال تعالى: ﴿ أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ ، وَلا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ ﴾ [الأعراف : ١٩١،١٩٢]

Allah Ta'ala berfirman: "Apakah mereka mempersekutukan (Allah) dengan sesuatu yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan?" , "Dan mereka tidak dapat menolong orang-orang yang menyembah mereka, bahkan mereka tidak dapat menolong diri mereka sendiri." (QS. Al-A'raf: 191–192).

وقال: ﴿ وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلا يَمْلِكُونَ لأنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلا نَفْعًا وَلا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلا حَيَاةً وَلا نُشُورًا ﴾ [الفرقان : ٣]

Allah juga berfirman: "Dan mereka mengambil selain Allah sebagai sembahan-sembahan, yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan, dan mereka tidak kuasa menolak bahaya untuk dirinya sendiri, tidak pula memperoleh manfaat, dan mereka tidak kuasa (menentukan) kematian, kehidupan, dan kebangkitan." (QS. Al-Furqan: 3).

"Kemudian, atas dasar kelemahan para sesembahan tersebut dan ketidakmampuan mereka terhadap apa yang disangka oleh orang-orang musyrik, Allah menetapkan bahwa berdoa kepada mereka dan berharap kepada mereka adalah perbuatan sia-sia dan batil, yang sama sekali tidak ada manfaatnya.

Untuk menggambarkan hal ini, Allah menyebutkan beberapa perumpamaan yang luar biasa.

قال تعالى: ﴿ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُمْ بِشَيْءٍ إِلا كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى الْمَاءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَالِغِهِ وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلا فِي ضَلالٍ ﴾ [الرعد : ١٤]

Misalnya, Allah berfirman: 'Dan orang-orang yang mereka seru selain Allah tidak dapat mengabulkan (permintaan) mereka sedikit pun, kecuali seperti orang yang membentangkan kedua tangannya ke air agar sampai ke mulutnya, namun tidak pernah sampai kepadanya. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.' (QS. Ar-Ra'd: 14)"

"Kemudian kaum musyrikin diajak untuk sedikit berpikir. Karena mereka sendiri mengakui bahwa Allah ﷻ adalah Pencipta segala sesuatu, sedangkan sesembahan mereka tidak menciptakan apa pun — bahkan mereka sendiri adalah makhluk ciptaan Allah — maka dikatakan kepada mereka:

Bagaimana mungkin kalian menyamakan antara Allah yang Maha Pencipta lagi Maha Kuasa, dengan makhluk yang lemah dan tidak berdaya ini?

Bagaimana mungkin kalian menyamakan keduanya dalam hal ibadah dan doa?

Sebab kalian beribadah kepada Allah, tetapi juga beribadah kepada mereka; kalian berdoa kepada Allah, tetapi juga berdoa kepada mereka.

قال : ﴿ أَفَمَنْ يَخْلُقُ كَمَنْ لَا يَخْلُقُ أَفَلا تَذَكَّرُونَ ﴾ [النحل : ١٧]

Allah berfirman: 'Maka apakah (patut) disamakan antara (Allah) yang menciptakan dengan yang tidak dapat menciptakan? Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?' (QS. An-Nahl: 17)"

"Maka ketika pertanyaan ini ditujukan kepada mereka, mereka pun terdiam kehabisan argumen, dan alasan mereka lenyap. Mereka pun diam dan menyesal.

Lalu mereka berpegang pada alasan batil lainnya. Mereka berkata: 'Sesungguhnya nenek moyang kami adalah orang-orang yang paling berakal di antara manusia, diakui keunggulan akal mereka baik oleh orang dekat maupun jauh. Dan mereka semua berada di atas agama ini. Bagaimana mungkin agama ini bisa dianggap sebagai kesesatan dan kebatilan?

*Terlebih lagi, ayah-ayah Nabi ﷺ dan ayah-ayah kaum Muslimin juga berada di atas agama ini.'"

"Maka mereka dibantah bahwa nenek moyang mereka itu tidak berada di atas petunjuk, tidak mengenal jalan kebenaran, dan tidak menempuhnya. Hal ini mengharuskan bahwa mereka berada dalam kesesatan, tidak memahami apa pun dan tidak mendapatkan petunjuk.

Pernyataan ini terkadang disampaikan kepada mereka secara sindiran dan kiasan, dan terkadang secara terang-terangan,

مثل قوله تعالى : ﴿ إِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءَهُمْ ضَالِّينَ ، فَهُمْ عَلَى آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ ﴾ [الصافات : ٦٩،٧٠]

Seperti dalam firman Allah Ta'ala: 'Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat, lalu mereka bergegas mengikuti jejak mereka.' [QS. Ash-Shaffat: 69-70]"

"Dari satu sisi, kaum musyrikin mulai menakut-nakuti Nabi ﷺ dan kaum muslimin terhadap berhala-berhala mereka. Mereka berkata: 'Kalian telah berlaku tidak sopan terhadap tuhan-tuhan kami dengan menyebutkan kelemahan mereka. Mereka pasti akan murka kepada kalian, lalu membinasakan atau mencelakakan kalian karena itu.'

Ini serupa dengan apa yang dikatakan umat-umat terdahulu kepada para rasul mereka:

قال : ﴿ إِنْ نَقُولُ إِلا اعْتَرَاكَ بَعْضُ آلِهَتِنَا بِسُوءٍ ﴾ [هود : ٥٤]

Allah berfirman : 'Kami hanya mengatakan bahwa sebagian dari tuhan-tuhan kami telah menimpakan keburukan kepadamu.' [QS. Hud: 54]"

"Lalu, untuk menanggapi hal tersebut, kaum musyrikin diingatkan dan dipaksa berpikir menggunakan apa yang mereka saksikan siang dan malam, yaitu bahwa berhala-berhala itu tidak mampu bergerak sedikit pun dari tempatnya, tidak bisa maju maupun mundur, dan tidak mampu menolak bahaya dari diri mereka sendiri.

Maka bagaimana mungkin mereka dapat membahayakan kaum muslimin dan membinasakan mereka?

قال ﴿ أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلا تُنْظِرُونِ ﴾ [الأعراف : ١٩٥]

Allah berfirman: 'Apakah mereka memiliki kaki yang dengannya mereka dapat berjalan, atau memiliki tangan yang dengannya mereka dapat memukul, atau memiliki mata yang dengannya mereka dapat melihat, atau memiliki telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? Katakanlah: Panggillah sekutu-sekutu kalian, lalu bersekutulah melawanku, dan janganlah kalian memberi tangguh kepadaku.' [QS. Al-A'raf: 195]"

"Dalam kesempatan ini, Allah juga memaparkan kepada mereka beberapa perumpamaan yang jelas.

مثل قوله تعالى : ﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ ﴾ [الحج : ٧٣]

Seperti firman-Nya: 'Wahai manusia, telah dibuat suatu perumpamaan, maka dengarkanlah! Sesungguhnya orang-orang yang kalian seru selain Allah, tidak akan mampu menciptakan seekor lalat sekalipun, meskipun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak dapat merebutnya kembali darinya. Lemahlah yang meminta dan yang diminta.' [QS. Al-Hajj: 73]

ومثل قوله تعالى: ﴿ مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ ﴾ [العنكبوت : ٤١]

Dan seperti firman-Nya juga: 'Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling rapuh adalah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahui.' [QS. Al-‘Ankabut: 41]

Sebagian kaum muslimin juga menjelaskan kelemahan (berhala-berhala itu) dengan perkataannya: ..."

أرب يبول الثعلبان برأسه ، لقد ذل من بالت عليه الثعالب

"Apakah ini tuhan, sementara rubah buang air kecil di atas kepalanya? Sungguh hina orang yang disembah, yang bahkan rubah kencing di atasnya."

Makna:

    Menunjukkan kehinaan dan ketidakberdayaan berhala yang bahkan tidak bisa melindungi diri dari hewan liar seperti rubah.

    Mengejek orang-orang yang menyembah sesuatu yang hina dan lemah.

    Mengkritik logika penyembahan berhala: bagaimana bisa sesuatu yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri, dianggap sebagai ilah (tuhan) yang layak disembah?

 

Kembali ke bagian 9 | IndeX | Selanjutnya ke Bagian 11

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar