الملخص في شرح كتاب التوحيد
Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid
oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan
كتاب التوحيد
Kitab tentang Tauhid (keesaan Allah)
التوحيد (at-tawḥīd) = tauhid (mengesakan Allah dalam ibadah dan keyakinan)
وقولِ اللهِ تعالى : ﴿ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا ليَعبُدُونِ ﴾ [ الذاريات : ٥٦ ] .
Allah Berfirman : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Kosakata:
[خَلَقْتُ = menciptakan]
[الْجِنَّ = Jin]
[الْإِنسَ = Manusia]
[ليَعبُدُونِ = agar beribadah]
موضوعُ هذا الكتاب ؛ بيانُ التوحيد الذي أوجبه الله على عباده ، وخلقهم لأَجْلِهِ وبيانُ ما ينافِيهِ مِنَ الشرك الأكبر ، أو ينافي كماله الواجب أو المستحبَّ مِنَ الشرك الأصغرِ والبدع .
Tema kitab ini adalah penjelasan tentang tauhid yang Allah wajibkan atas hamba-hamba-Nya, dan untuk itulah Dia menciptakan mereka; serta penjelasan tentang hal-hal yang bertentangan dengannya, berupa syirik besar, atau yang mengurangi kesempurnaannya yang wajib atau yang dianjurkan, yaitu syirik kecil dan bid‘ah.
Kosakata:
[موضوعُ = "tema”, “pokok bahasan”, atau “topik.”]
[لأَجْلِهِ = "bertujuan", "untuk tujuan"]
[ينافيه = bertentangan]
[كماله = kesempurnaannya]
[المستحبَّ = yang dianjurkan, disunnahkan]
[والبدع = bid‘ah]
ومعنى كتاب : مصدرُ كَتَبَ بمعنى جَمَعَ ، والكتابة بالقلم جمعُ الحروف والكلمات .
Makna ‘kitab’ adalah mashdar (kata dasar) dari kata kataba yang berarti ‘mengumpulkan’. Dan menulis dengan pena adalah mengumpulkan huruf-huruf dan kata-kata.
والتوحيد : مصدر وحَّده ، أي جعله واحداً ـ والمراد به هنا : إفراد الله بالعبادة .
Dan lafadz tauhid [التوحيد] adalah mashdar (kata dasar) dari ‘wahḥada’ [وحَّده], yaitu menjadikannya satu. Yang dimaksud di sini adalah mengesakan Allah dalam ibadah.
Kosakata:
[المراد = yang dimaksud]
[إفراد = “mengkhususkan”, “menjadikan satu”, atau “mengesakan.”]
وخلقتُ : الخلقُ هو إبداعُ الشيء من غير أصل ولا احتذاءٍ .
Lafadz [وخلقتُ] maknanya "Dan ‘Aku menciptakan" atau penciptaan adalah mengadakan sesuatu tanpa asal (contoh sebelumnya) dan tanpa meniru.
Kosakata:
[إبداعُ = “penciptaan (tanpa contoh sebelumnya)” atau “menciptakan sesuatu yang baru.”]
[احتذاءٍ = meniru]
ليعبدون : العبادة في اللغة : التذلُّل والخضوع . وشرعاً : اسم جامع لما يحبُّه الله ويرضاه مِنَ الأَقوال والأعمال الظاهرة والباطنة .
Lafadz [ليعبدون] maknanya ibadah dalam bahasa adalah kerendahan diri dan ketundukan. Secara syariat: suatu nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah, berupa ucapan dan perbuatan, yang lahir (tampak) maupun batin (samar).
Kosakata:
[التذلُّل = “merendahkan diri”, atau “tunduk”]
[الخضوع = “tunduk”, “patuh”, atau “merendahkan diri.”]
والمعنى الإجمالي للآيةِ : أَنَّ الله - تعالى - أخبر أنه ما خلق الإنس والجنَّ إلا لعبادتِهِ ، فهي بيان للحكمة في خلقهم ، فلم يَرِدْ منهم ما تُريده السادة من عبيدِهَا مِنَ الإعانة لهم بالرزق والإطعام ، وإنّما أَرادَ المصلحة لهم .
Makna ayat secara global adalah bahwa Allah Ta‘ala mengabarkan bahwa Dia tidak menciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Ini merupakan penjelasan tentang hikmah penciptaan mereka. Allah tidak menghendaki dari mereka seperti yang diinginkan para tuan dari hamba-hambanya berupa bantuan dalam rezeki dan pemberian makan, tetapi Dia menghendaki kemaslahatan bagi mereka.
#. Kemaslahatan secara umum berarti segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan, manfaat, kegunaan, atau keselamatan bagi manusia.
#. Hamba sahaya adalah: orang yang berada di bawah kekuasaan orang lain (tuan), sehingga tidak memiliki kebebasan penuh atas dirinya, baik dalam pekerjaan, tempat tinggal, maupun keputusan hidup.
Penjelasan sederhana: → mereka harus taat kepada tuannya dan pada masa lalu sering diperjualbelikan.
Kosakata:
[الإجمالي = “secara umum”, “global”, atau “ringkas (tidak terperinci).”]
[يَرِدْ - تُريده - أَرادَ = menghendaki, menginginkan]
[السادة = “para pemimpin”, “para tuan”, atau “orang-orang kaya.”]
[عبيدِ = “hamba-sahaya” atau “budak-budak.”]
[الإعانة = “pertolongan”, “bantuan”, atau “dukungan.”]
ومناسبة الآية للباب : أنها تدلُّ على وجوب التوحيد ، الذي هو إفراد الله بالعبادة . لأنه ما خلق الجن والإنس إلا لأجل ذلك .
Kesesuaian ayat ini dengan bab adalah bahwa ayat tersebut menunjukkan wajibnya tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah. Karena Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk tujuan itu.
Kosakata:
[مناسبة = “kesesuaian”, “kecocokan”, atau “keterkaitan.”]
[تدلُّ = “menunjukkan”, “menjadi bukti”, atau “mengisyaratkan.”]
[لأجل = "bertujuan", "untuk tujuan"]
[إفراد الله بالعبادة = mengesakan Allah dalam ibadah]
ما يُستفادُ مِنَ الآية :
Apa yang dapat diambil (dipetik pelajaran) dari ayat tersebut:
۱ - وجوب إفرادِ اللهِ بالعبادة على جميع الثقلين ؛ الجن والإنس .
1. Wajibnya mengesakan Allah dalam ibadah atas seluruh makhluk yang dibebani (dua golongan), yaitu jin dan manusia.
[الثقلين = dua golongan (jin dan manusia)]
٢ - بيان الحكمة من خلقِ الجن والإنس .
2. Penjelasan tentang hikmah (tujuan) penciptaan jin dan manusia.
[خلقِ = diciptakan]
[الحكمة = hikmah/tujuan]
٣ - أنَّ الخالق هوا لذي يستحقّ العبادة دون غيره ممن لا يخلُق ، ففي هذا ردّ على عُبَّادِ الأصنام وغيرها .
3. Bahwa Sang Pencipta-lah yang berhak disembah, bukan selain-Nya dari yang tidak menciptakan. Dalam hal ini terdapat bantahan terhadap para penyembah berhala dan selainnya.
[العبادة = disembah]
[يستحقّ = lebih berhak]
[الخالق = yang menciptakan]
[ردّ = bantahan/penolakan]
[عُبَّادِ = penyembahan]
٤ - بيانُ غِنَى الله سبحانه وتعالى عن خلقِهِ وحاجة الخلق إليه ، لأنه هو الخالق ، وهم مخلوقون .
4. Penjelasan bahwa Allah Subhanahu wa Ta‘ala Maha Kaya (tidak membutuhkan) dari makhluk-Nya, sedangkan makhluk sangat membutuhkan-Nya; karena Dia adalah Sang Pencipta, dan mereka adalah makhluk.
[حاجة = membutuhkan]
[مخلوقون = makhluk (yang diciptakan)]
٥ - إثبات الحكمة في أفعالِ الله سبحانه .
5. Penetapan adanya hikmah dalam perbuatan-perbuatan Allah Subhanahu (wa Ta‘ala).
[إثبات = menetapkan/mengakui]
[أفعالِ = perbuatan atau tindakan]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar