الملخص في شرح كتاب التوحيد
Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid
Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Kembali 12 | IndeX | Lanjut 14
باب مَنْ حقَّق التوحيد دخل الجنة بغير حساب
Bab tentang orang yang merealisasikan tauhid dengan sebenar-benarnya, maka ia masuk surga tanpa hisaban
وقولِ اللهِ تعالى : ﴿إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتَا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يك مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴾ [ النحل : ١٢٠ ] .
“Dan firman Allah Ta‘ālā: ‘Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam (teladan) yang patuh kepada Allah, hanif (lurus di atas tauhid), dan dia bukan termasuk orang-orang musyrik.’” (QS. An-Nahl: 120)
وقالَ : ﴿ وَالَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ ﴾ [ المؤمنون : ٥٩ ] .
“Dan orang-orang yang mereka tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Rabb mereka.” (QS. Al-Mu’minun: 59)
مناسبة الباب لكتاب التوحيد : إنَّ المصنف رحمه اللهُ لَمَّا ذكر التوحيد وفضله ناسب أن يذكر بيانَ تحقيقِهِ ، لأَنَّه لا يحصل كمالُ فضلِهِ إلا بكمال تحقيقه .
Kesesuaian bab ini dengan Kitab Tauhid: Sesungguhnya penulis رحمه الله ketika telah menyebutkan tauhid dan keutamaannya, maka sesuai untuk beliau menyebutkan penjelasan tentang realisasi tauhid; karena kesempurnaan keutamaannya tidak akan diperoleh kecuali dengan sempurnanya realisasi tauhid tersebut.
حقّق التوحيد : أي خلَّصه وصفاه مِنْ شوائب الشرك والبدع والمعاصي .
Lafadz [حقّق التوحيد] : yaitu memurnikan dan membersihkannya dari noda syirik, bid‘ah, dan maksiat.
بغیر حساب : أي لا محاسبة عليه .
Lafadz [بغیر حساب] : yaitu tidak ada perhitungan amal atasnya.
أمة : أي قدوة ، وإماماً معلّماً للخير .
Lafadz [أمة] : yaitu seorang teladan dan imam yang mengajarkan kebaikan
قانتاً : القنوتُ دوام الطاعة .
Lafadz [قانتاً] : qunut adalah terus-menerus dalam ketaatan
حنيفاً : الحنيف المقبل على اللَّهِ المعرضُ عَنْ كُلِّ مَا سِوَاه .
Lafadz [حنيفاً] : yaitu orang yang menghadap kepada Allah dan berpaling dari segala sesuatu selain-Nya.
ولم يَكُ : أصلُها يَكُن حُذِفَتِ النونُ تخفيفاً .
Lafadz [ولم يَكُ] : asal katanya adalah “yakun”, lalu huruf nun dihapus untuk meringankan bacaan.
من المشركين : أي قَدْ فارق المشركين بالقلب واللسان والبدن ، وأنكر ما كانوا عليه .
Lafadz [من المشركين] : yaitu beliau telah menyelisihi orang-orang musyrik dengan hati, lisan, dan anggota badan, serta mengingkari apa yang mereka lakukan.
والذين هم بربّهم لا يشركون : لا يعبدون معه غَيْرَه .
Lafadz [والذين هم بربّهم لا يشركون] : yaitu mereka tidak menyembah selain-Nya bersama-Nya.
المعنى الإجمالي للآيةِ الأولى : أنَّ الله سبحانه وتعالى يصف خليله إبراهيم عليه السلام بأربع صفاتٍ :
Makna ayat pertama secara umum (global): bahwa Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menyifati khalil-Nya, Ibrahim عليه السلام, dengan empat sifat:”
[خليله - kekasih, orang yang sangat dicintai]
الصفة الأولى : أنَّه كان قدوةً في الخير لتكميله مقام الصبر واليقين ، اللذين بهما تُنالُ الإمامة في الدين .
Sifat pertama: bahwa beliau adalah teladan dalam kebaikan, karena kesempurnaannya dalam kedudukan sabar dan yakin, yang dengan keduanya diraih kepemimpinan dalam agama.
الصفة الثانية : أنَّه كان خاشعاً مطيعاً مداوماً على عبادة الله تعالى .
Sifat kedua: bahwa beliau adalah seorang yang khusyuk, taat, dan terus-menerus dalam beribadah kepada Allah Ta‘ālā.
الصفة الثالثة : أنَّه كان معرضاً عن الشرك مقبلاً على الله تعالى .
Sifat ketiga: bahwa beliau berpaling dari kesyirikan dan menghadap kepada Allah Ta‘ālā.
الصفة الرابعةُ : بُعدُهُ عَن الشرك ومفارقته للمشركين .
Sifat keempat: jauhnya beliau dari kesyirikan dan sikapnya meninggalkan orang-orang musyrik.
مناسبة الآية الأولى للباب : أَنَّه وصف خليله بهذه الصفات ، التي هي الغاية في تحقيق التوحيد ، وقد أمرنا بالاقتداء به في قوله : ﴿ قد كَانَتْ لَكُمْ أَسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ ﴾ [ الممتحنة : ٤ ] .
Kesesuaian ayat pertama dengan bab: bahwa Allah menyifati khalil-Nya dengan sifat-sifat ini, yang merupakan puncak dalam merealisasikan tauhid. Dan kita diperintahkan untuk meneladaninya dalam firman-Nya: ‘Sungguh telah ada bagi kalian suri teladan yang baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya.’ (QS. Al-Mumtahanah: 4)
مناسبة الآية الثانية للباب : أنَّ الله تعالى وصف المؤمنين السابقين إلى الجناتِ بصفاتٍ أعظَمها الثناء عليهم بأنَّهم بربهم لا يُشركون شيئاً مِنَ الشرك لا خفيّا ولا جليًّا ، ومن كان كذلك فقد بلغ من تحقيق التوحيد النهاية ودخل الجنة بلا حساب ولا عذاب .
Kesesuaian ayat kedua dengan bab: bahwa Allah Ta‘ālā menyifati orang-orang beriman yang terdahulu menuju surga dengan sifat-sifat, yang paling agung di antaranya adalah pujian kepada mereka bahwa mereka tidak mempersekutukan Rabb mereka dengan sesuatu apa pun dari kesyirikan, baik yang samar maupun yang nyata. Barang siapa demikian keadaannya, maka ia telah mencapai puncak realisasi tauhid dan masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.
ما يُستفادُ مِنَ الآيتين :
Pelajaran yang dapat diambil dari kedua ayat tersebut:
١ - فضيلة أبينا إبراهيم عليه الصلاة والسلام .
1. Keutamaan bapak kita Ibrahim عليه الصلاة والسلام.
٢ - الاقتداء به في هذه الصفاتِ العظيمة .
2. Meneladani beliau dalam sifat-sifat yang agung ini.
٣ - بيان الصفات التي يتمّ بها تحقيق التوحيد .
3. Penjelasan tentang sifat-sifat yang dengannya terwujud realisasi tauhid.
٤ - وجوب الابتعاد عن الشرك والمشركين والبراءةِ مِنَ المشركين .
4. Wajib menjauhi kesyirikan dan orang-orang musyrik, serta berlepas diri dari orang-orang musyrik.
٥ - وصف المؤمنين بتحقيق التوحيد .
5. Disifatinya orang-orang beriman dengan realisasi tauhid.
Kembali 12 | IndeX | Lanjut 14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar