Selasa, 02 Juni 2026

Kitab Tauhid : 20 (Bab mengajak kepada persaksian Lailaha illallah)

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 19 | IndeX | Lanjut 21

 

 

باب الدعاءِ إِلى شَهَادَةِ أَنْ لا إله إِلَّا اللَّهُ 

Bab mengajak  kepada persaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah

 

 

ولَهُمَا عَنْ سهل بن سعد - رضي الله عنه : أَنَّ رسولَ اللهِ ﷺ قال يومَ خيبر : « الأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَداً رَجُلاً يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيُحِبُّهُ اللهُ وَرَسُولُهُ ، يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَى يَدَيْهِ » ، فَبَاتَ النَّاسُ يَدُوكُونَ لَيْلَتَهُمْ أَيُّهُمْ يُعْطَاهَا ، فَلَمَّا أَصْبَحُوا غَدَوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ كُلُّهُمْ يَرْجُو أَنْ يُعْطَاهَا . فَقَالَ : « أَيْنَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ ؟ » فَقِيلَ : هُوَ يَشْتَكِي عَيْنَيْهِ ، فَأَرْسَلُوا إِلَيْهِ فَأُتِيَ بِهِ فَبَصَقَ فِي عَيْنَيْهِ وَدَعَا لَهُ ، فَبَرَأَ كَأَنْ لَمْ يَكُنْ بِهِ وَجِعٌ ، فَأَعْطَاهُ الرَّايَةَ وَقَالَ : « انْفُدْ عَلَى رِسْلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ ثُمَّ ادْعُهُم إِلى الإِسْلامِ ، وَأَخْبِرْهُمْ بِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حَقٌّ اللَّهِ تَعَالَى فِيهِ ، فَوَاللهِ لأَنْ يَهْدِي اللَّهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِداً خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ . 

Dan keduanya (yaitu Imam Bukhari dan Imam Muslim) meriwayatkan dari Sahel bin Sa'd radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda pada hari Perang Khaibar:

"Sungguh, besok aku akan memberikan panji perang kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah serta Rasul-Nya mencintainya. Allah akan memberikan kemenangan melalui kedua tangannya."

Maka orang-orang semalaman membicarakan siapa di antara mereka yang akan diberi panji itu. Ketika pagi tiba, mereka datang kepada Rasulullah ﷺ, dan masing-masing berharap dialah yang akan diberi panji tersebut.

Lalu beliau bertanya:

"Di manakah Ali bin Abi Thalib?"

Dijawab: "Ia sedang sakit mata."

Maka beliau mengutus seseorang untuk memanggilnya, lalu Ali dibawa menghadap beliau. Rasulullah ﷺ meludahi kedua matanya dan mendoakannya, maka sembuhlah ia seketika, seakan-akan sebelumnya tidak pernah merasakan sakit.

Kemudian beliau menyerahkan panji itu kepadanya dan bersabda:

"Berangkatlah dengan tenang hingga engkau sampai di wilayah mereka. Kemudian ajaklah mereka kepada Islam, dan beritahukan kepada mereka hak Allah yang wajib mereka tunaikan. Demi Allah, sungguh jika Allah memberi hidayah kepada satu orang saja melalui perantaraanmu, itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah."

 

يَدُوكُونَ أَي : يَخُوضُونَ . 

Kata [يَدُوكُونَ أَي] : yaitu mereka membicarakan, memperbincangkan, atau memperdebatkan sesuatu.

سهل بن سعد : هو سهل بن سعد بن مالك بن خالد الأنصاري الخزرجي الساعديّ صحابيّ شهيرٌ مات سنة ٨٨ هـ وقد جاوز المائة . 

Kata [سهل بن سعد] : adalah Sahl bin Sa'd bin Malik bin Khalid Al-Anshari Al-Khazraji As-Sa'idi, seorang sahabat yang terkenal. Beliau wafat pada tahun 88 H, dan usianya telah melewati seratus tahun."

ولهما : أي البخاري ومسلم في صحيحيهما . 

Kata [ولهما] : yaitu Bukhari dan Muslim, dalam kedua kitab Shahih mereka.

يوم خيبر : أي يوم حصار خيبر سنة ٧ هـ . 

Kata [يوم خيبر] : yaitu pada saat pengepungan Khaibar pada tahun 7 Hijriah.

 

الراية : علم الجيش الذي يرجعون إليه عند الكرِّ والفرِّ . 

Kata [الراية] : adalah bendera pasukan yang menjadi tempat mereka berkumpul dan kembali ketika maju menyerang maupun ketika mundur."

يفتح الله على يديه : إخبار على وجه البشارة بحصولِ الفتح .

Kata [يفتح الله على يديه] : ini merupakan pemberitahuan dalam bentuk kabar gembira bahwa kemenangan akan diperoleh.

ليلتهم : منصوب على الظرفية . 

Kata [ليلتهم] : berkedudukan manshub sebagai zharaf (keterangan waktu).

أيُّهم : برفع (أي) على البناء لإضافَتِهَا وحذفِ صدرِ صِلَتِهَا . 

Kata [أيُّهم ] : dibaca rafa' pada (أيُّ) karena mabni, disebabkan penyandarannya (idhafah) dan karena dihapusnya bagian awal dari silah (kalimat yang menjelaskannya).

[البناء - dalam keadaan mabni (tidak berubah akhirnya karena amil)]

[لإضافتها - karena ia diidhafahkan/ditambahkan kepada dhamir (هم)

 

علي بن أبي طالب : هو ابن عمِّ رسولِ اللهِ ﷺ وزوج ابنتِهِ فاطمةَ والخليفة الرابعُ مِنْ أَسبق السابقين إلى الإسلام وأحد العشرة المبشرين بالجنةِ رضي الله عنهم أجمعين قُتِلَ سنة ٤٠ هـ . 

Kata [علي بن أبي طالب] : adalah sepupu Rasulullah ﷺ, suami putri beliau, Fatimah. Beliau adalah khalifah keempat, termasuk orang-orang yang paling dahulu masuk Islam, dan salah seorang dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira masuk surga. Semoga Allah meridhai mereka semua. Beliau wafat (terbunuh) pada tahun 40 Hijriah."

يشتكي عينيه : أي تؤلمانه مِنَ الرمد . 

Kata [يشتكي عينيه] : yaitu kedua matanya terasa sakit karena penyakit ramad (radang mata).

فبراً : بفتح الباء على وزن ضَرَبَ ، ويجوز كسرُهَا على وزن عَلِمَ ، أي عُوفي عافية كاملة . 

Kata [فبراً] : huruf ba' dibaca fathah (بَرَأَ) mengikuti wazan ḍaraba (ضَرَبَ), dan boleh juga dibaca kasrah (بَرِئَ) mengikuti wazan 'alima (عَلِمَ). Artinya: ia sembuh dan pulih dengan kesembuhan yang sempurna."

أعطاه الراية : دفعها إليه . 

Kata [أعطاه الراية] : yaitu beliau menyerahkan panji itu kepadanya.

انقذ : أي امض لوجهك . 

Kata [انقذ] : pergilah terus menuju tujuanmu.

على رسلك : على رِفْقِكَ مِنْ غَيْرِ عَجَلَةٍ . 

Kata [على رسلك] : dengan tenang dan perlahan, tanpa tergesa-gesa.

بساحتهم : بفناء أرضِهِم وما قَرُبَ من حُصُونِهِم . 

Kata [بساحتهم] : yaitu di halaman atau kawasan tanah mereka, dan tempat yang dekat dengan benteng-benteng mereka. 

 

إلى الإسلام : وهو الاستسلام الله بالتوحيد والانقياد له بالطاعة والخلوص مِنَ الشركِ وأهلِهِ . 

Kata [إلى الإسلام] : yaitu berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan, serta berlepas diri dari syirik dan para pelakunya.

وأخبرهم ... إلخ : أي أنَّهم إن أجابُوك إلى الإسلامَ الَّذي هو التوحيد ، فأخبرْهُم بما يجبُ عليهم بعدَ ذَلِكَ مِنْ حَقِّ اللَّهِ فِي الإِسلامِ مِنَ الصلاة والزكاة والصيامِ والحج وغير ذلِكَ . 

Dan beritahukanlah kepada mereka ... dan seterusnya; maksudnya, jika mereka memenuhi ajakanmu kepada Islam, yaitu tauhid, maka beritahukanlah kepada mereka apa yang wajib atas mereka setelah itu berupa hak-hak Allah dalam Islam, seperti salat, zakat, puasa, haji, dan selainnya.

لأن يهدي الله : في تأويل مصدر مبتدأ خبره (خير) . 

Kata [لأن يهدي الله] : ditakwilkan sebagai mashdar (kata benda verbal) yang berkedudukan sebagai mubtada', sedangkan khabarnya adalah (خير).

حُمْرُ النَّعَمِ : أي الإبل الحمرُ ، وهي أنفس أموال العرب . 

Kata [حُمْرُ النَّعَمِ] : yaitu unta-unta merah, dan itulah harta yang paling berharga di kalangan bangsa Arab. 

 

المعنى الإجمالي للحديث : أنَّ النبيَّ ﷺ بشر الصحابة بانتصار المسلمين على اليهودِ مِنَ الغدِ على يد رجلٍ لَهُ فضيلةٌ عظيمة وموالاة الله ولرسوله فاستشرفَ الصحابةُ لذلِكَ ، كُلّ يودُّ أنْ يكونَ هو ذلِكَ الرجل من حرصهم على الخير ، فلما ذهبوا على الموعد طلب النبي ﷺ عليّا وصادف أنه لم يحضرْ لِمَا أصابَهُ مِنْ مرضِ عينيه ، ثم حضر فتفل النبي ﷺ فيهما من رِيقِهِ المبارك فزالَ ما يحسُّ بِهِ مِنَ الأَلمِ زوالاً كاملاً وسلَّمه قيادة الجيش ، وأمَرَهُ بالمضي على وجهِهِ برفق حتَّى يقرب من حصن العدو فيطلب منهم الدخول في الإسلام ، فإنْ أجابوا أخبرَهُم بما يجب على المسلمِ مِنْ فرائِضَ ، ثُمَّ بيَّن ﷺ العليّ فضل الدعوة إلى اللهِ وأَنَّ الداعية إذا حصل على يَدَيْهِ هداية رجل واحدٍ فذلِكَ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنفُسِ الأموال الدنيوية ، فكيف إذا حصل على يديه هداية أكثر مِنْ ذلِكَ .

Makna secara global dari hadist ini : Bahwa Nabi ﷺ memberikan kabar gembira kepada para sahabat tentang kemenangan kaum Muslimin atas orang-orang Yahudi pada keesokan harinya melalui tangan seorang laki-laki yang memiliki keutamaan yang agung serta kecintaan dan loyalitas kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka para sahabat pun sangat berharap memperoleh keutamaan tersebut; masing-masing ingin menjadi orang yang dimaksud karena semangat mereka dalam meraih kebaikan.

Ketika tiba waktu yang dijanjikan, Nabi ﷺ meminta agar Ali didatangkan. Kebetulan saat itu beliau tidak hadir karena sedang menderita sakit pada kedua matanya. Setelah beliau datang, Nabi ﷺ meludahi kedua matanya dengan ludah beliau yang penuh berkah dan mendoakannya. Maka rasa sakit yang ia rasakan pun hilang dengan sempurna.

Kemudian Nabi ﷺ menyerahkan kepadanya kepemimpinan pasukan dan memerintahkannya untuk maju dengan tenang hingga mendekati benteng musuh. Setelah itu beliau memerintahkannya agar mengajak mereka masuk Islam. Jika mereka menerima ajakan tersebut, maka hendaknya ia menjelaskan kepada mereka kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim.

Selanjutnya Nabi ﷺ menjelaskan kepada Ali besarnya keutamaan berdakwah kepada Allah. Bahwa apabila melalui perantaranya Allah memberi hidayah kepada satu orang saja, maka hal itu lebih baik baginya daripada harta dunia yang paling berharga. Maka bagaimana lagi jika melalui dirinya Allah memberi hidayah kepada lebih banyak orang daripada itu. 

 

مناسبة الحديث للباب : أنَّ فيه مشروعية الدعوة إلى الإسلام الذي هو معنى شهادة أن لا إله إلا الله ، وبيان فضل الدعوة إلى ذلك . 

Kesesuaian hadis ini dengan bab: "Bahwa di dalam hadis tersebut terdapat dalil tentang disyariatkannya berdakwah kepada Islam, yang merupakan makna dari syahadat Lā ilāha illallāh (tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah), serta penjelasan tentang keutamaan berdakwah kepada hal tersebut." 

 

ما يستفاد من الحديث : 

Pelajaran yang dapat diambil dari hadis :

١ - فضيلة ظاهرةٌ لعليّ بن أبي طالب رضي الله عنه ، وشهادةٌ مِنَ الرسول ﷺ له بموالاته لله ولرسوله وإيمانه ظاهراً وباطناً .

1. Terdapat keutamaan yang nyata bagi Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, dan merupakan persaksian dari Rasulullah ﷺ baginya bahwa ia mencintai dan setia kepada Allah dan Rasul-Nya, serta beriman lahir dan batin.

٢ - إثباتُ أَنَّ اللهَ يحبُّ أولياءه محبة تليق بجلاله كسائر صفاتِهِ المقدسة الكريمة . 

2. Penetapan bahwa Allah mencintai para wali (kekasih)-Nya dengan kecintaan yang sesuai dengan keagungan-Nya, sebagaimana seluruh sifat-Nya yang suci dan mulia.

٣ - حرص الصحابة على الخير وتسابقُهُمُ إلى الأعمال الصالحة رضي الله عنهم .

3. Semangat para sahabat dalam meraih kebaikan dan berlomba-lomba mereka dalam melakukan amal-amal saleh. Semoga Allah meridhai mereka.

٤ - مشروعيةُ الأدب عندَ القتالِ وتركِ الطيش والأصوات المزعجة التي لا حاجة إليها .

4. Disyariatkannya beradab ketika berperang serta meninggalkan sikap ceroboh, tergesa-gesa, dan suara-suara yang mengganggu yang tidak diperlukan.

٥ - أمر الإمامِ عمالَهُ بالرفق واللينِ مِنْ غيرِ ضعف ولا انتقاض عزيمة .

5. Seorang pemimpin hendaknya memerintahkan para petugas dan bawahannya untuk bersikap lembut dan santun, tanpa kelemahan dan tanpa kehilangan keteguhan tekad.

٦ - وجوب الدعوة إلى الإسلام لاسيما قبل قتال الكفار .

6. Wajibnya berdakwah kepada Islam, terutama sebelum memerangi orang-orang kafir.

٧ - أنَّ منِ امتنع مِنْ قبول الدعوةِ مِنَ الكفارِ وجب قتاله .

7. Bahwa orang-orang kafir yang menolak menerima dakwah, maka wajib diperangi.

٨ - أنَّ الدعوة تكونُ بالتدريج فيطلبُ مِنَ الكافر أولاً الدخول في الإسلام بالنطق بالشهادتين ، ثُمَّ يَؤْمَرُ بفَرائِضِ الإِسلام بعدَ ذلِكَ .

8. Bahwa dakwah dilakukan secara bertahap. Orang kafir terlebih dahulu diajak masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian setelah itu diperintahkan untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban Islam.

٩ - فضل الدعوة إلى الإسلام وما فيها مِنَ الخير للمدعو والداعي ، فالمدعُو قد يهتدي والداعي يثاب ثواباً عظيماً ، والله أعلم . 

9. Keutamaan berdakwah kepada Islam serta kebaikan yang terdapat di dalamnya bagi orang yang didakwahi dan bagi orang yang berdakwah. Orang yang didakwahi bisa saja mendapat hidayah, dan orang yang berdakwah akan mendapatkan pahala yang besar. Dan Allah lebih mengetahui.

١٠ - دليلٌ مِنْ أدلة نبوة الرسول ﷺ وذلك ببشارته بالفتح قبل وقوعه وبراءة الألم بريقه . 

10. Ini merupakan salah satu dalil dari dalil-dalil kenabian Rasulullah ﷺ, yaitu dengan kabar gembira beliau tentang kemenangan sebelum terjadinya, serta sembuhnya rasa sakit dengan air ludah beliau.

۱۱ - الإيمان بالقضاء والقدر ، لحصولِ الراية لمن لَمْ يَسْعَ إليها ومنعها ممن سعى إليها . 

11. (Dalil) beriman kepada qadha dan qadar, karena panji itu diberikan kepada orang yang tidak mencarinya, dan dicegah dari orang yang berusaha mendapatkannya.

١٢ - أنه لا يكفِي النَّسمِّي بالإسلامِ بَلْ لابُدَّ مِنْ معرفةِ واجباتِهِ والقيامِ بها

12. Bahwa tidak cukup hanya sekadar menyandang nama Islam, tetapi harus mengetahui kewajiban-kewajibannya dan melaksanakannya. 

Kitab Attibyan : 01

 

 التبين في آداب حملة القرآن


Penjelasan tentang Adab-Adab Para Pengemban (penghafal) Al-Qur'an

 

Oleh: Imam Abi Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi

 

Kembali | IndeX | Lanjut 2

 

 

الباب الأول 

Bab Pertama

 

 

في أَطْرَافِ مِنْ فَضِيلَةِ تِلَاوَةِ الْقُرْآن وَحَمَلَتَهِ 

Beberapa pembahasan tentang keutamaan membaca Al-Qur'an dan para penghafalnya

قال عز وجل : ﴿ إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَبَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَوَةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَرَةً لَّن تَبُورَ - لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورُ ﴾ [ فاطر : ٢٩ ] . 

Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an), mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan suatu perdagangan  yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambahkan kepada mereka karunia-Nya. Sungguh, Dia Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (menghargai amal hamba-hamba-Nya)." (QS. Fathir: 29–30)

وروّينا عن عثمان بن عفان - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله ﷺ : خيركم من تعلم القرآن وعلّمه . 

Dan kami meriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

'Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya.'"

رواه أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم البخاري في صحيحه الذي هو أصح الكتب بعد القرآن . 

Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya, yang merupakan kitab paling sahih setelah Al-Qur'an.

وعن عائشة - رضي الله عنها - قالت : قال رسول الله ﷺ : « الَّذِي يَقْرأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ ، مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ يَتَتَعْتَعُ فِيهِ ، وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌ لَهُ أَجْرَانِ » . 

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka ia akan bersama para malaikat pencatat wahyu yang mulia lagi taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur'an sedangkan ia terbata-bata dalam membacanya dan merasa kesulitan, maka baginya dua pahala."

رواه البخاري وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما .

Hadist ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Abu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi An-Naisaburi dalam kedua kitab Shahih mereka.

وعن أبي موسى الأشعري - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله ﷺ : مثل المؤمن الذي يقرأُ القُرآن مثل الأترجة ريحها طيّب ، وطعمها  طيّب .

Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

"Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur'an adalah seperti utrujjah (sejenis jeruk), aromanya harum dan rasanya pun enak."

وَمَثَلُ المؤمن الذي لا يقرأ القرآن مثل التمرة ، لاربيح لها طعمها طيّب حلو .

Dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti kurma, tidak memiliki aroma, tetapi rasanya enak dan manis."

وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ ، مَثَلِ الرَّيْحَانَةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ 

Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur'an adalah seperti raihanah (tanaman yang harum), aromanya harum, tetapi rasanya pahit.

وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ ، كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ 

Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti buah hanzhalah; tidak memiliki aroma dan rasanya pahit.

[الحنظلة - buah yang terkenal sangat pahit rasanya]

رواه البخاري ومسلم . 

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim

وعن عمر بن الخطاب - رضي الله تعالى عنه - أن النبي ﷺ قال : « إن الله تعالى يرفع بهذا الكلام أقواما ، ويَضَعُ به آخرين » . رواه مسلم 

Dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ta'ala 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah Ta'ala mengangkat derajat suatu kaum dengan kalam (Al-Qur'an) ini, dan merendahkan dengannya kaum yang lain." Hadist riwayat Muslim

وعن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله ﷺ يقول : « اقرؤوا القرآن فإنه يأتي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأصحابه » . رواه مسلم 

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

"Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya Al-Qur'an akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.'"

وعن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي ﷺ قال : « لا حَسَدَ إلا في اثنتين : 

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

"Tidak boleh hasad (iri) kecuali pada dua perkara..."

۱ - رجل آتَاهُ اللهُ الْقُرْآنَ ، فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيلِ وَآنَاءِ النَّهَارِ .

1. Seorang laki-laki yang Allah anugerahkan kepadanya Al-Qur'an, lalu ia membacanya dan mengamalkannya pada waktu-waktu malam dan siang.

٢ - وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ .

2. Dan seorang laki-laki yang Allah anugerahkan harta kepadanya, lalu ia menginfakkannya pada waktu-waktu malam dan siang."

رواه البخاري ومسلم 

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim

وروينا أيضاً من رواية عبد الله بن مسعود - رضي الله عنه - بلفظ « لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ » : 

Dan kami juga meriwayatkan dari jalur riwayat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu dengan lafaz: 'Tidak ada hasad (iri) kecuali pada dua perkara'.

١ - رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ بالْحَق

1. Seorang laki-laki yang Allah anugerahkan harta kepadanya, lalu Allah memberinya kemampuan untuk membelanjakannya dalam jalan yang benar.

٢ - وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

2. Dan seorang laki-laki yang Allah anugerahkan kepadanya hikmah, lalu ia memutuskan perkara dengannya dan mengajarkannya.