Senin, 27 April 2026

Kitab Tauhid : 6 (Kitab tentang Tauhid (keesaan Allah))

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 5 | IndeX |Lanjut 7

 

 

كتاب التوحيد

Kitab tentang Tauhid (keesaan Allah)


التوحيد (at-tawḥīd) = tauhid (mengesakan Allah dalam ibadah dan keyakinan)

 

قال ابن مسعود ـ رضي الله عنه - : « مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى وَصِيَّةِ مُحَمَّدٍ ﷺ الَّتِي عَلَيْهَا خَاتِمُهُ فَلْيَقْرَا قَوْلَهُ تَعَالَى : ﴿ قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ﴾ . إلى قوله تعالى : ﴿ وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ﴾ الآية [ الأنعام : ١٥١ - ١٥٣ ] . 

Berkata Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu:

“Barang siapa yang ingin melihat wasiat Muhammad ﷺ yang padanya terdapat cap (penutup) beliau, maka hendaklah ia membaca firman Allah Ta‘ala:

‘Katakanlah (wahai Muhammad): Marilah aku bacakan apa yang diharamkan oleh Tuhan kalian atas kalian…’

hingga firman-Nya:

‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia…’ (QS. Al-An‘am: 151–153).

ابن مسعود : هو عبد الله بن مسعودِ بنِ غافل بن حبيب الهذلي ، صحابيّ جليلٌ مِنَ السابقين الأولين ، من كبارِ علماء الصحابٍ ، لازمَ النبيَّ ﷺ ، وتُوفّي سنة ٣٢ هـ . 

Ibnu Mas‘ud: yaitu Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib Al-Hudzali, seorang sahabat yang mulia, termasuk golongan orang-orang yang terdahulu (masuk Islam lebih awal), dan termasuk ulama besar dari kalangan sahabat. Beliau senantiasa mendampingi Nabi ﷺ, dan wafat pada tahun 32 Hijriah.

وصية : هي الأمرُ المؤكدُ المقررُ . 

Wasiat: yaitu perintah yang ditekankan dan ditetapkan (dengan kuat).

خاتمه : الخاتمُ بفتح التاء وكسرِهَا : حلقةٌ ذاتُ فصِّ من غيرها ، وختَمْتُ على الكتابِ بمعنى طَبَعْتُ . 

Khatam (cincin): kata الخاتم boleh dibaca dengan fathah atau kasrah pada huruf ta’, yaitu cincin yang memiliki batu (permata).

Dan ungkapan “ختمتُ على الكتاب” artinya: aku memberi cap atau stempel pada surat tersebut.

المعنى الإجمالي للأثرِ : يذكرُ ابن مسعود رضي الله عنه : أَنَّ الرسول ﷺ لو وصَّى لم يوص إلاّ بما وصَّى به الله تعالى ، فإن الله قد وصَّى بما في هذه الآياتِ ، لأنَّه سبحانه قد ختم َكلَّ آيةٍ منها بقوله : ﴿ ذَالِكُمْ وَصَّكُم به ﴾، وإنما قالَ ابنُ مسعودٍ ذلك لمَّا قال ابن عباس رضي الله عنهما : إِنَّ الرزيةَ كُلُّ الرزيةِ ما حالَ بيننا وبينَ أَنْ يكتب لنا رسول الله ﷺ وصيَّته ، فذكَّرَهُمُ ابنُ مسعود رضي ا الله عنه أنَّ عندهم مِنَ القرآن ما يكفيهم ، فإنَّ النبي ﷺ لو وصَّى لم يوصِ إلَّا بما في كتاب اللهِ . 

Makna secara global dari riwayat ini:

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ seandainya berwasiat, maka beliau tidak akan berwasiat kecuali dengan apa yang telah Allah Ta‘ala wasiatkan. Karena Allah telah mewasiatkan apa yang terdapat dalam ayat-ayat tersebut, sebab setiap ayat di antaranya ditutup dengan firman-Nya: “Dzalikum washshakum bihi” (itulah yang Dia wasiatkan kepada kalian).

Ibnu Mas‘ud mengatakan hal ini ketika Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Sesungguhnya musibah yang paling besar adalah apa yang menghalangi kita dari Rasulullah ﷺ untuk menuliskan wasiatnya bagi kita.”

Maka Ibnu Mas‘ud mengingatkan mereka bahwa di sisi mereka sudah ada Al-Qur’an yang mencukupi, karena Nabi ﷺ seandainya berwasiat, tidaklah beliau berwasiat kecuali dengan apa yang ada dalam Kitab Allah.

مناسبة هذا الأثر للبابِ : بيانُ أَنَّ ما ذُكِرَ في هذه الآياتِ كما هو وصيةُ الله فهو وصية رسوله ﷺ، لأنَّ الرسول ﷺ يوصي بما أوصى الله به.

Kesesuaian riwayat ini dengan bab: yaitu penjelasan bahwa apa yang disebutkan dalam ayat-ayat tersebut, sebagaimana itu adalah wasiat Allah, maka itu juga merupakan wasiat Rasul-Nya ﷺ. Karena Rasul ﷺ berwasiat dengan apa yang Allah wasiatkan.

ما يُستفادُ مِنْ قولِ ابنِ مسعود :

Pelajaran yang dapat diambil dari  ucapan Abdullah bin Mas'ud:

١ - أهمية هذه الوصايا العشر .

Pertama: Pentingnya sepuluh wasiat tersebut.

٢ - أنَّ الرسول ﷺ يوصي بما أوصى بِهِ اللهُ ، فَكُلُّ وصية اللهِ فهي وصيةٌ لرسوله ﷺ.

Kedua: Bahwa Rasul ﷺ berwasiat dengan apa yang Allah wasiatkan; maka setiap wasiat dari Allah juga merupakan wasiat Rasul-Nya ﷺ.

٣ - عمقُ علمِ الصحابة ، ودقةُ فهمِهِم لكتابِ الله .

Ketiga: Dalamnya ilmu para sahabat dan ketelitian pemahaman mereka terhadap Kitab Allah.

 

 

Kembali 5 | IndeX |Lanjut 7

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar