الملخص في شرح كتاب التوحيد
Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid
Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Kembali 11 | IndeX |Lanjut 13
وللترمذي - وحسَّنه : عَنْ أنس - رضي الله عنه - سمعتُ رسولَ اللهِ ﷺ يقولُ : « قَالَ اللهُ تعالى ؛ يا ابن آدَمَ ، لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَني لا تُشْرِكُ بِي شَيْئاً لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةٌ » .
Dan dalam riwayat At-Tirmidzi — beliau menilainya hasan — dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Muhammad ﷺ bersabda:
“Allah Ta‘ala berfirman:
‘Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula.’”
أنس : هو أنس بن مالك بن النضر الأنصاري الخزرجي خادم رسول الله ﷺ خدمه عشر سنين ، وقال النبيُّ ﷺ : « اللَّهُمَّ أكثر مالَهُ وولده وأدخِلْهُ الجنة » مات سنة ۹۲ وقِيلَ سنة ٩٣ هـ وقد جاوز المائة .
Lafadz [أنس] : adalah Anas bin Malik bin Malik bin An-Nadhr Al-Anshari Al-Khazraji, pelayan Muhammad ﷺ. Beliau melayani Nabi ﷺ selama sepuluh tahun. Nabi ﷺ pernah berdoa:
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta masukkanlah dia ke dalam surga.”
Beliau wafat pada tahun 92 H, dan ada yang mengatakan tahun 93 H, dalam usia lebih dari seratus tahun.
وللترمذي وحسنه : أي وروى الترمذي في سننه الحديث المذكور ، وحسَّنَ إسناده .
Lafadz [وللترمذي وحسنه] : maksudnya: At-Tirmidzi meriwayatkan hadis yang telah disebutkan di dalam kitab Sunannya, dan beliau menilai sanad hadis tersebut hasan.
قراب : بضمّ القافِ وقيل بكسرِهَا ، والضمّ أشهرُ : وهو ملؤها أو ما يقارب ملأها .
Lafadz [قراب] : dengan dhammah pada huruf qāf (قُراب), dan ada pula yang mengatakan dengan kasrah (قِراب), namun dhammah lebih masyhur. Maknanya adalah sepenuh bumi atau sesuatu yang mendekati penuhnya bumi.
ثم لقيتني لا تشرك بي شيئاً : أي ثم مُتَّ حالَ كونك سالماً مِنَ الشرك ، وهذا شرط في الوعد بحصولِ المَغْفرة .
Lafadz [ثم لقيتني لا تشرك بي شيئاً] : maksudnya: kemudian engkau meninggal dalam keadaan selamat dari kesyirikan. Ini merupakan syarat untuk mendapatkan janji ampunan tersebut.
مغفرة : الغفر لغةً : الستر ، وشرعاً : تجاوزُ اللَّهِ عَنْ خطايا وذنوب عباده .
Lafadz [مغفرة] : secara bahasa berarti penutupan, menutupi. Adapun secara syariat, maknanya adalah Allah memaafkan serta menghapus kesalahan dan dosa hamba-hamba-Nya.
المعنى الإجمالي للحديثِ : يخبرُ النبيُّ ﷺ عَنْ رَبِّهِ عزَّ وجلَّ أَنَّهُ يخاطب عباده ويبين لهم سعةَ فضلِهِ ، ورحمتِهِ ، وأَنَّه يغفر الذنوب مهما كَثرَتْ ما دامَتْ دونَ الشرك ، وهذا الحديث مثلُ قولِهِ تعالَى : ﴿ إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَالِكَ لِمَن يَشَاءُ ﴾.
Makna secara global dari hadist ini : : Muhammad ﷺ mengabarkan dari Tuhannya yang maha luhur lagi maha mulia bahwa, Allah berbicara kepada hamba-hamba-Nya dan menjelaskan luasnya karunia serta rahmat-Nya. Allah mengampuni dosa-dosa walaupun sangat banyak, selama dosa itu tidak sampai kepada kesyirikan.
Hadis ini semakna dengan firman Allah Ta‘ala:
﴿ إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَالِكَ لِمَن يَشَاءُ ﴾
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.”
مناسبة الحديثِ للبابِ : أن فيه دليلاً على كثرة ثواب التوحيد ، وأنه يكفر الذنوب مهما كثرَتْ .
Kesesuaian hadist ini dengan bab : bahwa di dalam hadis tersebut terdapat dalil tentang besarnya pahala tauhid, dan bahwa tauhid dapat menghapus dosa-dosa walaupun sangat banyak.
ما يُستفادُ مِنَ الحديثِ :
Pelajaran yang dapat diambil dari hadis :
۱ - فضل التوحيد وكثرة ثوابه .
1. Keutamaan tauhid dan besarnya pahala yang diberikan karenanya.
۲ - سعة فضل الله وجودِهِ ورحمته وعفوه .
2. Luasnya karunia Allah, kemurahan-Nya, rahmat-Nya, dan ampunan-Nya.
٣ - الردُّ على الخوارج الذين يكفّرون مرتكب الكبيرة التي هي دُونَ الشرك .
3. Bantahan terhadap golongan Khawarij yang mengafirkan pelaku dosa besar yang tidak sampai kepada kesyirikan.
٤ - إثبات الكلامِ اللهِ عزَّ وجلَّ على ما يليق بجلاله .
4. Menetapkan sifat kalam (berbicara) bagi Allah ‘Azza wa Jalla sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya.
٥ - بيان لمعنى لا إله إلا الله ، وأنه ترك الشرك قليله وكثيره ، ولا يكفي قولها باللسان .
5. Penjelasan tentang makna [لا إله إلا الله], yaitu meninggalkan kesyirikan, baik yang sedikit maupun yang banyak. Tidak cukup hanya mengucapkannya dengan lisan semata.
٦ - إثبات البعث والحساب والجزاء .
6. Menetapkan adanya kebangkitan setelah mati, hisab (perhitungan amal), dan balasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar