Senin, 04 Mei 2026

Kitab Tauhid : 10 (Bab Tentang keutamaan tauhid )

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 9 | IndeX |Lanjut 11

 

 

باب فضل التوحيد وما يُكفّرُ مِنَ الذنوب 

Bab Tentang Keutamaan Tauhid Dan (Tauhid) Dapat Menghapus Dosa-Dosa


 

ولهما في حديث عِتْبانَ : 

Dan bagi keduanya terdapat (keterangan) dalam hadis ‘Itbān :

« فإنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَبْتَغِي بِذلِكَ وجْه الله »  . 

« "Sesungguhnya Allah mengharamkan (memasukkan ke) neraka bagi orang yang mengucapkan: [لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ] (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), dengan mengharap wajah Allah (ikhlas karena-Nya)." »

عتبانُ : هو عتبانُ بٌ مالكِ بن عمروِ بنِ العجلانِ الأنصاريّ من بني سالمِ بن عوصِ صحابيُّ مشهورٌ ماتَ في خلافةِ معاويةَ . 

Lafadz [عتبانُ] : yaitu ‘Itbān bin Mālik bin ‘Amru bin al-‘Ajlān al-Anshārī, dari Bani Sālim bin ‘Auf, seorang sahabat yang terkenal. Ia wafat pada masa kekhalifahan Mu‘āwiyah.

ولهما : أي روى البخاريّ ومسلمٌ في صحيحيهما هذا الحديث بكماله ، وهذا طرف منه . 

Lafadz [ولهما] : yaitu Imam Bukhari dan Imam Muslim, telah meriwayatkan hadis ini secara lengkap dalam kedua kitab sahih mereka, dan ini adalah sebagian (potongan) darinya.

حرَّم على النار : التحريم : المنعُ أي منعَ النارَ أنْ تمسَّه . 

Lafadz [حرَّم على النار] : makna ‘pengharaman’ adalah pencegahan, yaitu Allah mencegah neraka untuk menyentuhnya.

يبتغي بذلك وجه الله : أي مخلصاً من قلبه ومات على ذلك ، ولم يقلها نفاقاً . 

Lafadz [يبتغي بذلك وجه الله] : yaitu mengucapkannya dengan ikhlas dari hatinya, dan meninggal dalam keadaan seperti itu, serta tidak mengucapkannya karena kemunafikan.

المعنى الإجمالي للحديثِ : أنّ الرسول ﷺ يخبرُ خبراً مؤكداً أنَّ مَنْ تلفظ بكلمة (لا إله إلا الله) قاصداً ما تدلُّ عليه مِنَ الإخلاص ونفي الشركِ عاملاً بذلك ظاهراً وباطناً ومات على تلك الحال لم تمسه النارُ يومَ القيامةِ . 

Makna secara global dari hadist ini : bahwa Rasulullah ﷺ memberitakan dengan penegasan, bahwa siapa saja yang mengucapkan kalimat [لا إله إلا الله] dengan maksud yang sesuai dengan kandungannya—yaitu keikhlasan dan menafikan kesyirikan—serta mengamalkannya lahir dan batin, lalu meninggal dalam keadaan seperti itu, maka ia tidak akan disentuh oleh api neraka pada hari kiamat.

مناسبة الحديثِ للبابِ : أنَّ فيه دلالة واضحة على فضل التوحيد وأنه يوجبُ لمن مات عليه النجاة مِنَ النارِ وتكفير السيئاتِ .

Kesesuaian hadist ini dengan bab : bahwa di dalamnya terdapat dalil yang jelas tentang keutamaan tauhid, dan bahwa tauhid itu menyebabkan bagi orang yang meninggal di atasnya keselamatan dari neraka serta penghapusan dosa-dosa.

ما يُستفادُ مِنَ الحديث :

Pelajaran yang dapat diambil dari hadis :

۱ - فضلُ التوحيد وأنَّه ينقذُ مِنَ النارِ ويكفرُ الخطايا .

1. Keutamaan tauhid, dan bahwa tauhid menyelamatkan dari neraka serta menghapus dosa-dosa.

٢ - أنه لا يكفي في الإيمانِ النطقُ مِنْ غير اعتقادِ القلب كحال المنافقين .

2. Bahwa tidak cukup dalam iman hanya mengucapkan (dengan lisan) tanpa keyakinan hati, seperti keadaan orang-orang munafik.

٢ - أنَّه لا يكفي في الإيمانِ الاعتقاد من غير نطق . كحال الجاحدين .

3. Bahwa tidak cukup dalam iman hanya keyakinan (di hati) tanpa diucapkan (dengan lisan), seperti keadaan orang-orang yang mengingkari.

٤ - تحريم النار على أهل التوحيد الكامل .

4. Diharamkannya neraka atas orang-orang yang memiliki tauhid yang sempurna.

٥ - أنَّ العمل لا ينفعُ إلاّ إذا كانَ خالصاً لوجه الله وصواباً على سنة رسول الله ﷺ .

5. Bahwa amal tidak akan bermanfaat kecuali jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ.

 ٦ - أنَّ من قال لا إله إلا الله وهو يدعُو غيرَ اللهِ لم تنفعه كحالِ عباد القبورِ اليوم يقولون لا إله إلا الله وهم يدعون الموتى ويتقرّبون إليهم .

6. Bahwa siapa yang mengucapkan [لا إله إلا الله] namun ia berdoa (meminta) kepada selain Allah, maka tidak bermanfaat baginya; seperti keadaan para penyembah kubur pada masa sekarang: mereka mengucapkan [لا إله إلا الله], tetapi mereka berdoa kepada orang-orang yang telah meninggal dan mendekatkan diri kepada mereka.

٧ - إثباتُ الوجه لله تعالى على ما يليق بجلاله وعظمته .

7. Menetapkan (sifat) wajahnya Allah yang maha luhur sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya.