Kamis, 30 April 2026

Kitab Tauhid : 9 (Bab Tentang keutamaan tauhid )

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 8 | IndeX |Lanjut 10

 

 

باب فضل التوحيد وما يُكفّرُ مِنَ الذنوب 

Bab Tentang Keutamaan Tauhid Dan (Tauhid) Dapat Menghapus Dosa-Dosa


 

عن عبادةَ بن الصامتِ - رضي الله عنه - قال : قال رسولُ اللهِ : « مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّداً عَبَدُهُ وَرَسُولُهُ ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ، وَالْجَنَّةَ حَقٌّ وَالنَّارَ حَقٌّ ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ » أخرجاه البخاري ومسلم

Diriwayatkan Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Muhammad bersabda:

“Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya, serta kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam, dan ruh dari-Nya, dan bahwa surga itu benar adanya serta neraka itu benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga sesuai dengan amal yang ia lakukan.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

عبادةُ بنُ الصامتِ : هو عبادةُ بن الصامتِ بن قيسٍ الأنصاريّ الخزرجيّ أحدُ النقباءِ بدريُّ مشهورٌ توفي سنة ٣٤ هـ وله ٧٢ سنة .

Lafadz [عبادةُ بنُ الصامتِ] : yaitu ‘Ubadah bin Shamit bin Qais Al-Anshari Al-Khazraji, salah seorang dari para naqib (pemimpin kaum Anshar), termasuk sahabat yang ikut dalam Perang Badar, seorang tokoh yang terkenal. Wafat pada tahun 34 H dalam usia 72 tahun.

شهِدَ أَنْ لا إله إلّا اللهُ : تكلَّمَ بهذِهِ الكلمةِ عارفاً لمعناها عاملاً بمقتضاها ظاهراً وباطناً .

Lafadz [شهِدَ أَنْ لا إله إلّا اللهُ] : yaitu mengucapkan kalimat ini dengan memahami maknanya, serta mengamalkan konsekuensinya (tuntutan/kewajiban), baik secara lahir (tampak) maupun batin (dalam hati).

لا إِله إلاَّ اللهُ : لا معبودَ بحقّ إلاَّ اللهُ .

Lafadz [لا إِله إلاَّ اللهُ] : Tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah.

وحده : حالٌ مؤكدٌ للإِثبات .

Lafadz [وحده] : sebagai ḥāl (keterangan keadaan) yang berfungsi menguatkan penetapan

لا شريكَ له : تأكيدٌ للنفي .

Lafadz [لا شريكَ له] : yaitu memperkuat makna penolakan atau penafian

و أن محمداً : أي وشهدَ أنَّ محمداً . 

Lafadz [و أن محمداً ] : maksudnya "dan ia bersaksi bahwa Muhammad (sebagai utusan)"

عبدُهُ : مملوكُه وعابدُهُ . 

Lafadz [عبدُهُ] : yaitu milik-Nya dan yang beribadah kepada-Nya.

ورسولُهُ : مرسلُهُ بشريعَتِهِ . 

Lafadz [ورسولُهُ] : yaitu yang diutus oleh-Nya dengan syariat-Nya.

وأن عيسى : أي وشهدَ أنَّ عيسى ابنُ مريمَ . 

Lafadz [وأن عيسى] : yaitu (ia) bersaksi bahwa Isa putranya Maryam.

عبدُ الله ورسولُهُ : خلافاً لِمَا يعتقدُهُ النصارى أنه اللهُ أو ابنُ اللهِ أو ثالثُ ثلاثةِ .

Lafadz [عبدُ الله ورسولُهُ] : berbeda dengan keyakinan orang-orang Nasrani yang menganggap bahwa ia adalah Allah, atau anak Allah, atau salah satu dari tiga (trinitas).”

وكلمتُهُ : أي أنه خلَقَه بكلمةٍ وهي قولُهُ : ( كُنْ ) . 

Lafadz [وكلمتُهُ] : yaitu bahwa Allah menciptakannya dengan satu kalimat, yaitu firman-Nya: [كُنْ] ‘Jadilah (kun)’

ألقاها إلى مريمَ : أرسلَ بها جبريلَ إليها فنفخَ فيها مِنْ روحِهِ المخلوقَةِ بإذنِ اللهِ عزَّ وجلَّ . 

Lafadz [ألقاها إلى مريمَ] : yaitu Allah mengutus Jibril membawanya kepadanya, lalu ia meniupkan ke dalamnya ruh yang diciptakan (oleh Allah) dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla.”

وروحٌ : أي أنَّ عيسى عليه السلامُ روحٌ مِنَ الأَرواحِ التِي خَلَقَهَا اللهُ تعالى . 

Lafadz [وروحٌ] : yaitu bahwa Isa alaihi salam adalah salah satu ruh dari ruh-ruh yang Allah Ta‘ala ciptakan.”

منه : أي منه خلقاً وإيجاداً كقولِهِ تعالى : ﴿ وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ﴾ [ الجاثية : ١٣ ] . 

Lafadz [منه] : yaitu dari-Nya dalam hal penciptaan dan pengadaan, sebagaimana firman-Nya: ‘Dan Dia menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya dari-Nya.’ (Al-Jatsiyah: 13)

والجنةَ حقٌّ والنارَ حقٌّ : أي شهدَ أنَّ الجنةَ والنارَ اللتين أخبرَ اللهُ عنهما في كتابه ثابتتان لا شكَّ فيهما . 

Lafadz [والجنةَ حقٌّ والنارَ حقٌّ] : yaitu ia bersaksi bahwa surga dan neraka yang Allah kabarkan dalam kitab-Nya adalah nyata dan tidak ada keraguan pada keduanya.

أدخله اللهُ الجنةَ : جوابُ الشرطِ السابقِ من قولِهِ : مَن شَهِدَ ... إلخ . 

Lafadz [أدخله اللهُ الجنةَ] : ini adalah jawaban dari syarat sebelumnya, yaitu dari sabda beliau: ‘Barangsiapa bersaksi…’ dan seterusnya.

على ما كان منَ العملِ : يحتمل معنيين : 

Lafadz [على ما كان منَ العملِ] : mengandung dua kemungkinan makna

الأول : أدخلَهُ اللهُ الجَنةَ وإنْ كانَ مقصراً وَلَهُ ذنوبٌ ؛ لأَنَّ الموحدَ لا بُدَّ له مِنْ دخولِ الجنةِ . 

Pertama: Allah akan memasukkannya ke dalam surga meskipun ia kurang dalam amal dan memiliki dosa; karena orang yang bertauhid pasti akan masuk surga.

الثاني : أدخلهُ الله الجنةَ وتكونُ منزلتُهُ فيها على حسبِ عملِهِ .

Kedua: Allah akan memasukkannya ke dalam surga, dan kedudukannya di dalamnya sesuai dengan amalnya.

أخرجاه أي روى هذا الحديثَ البخاري ومسلم في صحيحيهما اللذين هما أصحُّ الكتبِ بعدَ القرآنِ .

Diriwayatkan oleh keduanya: yaitu hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam dua kitab sahih mereka, yang merupakan kitab paling sahih setelah Al-Qur’an.

المعنى الإجماليُّ للحديث : أنَّ الرسولَ ﷺ يخبرُنَا مبيناً لنا فضلَ التوحيدِ وشرفَه : أنَّ منْ نطقَ بالشهادتَيْن عارفاً لمعناهُمَا عاملاً بمقتضاهُمَا ظاهراً وباطناً وتجنبَ الإفراطَ والتفريطَ في حقَّ النبيِّين الكريمَين عيسى ومحمد عليهما الصلاةُ والسلامُ ـ فأقرَّ لهما بالرسالةِ وعبوديتهِما اللهِ وأنه ليسَ لهما شيءٌ مِنْ خصائصِ الربوبيةِ - وأيقنَ بالجنةِ والنارِ أَنَّ مَآلَهُ إِلى الجنةِ وإِنْ صدرَ منه معاصِ دونَ الشركِ . 

Makna hadist secara umum (global): bahwa Rasulullah ﷺ mengabarkan kepada kita—seraya menjelaskan keutamaan dan kemuliaan tauhid—bahwa siapa saja yang mengucapkan dua kalimat syahadat dengan memahami maknanya, mengamalkan konsekuensinya lahir dan batin, serta menjauhi sikap berlebihan dan meremehkan terhadap dua nabi yang mulia, yaitu Isa dan Muhammad semoga keduanya diberi rahmat dan keselamatan, dengan mengakui kerasulan dan kehambaan keduanya kepada Allah, serta meyakini bahwa keduanya tidak memiliki sedikit pun sifat ketuhanan—dan ia meyakini adanya surga dan neraka, maka tempat kembalinya adalah surga, meskipun darinya terjadi dosa-dosa selama tidak sampai pada kesyirikan.

مناسبةُ الحديثِ للبابِ : أن فيه بياناً لفضلِ التوحيدِ ، وأنه سببٌ لدخولِ الجنةِ وتكفيرُ الذنوبِ . 

Kesesuaian hadis dengan bab : bahwa di dalamnya terdapat penjelasan tentang keutamaan tauhid, dan bahwa tauhid merupakan sebab masuk surga serta penghapus dosa-dosa.

ما يُستفادُ مِنَ الحديثِ :

Pelajaran yang dapat diambil dari hadis :

١ - فضلُ التوحيدِ وأَنَّ اللهُ يُكفَرُ بِهِ الذنوبَ .

1. Keutamaan tauhid, dan bahwa Allah menghapus dosa-dosa dengannya.

۲ - سعةُ فضلِ اللهِ وإحسانِهِ سبحانه وتعالى .

2. Luasnya karunia dan kebaikan Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

٣ - وجوبُ تجنبِ الإِفراطِ والتفريطِ في حقِّ الأَنبياءِ والصالحين ، فلا نجحدُ فضلَهُم ولا نغلو فيهم فنصرفَ لهم شيئاً من العبادة ، كما يفعلُ بعضُ الجهالِ والضلالِ .

3. Wajib menjauhi sikap berlebihan dan meremehkan dalam hak para nabi dan orang-orang saleh; tidak mengingkari keutamaan mereka dan tidak pula berlebih-lebihan terhadap mereka hingga memberikan kepada mereka sesuatu dari ibadah, sebagaimana dilakukan oleh sebagian orang bodoh dan sesat.

٤ - أن عقيدةَ التوحيدِ تخالفُ جميعَ المللِ الكفريةِ مِنَ اليهودِ والنصارى والوثنيين والدهريين.

4. Bahwa akidah tauhid bertentangan dengan seluruh agama kekafiran, seperti Yahudi, Nasrani, kaum penyembah berhala, dan kaum ateis (kaum yang tidak percaya adanya tuhan).

٥ - أنَّ عصاةَ الموحدين لا يخلَّدون في النارِ .

5. Bahwa orang-orang yang bermaksiat dari kalangan ahli tauhid tidak kekal di neraka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar