Selasa, 02 Juni 2026

Kitab Tauhid : 20 (Bab mengajak kepada persaksian Lailaha illallah)

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 19 | IndeX | Lanjut 21

 

 

باب الدعاءِ إِلى شَهَادَةِ أَنْ لا إله إِلَّا اللَّهُ 

Bab mengajak  kepada persaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah

 

 

ولَهُمَا عَنْ سهل بن سعد - رضي الله عنه : أَنَّ رسولَ اللهِ ﷺ قال يومَ خيبر : « الأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَداً رَجُلاً يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيُحِبُّهُ اللهُ وَرَسُولُهُ ، يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَى يَدَيْهِ » ، فَبَاتَ النَّاسُ يَدُوكُونَ لَيْلَتَهُمْ أَيُّهُمْ يُعْطَاهَا ، فَلَمَّا أَصْبَحُوا غَدَوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ كُلُّهُمْ يَرْجُو أَنْ يُعْطَاهَا . فَقَالَ : « أَيْنَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ ؟ » فَقِيلَ : هُوَ يَشْتَكِي عَيْنَيْهِ ، فَأَرْسَلُوا إِلَيْهِ فَأُتِيَ بِهِ فَبَصَقَ فِي عَيْنَيْهِ وَدَعَا لَهُ ، فَبَرَأَ كَأَنْ لَمْ يَكُنْ بِهِ وَجِعٌ ، فَأَعْطَاهُ الرَّايَةَ وَقَالَ : « انْفُدْ عَلَى رِسْلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ ثُمَّ ادْعُهُم إِلى الإِسْلامِ ، وَأَخْبِرْهُمْ بِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حَقٌّ اللَّهِ تَعَالَى فِيهِ ، فَوَاللهِ لأَنْ يَهْدِي اللَّهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِداً خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ . 

Dan keduanya (yaitu Imam Bukhari dan Imam Muslim) meriwayatkan dari Sahel bin Sa'd radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda pada hari Perang Khaibar:

"Sungguh, besok aku akan memberikan panji perang kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah serta Rasul-Nya mencintainya. Allah akan memberikan kemenangan melalui kedua tangannya."

Maka orang-orang semalaman membicarakan siapa di antara mereka yang akan diberi panji itu. Ketika pagi tiba, mereka datang kepada Rasulullah ﷺ, dan masing-masing berharap dialah yang akan diberi panji tersebut.

Lalu beliau bertanya:

"Di manakah Ali bin Abi Thalib?"

Dijawab: "Ia sedang sakit mata."

Maka beliau mengutus seseorang untuk memanggilnya, lalu Ali dibawa menghadap beliau. Rasulullah ﷺ meludahi kedua matanya dan mendoakannya, maka sembuhlah ia seketika, seakan-akan sebelumnya tidak pernah merasakan sakit.

Kemudian beliau menyerahkan panji itu kepadanya dan bersabda:

"Berangkatlah dengan tenang hingga engkau sampai di wilayah mereka. Kemudian ajaklah mereka kepada Islam, dan beritahukan kepada mereka hak Allah yang wajib mereka tunaikan. Demi Allah, sungguh jika Allah memberi hidayah kepada satu orang saja melalui perantaraanmu, itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah."

 

يَدُوكُونَ أَي : يَخُوضُونَ . 

Kata [يَدُوكُونَ أَي] : yaitu mereka membicarakan, memperbincangkan, atau memperdebatkan sesuatu.

سهل بن سعد : هو سهل بن سعد بن مالك بن خالد الأنصاري الخزرجي الساعديّ صحابيّ شهيرٌ مات سنة ٨٨ هـ وقد جاوز المائة . 

Kata [سهل بن سعد] : adalah Sahl bin Sa'd bin Malik bin Khalid Al-Anshari Al-Khazraji As-Sa'idi, seorang sahabat yang terkenal. Beliau wafat pada tahun 88 H, dan usianya telah melewati seratus tahun."

ولهما : أي البخاري ومسلم في صحيحيهما . 

Kata [ولهما] : yaitu Bukhari dan Muslim, dalam kedua kitab Shahih mereka.

يوم خيبر : أي يوم حصار خيبر سنة ٧ هـ . 

Kata [يوم خيبر] : yaitu pada saat pengepungan Khaibar pada tahun 7 Hijriah.

 

الراية : علم الجيش الذي يرجعون إليه عند الكرِّ والفرِّ . 

Kata [الراية] : adalah bendera pasukan yang menjadi tempat mereka berkumpul dan kembali ketika maju menyerang maupun ketika mundur."

يفتح الله على يديه : إخبار على وجه البشارة بحصولِ الفتح .

Kata [يفتح الله على يديه] : ini merupakan pemberitahuan dalam bentuk kabar gembira bahwa kemenangan akan diperoleh.

ليلتهم : منصوب على الظرفية . 

Kata [ليلتهم] : berkedudukan manshub sebagai zharaf (keterangan waktu).

أيُّهم : برفع (أي) على البناء لإضافَتِهَا وحذفِ صدرِ صِلَتِهَا . 

Kata [أيُّهم ] : dibaca rafa' pada (أيُّ) karena mabni, disebabkan penyandarannya (idhafah) dan karena dihapusnya bagian awal dari silah (kalimat yang menjelaskannya).

[البناء - dalam keadaan mabni (tidak berubah akhirnya karena amil)]

[لإضافتها - karena ia diidhafahkan/ditambahkan kepada dhamir (هم)

 

علي بن أبي طالب : هو ابن عمِّ رسولِ اللهِ ﷺ وزوج ابنتِهِ فاطمةَ والخليفة الرابعُ مِنْ أَسبق السابقين إلى الإسلام وأحد العشرة المبشرين بالجنةِ رضي الله عنهم أجمعين قُتِلَ سنة ٤٠ هـ . 

Kata [علي بن أبي طالب] : adalah sepupu Rasulullah ﷺ, suami putri beliau, Fatimah. Beliau adalah khalifah keempat, termasuk orang-orang yang paling dahulu masuk Islam, dan salah seorang dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira masuk surga. Semoga Allah meridhai mereka semua. Beliau wafat (terbunuh) pada tahun 40 Hijriah."

يشتكي عينيه : أي تؤلمانه مِنَ الرمد . 

Kata [يشتكي عينيه] : yaitu kedua matanya terasa sakit karena penyakit ramad (radang mata).

فبراً : بفتح الباء على وزن ضَرَبَ ، ويجوز كسرُهَا على وزن عَلِمَ ، أي عُوفي عافية كاملة . 

Kata [فبراً] : huruf ba' dibaca fathah (بَرَأَ) mengikuti wazan ḍaraba (ضَرَبَ), dan boleh juga dibaca kasrah (بَرِئَ) mengikuti wazan 'alima (عَلِمَ). Artinya: ia sembuh dan pulih dengan kesembuhan yang sempurna."

أعطاه الراية : دفعها إليه . 

Kata [أعطاه الراية] : yaitu beliau menyerahkan panji itu kepadanya.

انقذ : أي امض لوجهك . 

Kata [انقذ] : pergilah terus menuju tujuanmu.

على رسلك : على رِفْقِكَ مِنْ غَيْرِ عَجَلَةٍ . 

Kata [على رسلك] : dengan tenang dan perlahan, tanpa tergesa-gesa.

بساحتهم : بفناء أرضِهِم وما قَرُبَ من حُصُونِهِم . 

Kata [بساحتهم] : yaitu di halaman atau kawasan tanah mereka, dan tempat yang dekat dengan benteng-benteng mereka. 

 

إلى الإسلام : وهو الاستسلام الله بالتوحيد والانقياد له بالطاعة والخلوص مِنَ الشركِ وأهلِهِ . 

Kata [إلى الإسلام] : yaitu berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan, serta berlepas diri dari syirik dan para pelakunya.

وأخبرهم ... إلخ : أي أنَّهم إن أجابُوك إلى الإسلامَ الَّذي هو التوحيد ، فأخبرْهُم بما يجبُ عليهم بعدَ ذَلِكَ مِنْ حَقِّ اللَّهِ فِي الإِسلامِ مِنَ الصلاة والزكاة والصيامِ والحج وغير ذلِكَ . 

Dan beritahukanlah kepada mereka ... dan seterusnya; maksudnya, jika mereka memenuhi ajakanmu kepada Islam, yaitu tauhid, maka beritahukanlah kepada mereka apa yang wajib atas mereka setelah itu berupa hak-hak Allah dalam Islam, seperti salat, zakat, puasa, haji, dan selainnya.

لأن يهدي الله : في تأويل مصدر مبتدأ خبره (خير) . 

Kata [لأن يهدي الله] : ditakwilkan sebagai mashdar (kata benda verbal) yang berkedudukan sebagai mubtada', sedangkan khabarnya adalah (خير).

حُمْرُ النَّعَمِ : أي الإبل الحمرُ ، وهي أنفس أموال العرب . 

Kata [حُمْرُ النَّعَمِ] : yaitu unta-unta merah, dan itulah harta yang paling berharga di kalangan bangsa Arab. 

Kitab Attibyan : 01

 

 التبين في آداب حملة القرآن


Penjelasan tentang Adab-Adab Para Pengemban (penghafal) Al-Qur'an

 

Oleh: Imam Abi Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi

 

Kembali | IndeX | Lanjut 2

 

 

الباب الأول 

Bab Pertama

 

 

في أَطْرَافِ مِنْ فَضِيلَةِ تِلَاوَةِ الْقُرْآن وَحَمَلَتَهِ 

Beberapa pembahasan tentang keutamaan membaca Al-Qur'an dan para penghafalnya

قال عز وجل : ﴿ إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَبَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَوَةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَرَةً لَّن تَبُورَ - لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورُ ﴾ [ فاطر : ٢٩ ] . 

Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an), mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan suatu perdagangan  yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambahkan kepada mereka karunia-Nya. Sungguh, Dia Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (menghargai amal hamba-hamba-Nya)." (QS. Fathir: 29–30)

وروّينا عن عثمان بن عفان - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله ﷺ : خيركم من تعلم القرآن وعلّمه . 

Dan kami meriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

'Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya.'"

رواه أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم البخاري في صحيحه الذي هو أصح الكتب بعد القرآن . 

Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya, yang merupakan kitab paling sahih setelah Al-Qur'an.

وعن عائشة - رضي الله عنها - قالت : قال رسول الله ﷺ : « الَّذِي يَقْرأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ ، مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ يَتَتَعْتَعُ فِيهِ ، وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌ لَهُ أَجْرَانِ » . 

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

"Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka ia akan bersama para malaikat pencatat wahyu yang mulia lagi taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur'an sedangkan ia terbata-bata dalam membacanya dan merasa kesulitan, maka baginya dua pahala."

رواه البخاري وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما .

Hadist ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Abu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi An-Naisaburi dalam kedua kitab Shahih mereka.

وعن أبي موسى الأشعري - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله ﷺ : مثل المؤمن الذي يقرأُ القُرآن مثل الأترجة ريحها طيّب ، وطعمها  طيّب .

Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

"Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur'an adalah seperti utrujjah (sejenis jeruk), aromanya harum dan rasanya pun enak."

وَمَثَلُ المؤمن الذي لا يقرأ القرآن مثل التمرة ، لاربيح لها طعمها طيّب حلو .

Dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti kurma, tidak memiliki aroma, tetapi rasanya enak dan manis."

وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ ، مَثَلِ الرَّيْحَانَةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ 

Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur'an adalah seperti raihanah (tanaman yang harum), aromanya harum, tetapi rasanya pahit.

وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ ، كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ 

Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti buah hanzhalah; tidak memiliki aroma dan rasanya pahit.

[الحنظلة - buah yang terkenal sangat pahit rasanya]

رواه البخاري ومسلم . 

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim

وعن عمر بن الخطاب - رضي الله تعالى عنه - أن النبي ﷺ قال : « إن الله تعالى يرفع بهذا الكلام أقواما ، ويَضَعُ به آخرين » . رواه مسلم 

Dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ta'ala 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah Ta'ala mengangkat derajat suatu kaum dengan kalam (Al-Qur'an) ini, dan merendahkan dengannya kaum yang lain." Hadist riwayat Muslim

وعن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله ﷺ يقول : « اقرؤوا القرآن فإنه يأتي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأصحابه » . رواه مسلم 

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

"Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya Al-Qur'an akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.'"

وعن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي ﷺ قال : « لا حَسَدَ إلا في اثنتين : 

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

"Tidak boleh hasad (iri) kecuali pada dua perkara..."

۱ - رجل آتَاهُ اللهُ الْقُرْآنَ ، فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيلِ وَآنَاءِ النَّهَارِ .

1. Seorang laki-laki yang Allah anugerahkan kepadanya Al-Qur'an, lalu ia membacanya dan mengamalkannya pada waktu-waktu malam dan siang.

٢ - وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ .

2. Dan seorang laki-laki yang Allah anugerahkan harta kepadanya, lalu ia menginfakkannya pada waktu-waktu malam dan siang."

رواه البخاري ومسلم 

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim

وروينا أيضاً من رواية عبد الله بن مسعود - رضي الله عنه - بلفظ « لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ » : 

Dan kami juga meriwayatkan dari jalur riwayat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu dengan lafaz: 'Tidak ada hasad (iri) kecuali pada dua perkara'.

١ - رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ بالْحَق

1. Seorang laki-laki yang Allah anugerahkan harta kepadanya, lalu Allah memberinya kemampuan untuk membelanjakannya dalam jalan yang benar.

٢ - وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

2. Dan seorang laki-laki yang Allah anugerahkan kepadanya hikmah, lalu ia memutuskan perkara dengannya dan mengajarkannya. 

Jumat, 29 Mei 2026

Kitab Tauhid : 19 (Bab mengajak kepada persaksian Lailaha illallah)

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 18 | IndeX | Lanjut 20

 

 

باب الدعاءِ إِلى شَهَادَةِ أَنْ لا إله إِلَّا اللَّهُ 

Bab mengajak  kepada persaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah

 

  

عَنِ ابنِ عباس : أَنَّ رسول الله ﷺ لَمَّا بَعَثَ معاذاً إلى اليمن قَالَ لَهُ : « إِنَّكَ تَأْتِي قَوْماً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لا إله إلا الله » وفي رواية : « إلى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ . فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَّقَةٌ تُؤخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتْرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ . فَإِنْ هُم أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بينهَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ » أخرجاه البخاري و مسلم . 

Dari Abdullah bin Abbas, bahwa Muhammad ketika mengutus Muadz bin Jabal ke negeri Yaman, beliau bersabda kepadanya:

“Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari kalangan Ahli Kitab. Maka hendaklah yang pertama kali engkau dakwahkan kepada mereka adalah persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.”

Dalam riwayat lain: “Agar mereka mentauhidkan Allah. Jika mereka menaati engkau dalam hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu dalam setiap hari dan malam. Jika mereka menaati engkau dalam hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka sedekah (zakat) yang diambil dari orang-orang kaya mereka lalu dikembalikan kepada orang-orang fakir mereka. Jika mereka menaati engkau dalam hal itu, maka jauhilah mengambil harta-harta terbaik mereka. Dan takutlah terhadap doa orang yang dizalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara doa itu dengan Allah.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

بعَثَ معاذاً : وجَّهَهُ وأَرسَلَهُ . 

Kata [بعثَ معاذاً] : mengutus dan mengirim Muadz bin Jabal.

إلى اليمن : إلى الإقليم المعروفِ جنوب الجزيرة العربية داعياً إلى الله ووالياً وقاضياً وذلك في سنة عشر مِنَ الهجرة . 

Kata [إلى اليمن] : ke wilayah yang terkenal di bagian selatan Jazirah Arab, untuk berdakwah kepada Allah, menjadi pemimpin, dan hakim. Hal itu terjadi pada tahun kesepuluh Hijriah di Yaman.

أهل الكتاب : هُمُ اليهود والنصارى لأَنَّهُم كانوا في اليمنِ أَكثَرَ مِنْ مُشرِكي العرب أو أغلب . 

Kata [أهل الكتاب] : adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka di Yaman lebih banyak daripada kaum musyrik Arab, atau mereka adalah golongan yang paling dominan.

شهادة : يجوزُ فِيهَا الرفع على أنّه اسمٌ يَكُنْ مَؤخَّراً وأُولُ خبرُهَا مقدم ويجوز العكس . 

Kata [شهادة] : boleh dibaca rafa‘ sebagai isim dari “yakun” yang diakhirkan, sedangkan khabarnya didahulukan. Dan boleh juga sebaliknya.

وفي رواية : أي في رواية أُخرى في صحيح البخاري . 

Kata [وفي رواية] : maksudnya: dalam riwayat lain yang terdapat di Sahih al-Bukhari.

أطاعوك لذلِكَ : أي شَهِدُوا وانقادوا لدعوتِكَ وَكَفَرُوا بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دونِ الله . 

Kata [أطاعوك لذلِكَ] : maksudnya mereka bersyahadat, tunduk kepada dakwahmu, dan mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah.

افْتَرَضَ عليهم : أَوْجَبَ عَلَيْهِم . 

Kata [افْتَرَضَ عليهم] : maksudnya Allah mewajibkan atas mereka.

أطاعوك لِذلِكَ : آمَنُوا بفرضيَّتِهَا وأَقَامُوهَا . 

Kata [أطاعوك لِذلِكَ] : maksudnya mereka beriman akan kewajibannya dan menegakkannya.

افترض عليهم صدقة : أوجب عليهم الزكاة . 

Kata [افترض عليهم صدقة] : maksudnya Allah mewajibkan atas mereka zakat.

إيَّاكَ : كلمة تحذير . 

Kata [إيَّاكَ] : adalah kata untuk memperingatkan atau memberi peringatan (kata tahdzir).

وكرائم : منصوب على التحذيرِ جَمْعُ كريمة ، وهي خيارُ المالِ ونفائسه . 

Kata [وكرائم] : dibaca manshub karena menjadi bentuk tahdzir (peringatan). Kata itu adalah jamak dari “karīmah”, yaitu harta yang terbaik dan paling berharga.

اتَّقِ دعوة المظلومِ : احذَرْهَا واجعل بينك وبينها وقاية بفعل العدل وترك الظُّلم . 

Kata [اتَّقِ دعوة المظلومِ] : maksudnya waspadalah terhadap doa tersebut, dan jadikan antara dirimu dengan doa itu pelindung, yaitu dengan berbuat adil dan meninggalkan kezaliman.

فإنَّه : أي الحال والشأنُ . 

Kata [فإنَّه] : maksudnya “sesungguhnya keadaan dan urusannya demikian.”

ليس بينها وبين الله حجاب : أي لا تحجبُ عَنِ اللَّهِ بَلْ ترفعُ إِليه فيقبَلُهَا . 

Kata [ليس بينها وبين الله حجاب] : maksudnya doa tersebut tidak terhalang dari Allah, bahkan diangkat kepada-Nya lalu dikabulkan.

أَخرجَاهُ : أي أَخرجه البخاريّ ومسلم في الصَّحِيحَيْنِ . 

Kata [أَخرجَاهُ] : maksudnya Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkannya dalam dua kitab sahih mereka.

المعنى الإجماليّ للحديثِ : أنَّ النبيَّ ﷺ لَمَّا وَجَّه معاذ بن جبل رضِيَ الله عنه إلى إقليم اليمن داعياً إلى الله ومعلماً رسم له الخطة التي يسير عليها في دعوتِهِ ، فبيَّنَ لهُ أَنَّه سيواجه قوماً أهل علم وجدلٍ مِنَ اليهود والنصارى ، ليكون على أهبة لمناظرتهم وردّ شبههم ، ثم ليبدأ في دعوته بالأهمّ فالأهم فيدعُو الناس إلى إصلاح العقيدة أولاً لأنها الأساس ، فإذا انقادوا لذلِكَ أمرَهُم بإقام الصلاة لأنها أعظمُ الواجباتِ بعد التوحيد ، فإذَا أَقاموها أمر أغنياءَهُم بدفع زكاة أموالهم إلى فقرائهم مواساة لهم وشكراً الله ، ثم حذّره من أخذ جيدِ المالِ لأَنَّ الواجب الوسط ، ثم حثّه على العدلِ وترك الظلمِ لِئَلَّا يدعُو عليه المظلوم ودعوتُهُ مستجابة . 

Makna secara global dari hadist ini : adalah bahwa ketika Nabi ﷺ mengutus Mu'adz bin Jabal ke wilayah Yaman sebagai da‘i kepada Allah dan pengajar, beliau menetapkan baginya manhaj yang harus ditempuh dalam berdakwah. Beliau menjelaskan bahwa ia akan menghadapi kaum dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang memiliki ilmu dan gemar berdebat, agar ia bersiap untuk berdialog dengan mereka dan membantah syubhat-syubhat mereka.

Kemudian beliau memerintahkannya agar memulai dakwah dengan perkara yang paling penting lalu yang berikutnya: mengajak manusia memperbaiki akidah terlebih dahulu karena itulah fondasi utama. Jika mereka telah menerima hal itu, maka mereka diperintahkan menegakkan salat karena salat adalah kewajiban terbesar setelah tauhid. Jika mereka telah menegakkannya, maka orang-orang kaya mereka diperintahkan menunaikan zakat kepada orang-orang fakir mereka sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur kepada Allah.

Lalu beliau memperingatkannya agar tidak mengambil harta terbaik milik mereka, karena yang wajib diambil adalah harta pertengahan. Setelah itu beliau mendorongnya untuk berlaku adil dan meninggalkan kezaliman, agar orang yang dizalimi tidak mendoakan keburukan atasnya, karena doa orang yang dizalimi itu dikabulkan.

مناسبة الحديث للباب : أنَّ أول ما يُدعَى إليه شهادة أن لا إله إلاّ الله ، وفيه إرسال الدعاة لذلِكَ . 

Kesesuaian hadist ini dengan bab :  adalah bahwa perkara pertama yang harus didakwahkan ialah syahadat “Lā ilāha illallāh”, dan di dalam hadis ini juga terdapat dalil tentang mengutus para da‘i untuk mengajak manusia kepada hal tersebut.



ما يُستفاد من الحديث :

Pelajaran yang dapat diambil dari hadis :

۱ - مشروعية إرسال الدعاة إلى الله .

1. Disyariatkannya mengutus para da‘i untuk berdakwah kepada Allah.

٢ - أن شهادةَ أَنْ لا إله إلا الله أول واجب وهي أول ما يُدعى إليه الناس .

2. Bahwa syahadat “Lā ilāha illallāh” adalah kewajiban pertama, dan merupakan perkara pertama yang didakwahkan kepada manusia.

٣ - أنّ معنى شهادة أن لا إله إلا الله توحيد الله بالعبادة وتركِ عبادة ما - سواه .

3. Bahwa makna syahadat “Lā ilāha illallāh” adalah mentauhidkan Allah dalam ibadah dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya.

٤ - أنَّه لا يحكم بإسلام الكافر إلا بالنطق بالشهادَتَيْنِ .

4. Bahwa orang kafir tidak dihukumi masuk Islam kecuali dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

٥ - أنَّ الإنسان قد يكون قارئاً عالماً وهو لا يعرف معنى لا إله إلا الله ، أو يعرفه ولا يعملُ بِهِ كحال أهل الكتاب .

5. Bahwa seseorang bisa saja pandai membaca dan berilmu, namun tidak mengetahui makna “Lā ilāha illallāh”, atau mengetahuinya tetapi tidak mengamalkannya, sebagaimana keadaan Ahli Kitab.

٦ - أنَّ مخاطبة العالم ليست كمخاطبة الجاهِلِ : ( إِنَّكَ تأتي قوماً مِنْ أهل الكتاب ) .

6. Bahwa cara berbicara kepada orang berilmu tidak sama dengan cara berbicara kepada orang jahil, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab.”

٧ - التنبيه على أنه ينبغي للإنسانِ خصوصاً الداعية أن يكون على بصيرة مِنْ دِينِهِ ، ليتخلَّصَ مِنْ شبهات المشبّهين وذلك بطلب العلم .

7. Peringatan bahwa seseorang, khususnya seorang da‘i, hendaknya memiliki pemahaman yang mendalam tentang agamanya agar dapat selamat dari syubhat orang-orang yang menimbulkan kerancuan, dan hal itu dicapai dengan menuntut ilmu.

٨ - أنَّ الصلاة أعظم الواجبات بعد الشهادتين .

8. Bahwa shalat adalah kewajiban yang paling agung setelah dua kalimat syahadat.

٩ - أنَّ الزكاة أوجب الأركان بعد الصلاة .

9. Bahwa zakat adalah rukun yang paling wajib setelah salat.

۱۰ - بیان مصرف مِنْ مصارف الزكاةِ وهُمُ الفقراء وجواز الاقتصار عليه .

10. Penjelasan tentang salah satu golongan yang berhak menerima zakat, yaitu orang-orang fakir, dan bolehnya mencukupkan penyaluran zakat kepada golongan tersebut saja.

١١ - أنَّه لا يجوز أخذ الزكاةِ مِنْ جيدِ المالِ إلا برضا صاحِبِهِ .

11. Bahwa tidak boleh mengambil zakat dari harta yang terbaik kecuali dengan kerelaan pemiliknya.

١٢ - التحذيرُ مِنَ الظلم ، وأنَّ دعوة المظلوم مستجابة ولو كان عاصياً .

12. Peringatan agar menjauhi kezaliman, dan bahwa doa orang yang dizalimi itu dikabulkan meskipun ia seorang pelaku maksiat.

Selasa, 26 Mei 2026

Kitab Tauhid : 18 (Bab mengajak kepada persaksian Lailaha illallah)

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 17 | IndeX | Lanjut 19

 

 

باب الدعاءِ إِلى شَهَادَةِ أَنْ لا إله إِلَّا اللَّهُ 

Bab mengajak  kepada persaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah

 

 

 

 وقولِ اللَّهِ تَعَالَى : ﴿ قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُوا إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَنَ اللهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴾ [ يوسف : ١٠٨ ] 

Dan Allah yang mahaluhur berfirman: “Katakanlah muhammad, Inilah jalanku, aku menyeru / mengajak (manusia) kepada Allah di atas ilmu (bashirah) yang nyata, aku dan orang-orang yang mengikutiku. Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.”

مناسبة البابِ لكتاب التوحيد : أنَّ المصنف رحمه الله لمّا ذكر في الأبواب السابقة التوحيد وفضله وما يوجب الخوف من ضدّه ، ذكر في هذا الباب أنه لا ينبغي لمن عَرَفَ ذلك أن يقتصر على نفسِهِ بَلْ يجب عليه أن يدعُوَ إلى الله تعالى بالحكمة والموعظة الحسنة كما هو سبيل المرسلين وأتباعهم . 

Kesesuaian bab ini dengan Kitab Tauhid: Sesungguhnya penulis rahimahullah, setelah menyebutkan pada bab-bab sebelumnya tentang tauhid, keutamaannya, dan hal-hal yang mewajibkan rasa takut terhadap lawannya (yaitu syirik), maka pada bab ini beliau menjelaskan bahwa tidak pantas bagi orang yang telah mengetahui hal tersebut untuk hanya mencukupkan diri pada dirinya sendiri. Bahkan wajib baginya untuk berdakwah mengajak kepada Allah Ta‘ala dengan hikmah dan nasihat yang baik, sebagaimana itulah jalan para rasul dan para pengikut mereka.

الدعاء : أي دعوة الناس . 

Kata [الدعاء] : yaitu mengajak atau menyeru manusia.

إلى شهادة أن لا إله إلا الله : أي إلى توحيد الله والإيمان به وبما جاءت به رسله مما هو مدلول هذه الشهادة . 

Kata [إلى شهادة أن لا إله إلا الله] : yaitu mengajak kepada mentauhidkan Allah, beriman kepada-Nya, dan kepada apa yang dibawa oleh para rasul-Nya yang merupakan kandungan dari syahadat tersebut.

قل : الخطاب للرسول ﷺ . 

Kata [قل] : perintah ini ditujukan kepada Rasulullah ﷺ.

هذه : أي الدعوة التي أدعُو إليها والطريقة التي أنا عليها . 

Kata [هذه] : yaitu dakwah yang aku serukan kepadanya dan jalan/metode yang aku berada di atasnya.

سَبِيلي : طريقتي ودعوتي . 

Kata [سَبِيلي] : jalanku dan dakwahku.

أدْعُو إلى الله : إلى توحيدِ اللهِ لا إلى حظٍّ مِنْ حظوظ الدنيا ولا إلى رئاسة ولا إلى حزبية . 

Kata [أدْعُو إلى الله] : yaitu kepada tauhid kepada Allah, bukan kepada kepentingan dunia, bukan pula kepada kedudukan, dan bukan kepada fanatisme golongan/partai.

على بصيرة : على علم بذلك وبرهان عقليّ وشرعيّ ، والبصيرة المعرفةُ التي يُميّز بها بين الحق والباطل . 

Kata [على بصيرة] : yaitu di atas ilmu tentang hal tersebut serta dalil akal dan dalil syariat. Dan bashirah adalah pengetahuan yang dengannya dapat dibedakan antara yang hak dan yang batil.

 

وَمَنِ اتَّبَعَنِي : أي آمَنَ بِي وصدَّقَني : يحتمل أنّه عطف على الضمير المرفوع في (أدْعُو) فيكون المعنى : أنا أدعُو إلى الله على بصيرة ومن اتبعني كذلك يدعو إلى الله على بصيرة : ويحتمل أن يكون عطفاً على الضمير المنفصل (أنا) فيكونُ المعنى : أنا وأتباعي على بصيرة . 

Kata [وَمَنِ اتَّبَعَنِي] : yaitu orang yang beriman kepadaku dan membenarkanku. Kalimat ini mengandung dua kemungkinan makna: Bisa jadi digangungkan kepada dhamir (kata ganti) marfū‘ pada kata “ad‘ū” [أدْعُو] artinya "aku menyeru", sehingga maknanya: Aku menyeru kepada Allah di atas bashirah, dan orang yang mengikutiku juga menyeru kepada Allah di atas bashirah. Bisa juga digangungkan kepada dhamir munfashil kata “anā” [أنا] (aku), sehingga maknanya: Aku dan para pengikutku berada di atas bashirah.

[عطف : secara bahasa berarti “menghubungkan” atau “menggabungkan”.

 

والتحقيق : أنَّ العطف يتضمّنُ المعنيين فأتباعُهُ هُمْ أَهل البصيرة الداعون إلى الله . 

Kata [والتحقيق] "Dan pendapat yang kuat" : bahwa penggabungan tersebut mencakup kedua makna itu sekaligus. Maka para pengikut beliau adalah orang-orang yang memiliki bashirah dan juga mengajak kepada Allah.

وسبحانَ اللهِ : وأَنزّه الله وأُقدِّسُهُ عَنْ أَنْ يكونَ لَهُ شريك ، في ملكه أو معبود بحقّ سواه . 

Kata [وسبحانَ اللهِ] : yaitu aku menyucikan dan mengagungkan Allah dari adanya sekutu bagi-Nya, baik dalam kerajaan-Nya maupun adanya sesembahan yang berhak disembah selain-Nya.

المعنى الإجماليّ للآية : يأمرُ الله رسوله أن يخبر الناس عن طريقتِهِ وسنّتِهِ أَنَّها الدعوة إلى شهادة أن لا إله إلا الله على علم ويقين وبرهان ، وكُلُّ مَنِ اتَّبَعَهُ يدعُو إلى ما يَدْعُو إليه على علم ويقين وبرهان ، وأنّه هو ا وأتباعُهُ يُنَزِّهُونَ اللهَ عَنِ الشريكِ له في ملكه وعن الشريك له في عبادتِهِ ويتبرأ ممّن أشركَ بِهِ وإِنْ كَانَ أقرب قريبٍ . 

Makna ayat secara umum (global): Allah memerintahkan Rasul-Nya agar memberitahukan kepada manusia tentang jalan dan sunnah/metode beliau, yaitu berdakwah kepada syahadat lā ilāha illallāh di atas ilmu, keyakinan, dan dalil. Dan setiap orang yang mengikuti beliau juga berdakwah kepada apa yang beliau dakwahkan dengan ilmu, keyakinan, dan dalil.

Dan bahwa beliau serta para pengikutnya menyucikan Allah dari adanya sekutu bagi-Nya dalam kerajaan-Nya maupun sekutu dalam ibadah kepada-Nya. Mereka juga berlepas diri dari orang yang berbuat syirik kepada-Nya, sekalipun orang tersebut adalah kerabat yang paling dekat.

مناسبةُ الآيةِ للبابِ : أنَّ اللهَ ذَكَرَ فيها طريقة الرسول وأتباعه هي الدعوة إلى شهادَةِ أنْ لا إله إلا الله على علم بما يدعون إليه . ففيها وجوب الدعوة إلى شهادَةِ أنْ لا إله إلا الله الذي هو موضوع الباب . 

Kesesuaian ayat dengan bab: Bahwa Allah menyebutkan di dalam ayat tersebut metode Rasul dan para pengikut beliau, yaitu berdakwah kepada syahadat an lā ilāha illallāh di atas ilmu tentang apa yang mereka dakwahkan. Maka di dalamnya terdapat kewajiban berdakwah kepada syahadat an lā ilāha illallāh, yang itulah pokok pembahasan bab ini.

ما يُستفادُ مِنَ الآية : 

Pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut:

١ - أنَّ الدعوة إلى شهادةِ أنْ لا إله إلا الله هي طريقة الرسول وأتباعه .

1. Bahwa berdakwah kepada syahadat an lā ilāha illallāh adalah jalan/metode Rasul dan para pengikut beliau.

۲ - أنه يجب على الداعية أن يكون عالماً بما يدعو إليه عالماً بما ينهى عنْهُ .

2. Bahwa seorang dai wajib memiliki ilmu tentang apa yang ia dakwahkan dan ilmu tentang apa yang ia larang.

٣ - التنبيه على الإخلاص في الدعوة بأن لا يكون للداعية مقصد سوى وجه الله لا يقصد بذلِكَ تحصيل مال أو رئاسة أو مدح مِنَ الناسِ أو دعوة إلى حزب أو مذهب .

3. Peringatan tentang pentingnya ikhlas dalam berdakwah, yaitu agar seorang dai tidak memiliki tujuan selain mengharap wajah Allah. Ia tidak bertujuan mencari harta, kedudukan, pujian manusia, ataupun mengajak kepada kelompok atau madzhab tertentu.

٤ - أنَّ البصيرة فريضةٌ لأن اتِّباعَهُ ﷺ واجب ولا يتحقَّقُ اتباعُهُ إلاّ بالبصيرة وهي العلم واليقين .

4. Bahwa bashirah (ilmu yang jelas) itu hukumnya wajib, karena mengikuti Nabi ﷺ adalah wajib. Dan mengikuti beliau tidak akan terwujud kecuali dengan bashirah, yaitu ilmu dan keyakinan.

٥ - حسن التوحيد لأنَّه تنزيه اللهِ تَعَالَى .

5. Keindahan/keutamaan tauhid, karena tauhid merupakan penyucian Allah Ta‘ala.

٦ - قبحُ الشركِ لأَنَّه مسبةٌ للهِ تَعَالى .

6. Buruknya syirik, karena syirik merupakan penghinaan terhadap Allah Ta‘ala.

۷ - وجوب ابتعاد المسلم عَنِ المشركين لا يصير منهم في شيء فلا يَكْفِي أَنَّهُ لَا يُشْرِكُ .

7. Wajibnya seorang muslim menjauh dari orang-orang musyrik agar tidak menjadi bagian dari mereka dalam hal apa pun. Maka tidak cukup hanya dengan tidak berbuat syirik saja. 

 

Kembali 17 | IndeX | Lanjut 19

 

Senin, 25 Mei 2026

Kitab Tauhid : 17 (Bab tentang takut terhadap syirik)

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 16 | IndeX | Lanjut 18

 

 

باب الخوف من الشرك  

Bab tentang takut terhadap syirik



ولمسلم عَنْ جابر - رضي الله عنه - : أَنَّ رَسُولَ ﷺ قَالَ : « مَنْ لَقِيَ اللَّهِ وَهُوَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً دَخَلَ النَّارَ »  . 

Dan dalam riwayat Jabir bin Abdullah yang diriwayatkan oleh Muslim bin al-Hajjaj, bahwa Muhammad bersabda:
“Barang siapa bertemu Allah dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya, maka ia akan masuk surga. Dan barang siapa bertemu dengan-Nya dalam keadaan mempersekutukan sesuatu dengan-Nya, maka ia akan masuk neraka.”

جابر : هو جابرُ بنُ عبدِ اللهِ بنِ عمرو بن حرام الأنصاري السلميّ صحابيّ جليل مكثر ابنُ صحابيّ مات بالمدينة بعد السبعين وله أربع وتسعون سنة . 

Kata "Jabir" : adalah Jabir bin Abdullah bin ‘Amer bin Haram Al-Anshari As-Sulami, seorang sahabat yang mulia dan banyak meriwayatkan hadis. Beliau adalah putra dari seorang sahabat Nabi juga. Beliau wafat di Madinah setelah tahun 70 H, dalam usia 94 tahun.

مَنْ لَقِيَ اللَّهُ : مَنْ مَاتَ . 

Kata “barang siapa bertemu Allah” : maksudnya adalah “barang siapa yang meninggal dunia.”

لا يُشرك به : لم يتخذ معه شريكاً في الإلهيّة ولا في الربوبيّة . 

Kata “tidak mempersekutukan-Nya” : yaitu tidak menjadikan sekutu bagi Allah dalam uluhiyyah (ibadah) maupun dalam rububiyyah (ketuhanan dan pengaturan).

شيئاً : أي شركاً قليلاً أو كثيراً . 

Kata "sesuatu" : maksudnya kesyirikan, baik sedikit maupun banyak.

المعنى الإجماليّ للحديثِ : أنَّ الرسول ﷺ يخبرُنَا أَنَّ مَنْ مَاتَ على التوحيد فدخُولُهُ الجنةَ مقطوع بِهِ ، فإنْ كانَ صاحبَ كبيرة ومات مصرّا عليها فهو تحت مشيئة الله ، فإنْ عَفَا الله عنه دخلَهَا أولاً ، وإلاّ عُذِّبَ في النارِ ثُمَّ أُخرج منها وأُدخل الجنةَ . 

Makna secara global dari hadist ini : bahwa Muhammad mengabarkan kepada kita bahwa barang siapa meninggal di atas tauhid, maka masuknya ke dalam surga adalah suatu kepastian. Jika ia melakukan dosa besar dan meninggal dalam keadaan terus-menerus melakukannya, maka ia berada di bawah kehendak Allah. Jika Allah mengampuninya, ia akan langsung masuk surga. Namun jika tidak, ia akan diazab di neraka terlebih dahulu, kemudian dikeluarkan darinya dan dimasukkan ke dalam surga.

وأن مَنْ ماتَ على الشرك الأكبر لا يدخل الجنةَ ولا ينالَهُ مِنَ اللهِ رحمة ويخلد في النار ، وإنْ كانَ شركاً أصغر دخل النار - إنْ لم يكُن معه حسنات راجحة - لكن لا يخلَّدُ فيها . 

Dan bahwa barang siapa meninggal di atas syirik besar, maka ia tidak akan masuk surga, tidak mendapatkan rahmat dari Allah, dan akan kekal di dalam neraka. Adapun jika kesyirikannya adalah syirik kecil, maka ia dapat masuk neraka — apabila tidak memiliki kebaikan yang lebih berat (lebih banyak) — namun ia tidak kekal di dalamnya.

مناسبة الحديث للباب : أنّ فيه التغليظ في النهي عن الشرك مما يوجب شدة الخوف منه .

Kesesuaian hadist ini dengan bab : bahwa di dalam hadis tersebut terdapat penegasan keras dalam larangan berbuat syirik, yang menuntut adanya rasa takut yang sangat terhadap syirik itu.

ما يُستفادُ مِنَ الحديث :

Pelajaran yang dapat diambil dari hadis :

١ - وجوب الخوفِ مِنَ الشركِ ، لأنَّ النجاةَ مِنَ النارِ مشروطة بالسلامة من الشرك .

1. Wajib takut terhadap syirik, karena keselamatan dari neraka bergantung pada selamat dari kesyirikan.

٢ - أنَّه ليس العبرة بكثرة العمل ، وإنما العبرة بالسلامة مِنَ الشرك .

2. Bahwa yang menjadi ukuran bukanlah banyaknya amal, tetapi yang menjadi ukuran adalah keselamatan dari kesyirikan.

٣ - بیان معنى لا إله إلا الله وأنه ترك الشرك وإفراد الله بالعبادة .

3. Penjelasan makna “Lā ilāha illallāh”, yaitu meninggalkan kesyirikan dan mengesakan Allah dalam ibadah.

٤ - قرب الجنةِ والنارِ مِنَ العبدِ وأنّه ليس بينَهُ وبينَهُما إلاّ الموتُ .

4. Dekatnya surga dan neraka dengan seorang hamba, dan bahwa tidak ada penghalang antara dirinya dengan keduanya selain kematian.

٥ - فضيلة من سَلِمَ مِنَ الشركِ .

5. Keutamaan orang yang selamat dari kesyirikan.

 

Kembali 16 | IndeX | Lanjut 18

 

Jumat, 22 Mei 2026

Kitab Tauhid : 16 (Bab tentang takut terhadap syirik)

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 15 | IndeX | Lanjut 17

 

 

باب الخوف من الشرك  

Bab tentang takut terhadap syirik



وفي الحديثِ : « أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ فَسُئِلَ عَنْهُ فَقَالَ : الرِّيَاءُ » . 

Dalam hadis: ‘Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.’ Lalu beliau ditanya tentangnya, maka beliau bersabda: ‘Yaitu riya’.’

وفي الحديث : أي الحديث الذي رواه الإمام أحمد والطبراني وابن أبي الدنيا والبيهقي . 

Kata "Dan dalam hadis” : yaitu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ath-Thabrani, Ibnu Abi Ad-Dunya, dan Al-Baihaqi.

أخوف ما أخافُ عليكُم : أي أشدُّ خوفاً أخافُه عليكم . 

Kata “Yang paling aku khawatirkan atas kalian” : yaitu perkara yang paling besar aku takutkan menimpa kalian.

الرياءُ : إظهار العبادة لقصدِ رؤية الناس لها فيحمدونه عليها . 

Kata “Riya’” : yaitu menampakkan ibadah dengan tujuan agar manusia melihatnya, lalu mereka memuji pelakunya karena ibadah tersebut.

المعنى الإجمالي للحديث : لكمال شفقته ﷺ ورحمته بأُمتِهِ ونصحه لهم بحيث لم يترك خيراً إلا دلّهم عليه ولا شرًّا إلا حذَّرَهُم منه ، ومن الشرّ الذي حذّر منه الظهور بمظهر العبادة لقصدِ تحصيل ثناء الناس لأنه شرك في العبادة - وهو وإن كان شركاً أصغر فخطره عظيم ، لأنه يحبط العمل الذي قارتَهُ - ولما كانتِ النفوس مجبولة على محبة الرئاسة والمنزلة في قلوب الخلقِ إلا من سلَّم الله كان هذا أخوف ما يُخافُ على الصالحين - لقوة الداعي إليه - بخلاف الداعي إلى الشرك الأكبر ، فإِنَّهُ إِمَّا معدوم في قلوب المؤمنين الكاملين ، وإمّا ضعيف . 

“Makna umum hadis: karena sempurnanya kasih sayang, rahmat, dan nasihat Nabi ﷺ kepada umatnya, sehingga beliau tidak meninggalkan satu kebaikan pun melainkan menunjuki mereka kepadanya, dan tidak pula suatu keburukan melainkan beliau memperingatkan mereka darinya.

Di antara keburukan yang beliau peringatkan adalah menampakkan diri seolah-olah beribadah dengan tujuan memperoleh pujian manusia, karena hal itu merupakan syirik dalam ibadah. Meskipun termasuk syirik kecil, bahayanya sangat besar, sebab ia dapat menghapus amal yang dicampuri riya’.

Dan karena jiwa manusia secara tabiat menyukai kedudukan serta posisi di hati manusia — kecuali orang yang Allah selamatkan — maka inilah perkara yang paling dikhawatirkan menimpa orang-orang saleh, karena kuatnya dorongan menuju hal tersebut. Berbeda dengan dorongan kepada syirik besar, karena dorongan itu pada diri kaum mukminin yang sempurna imannya terkadang tidak ada sama sekali, atau jika ada maka sangat lemah.”

مناسبة الحديث للبابِ : أنَّ فيه الخوفَ مِنَ الشركِ الأَصغرِ كما أنَّ في الآيتين قبلَهُ الخوف مِنَ الشرك الأكبر ، والباب شامل للنوعين .

Kesesuaian hadis dengan bab: bahwa di dalamnya terdapat rasa takut terhadap syirik kecil, sebagaimana pada dua ayat sebelumnya terdapat rasa takut terhadap syirik besar. Dan bab ini mencakup kedua jenis syirik tersebut.

ما يُستفادُ مِنَ الحديثِ :

Pelajaran yang dapat diambil dari hadis :

۱ - شدة الخوفِ مِنَ الوقوع في الشرك الأصغر ، وذلك من وجهين : 

1. Sangat besarnya rasa takut terhadap terjatuh ke dalam syirik kecil, dan hal itu ditinjau dari dua sisi:

الأول : أنَّ الرسول ﷺ تخوّف مِنْ وقوعِهِ تخوّفاً شديداً . 

Pertama: bahwa Rasulullah ﷺ sangat mengkhawatirkan terjadinya syirik kecil tersebut.

الثاني : أنه ﷺ تخوَّفَ مِنْ وقوعِهِ في الصالحين الكاملينَ فَمَنْ دونَهُمْ من باب أولى .

Kedua: bahwa beliau ﷺ mengkhawatirkan terjadinya syirik kecil pada orang-orang saleh yang sempurna, maka orang-orang yang berada di bawah mereka lebih layak untuk dikhawatirkan lagi.

۲ - شده شفقته ﷺ على أُمَّتِهِ وحرصه على هدايَتِهِمْ ونصحِهِ لَهُمْ .

2. Besarnya kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, serta besarnya perhatian beliau terhadap hidayah dan nasihat untuk mereka.”

٣ - أنّ الشرك ينقسم إلى أكبر وأصغر - فالأكبر هو أن يسوّي غيرَ اللهِ بِاللهِ فيما هو من خصائص الله ، والأَصغرُ هو ما أتى في النصوص أنه شرك ولم يصل إلى حدِّ الأكبر - والفرق بينهما : 

3. Bahwa syirik terbagi menjadi syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar adalah menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang merupakan kekhususan Allah. Adapun syirik kecil adalah perkara yang disebut sebagai syirik dalam nash-nash, namun belum sampai pada tingkat syirik besar.

Perbedaan antara keduanya adalah:

أ - أنَّ الأكبر يحبط جميع الأعمال ، والأصغر يحبط العمل الذي قارته .

a. Syirik besar menghapus seluruh amal, sedangkan syirik kecil hanya menghapus amal yang dicampuri olehnya.”

ب - أنَّ الأكبر يخلّد صاحبَهُ في النار ، والأصغر لا يوجب الخلود في النار .

b. Syirik besar menyebabkan pelakunya kekal di dalam neraka, sedangkan syirik kecil tidak mengharuskan kekal di dalam neraka.”

جــ - أنَّ الأَكبر ينقلُ عَنِ الملة ، والأصغر لا ينقلُ عَنِ الملةِ .

c. Syirik besar mengeluarkan pelakunya dari agama (Islam), sedangkan syirik kecil tidak mengeluarkannya dari agama.

 

 

Kembali 15 | IndeX | Lanjut 17 

Senin, 18 Mei 2026

Kitab Tauhid : 15 (Bab tentang takut terhadap syirik)

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 14 | IndeX | Lanjut 16

 

 

باب الخوف من الشرك  

Bab tentang takut terhadap syirik




وقولِ اللهِ عزَّ وجلَّ : ﴿ إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَالِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن ﴾ [ السناء : ٤٨ ، ١١٦ ] . 

Dan firman Allah ‘Azza wa Jalla: ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.’ (QS. An-Nisā’ : 48 dan 116) 

وقال الخليل عليه السلام : ﴿ وَاجْنُبْنِي وَبَنِىَّ أَن نَّعْبُدَ الأصنام ﴾ [ إبراهيم : ٣٥ ] . 

Dan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam berkata: ‘Dan jauhkanlah aku dan anak-anakku dari menyembah berhala-berhala.’ (QS. Ibrāhīm: 35)

مناسبة البابِ لكتاب التوحيد : أنَّ المصنف رحمه الله لما ذكرَ التوحيد وفضله وتحقيقه ناسب أن يذكرَ الخوف من ضدِّه وهو الشرك ، ليحذرة المؤمنُ ويخافه على نفسه . 

Kesesuaian bab ini dengan Kitab Tauhid : bahwa penulis rahimahullah ketika telah menyebutkan tauhid, keutamaannya, dan realisasi/pengamalannya, maka sesuai untuk menyebutkan rasa takut terhadap lawannya, yaitu syirik, agar seorang mukmin mewaspadainya dan takut syirik menimpa dirinya.”

الخوف : توقع مكروه ، وهو ضدُّ الأمن . 

Kata “Al-khauf" (takut) : adalah memperkirakan atau mengkhawatirkan sesuatu yang dibenci/tidak disukai, dan itu adalah lawan dari rasa aman.

الشرك : صرف شيءٍ مِنَ العبادة لغير الله . 

Kata “Syirik" : adalah memalingkan sesuatu dari ibadah kepada selain Allah.

لا يغفر أن يشركَ بِهِ : أي لا يعفو عن عبد لقيه وهو يعبد غيرَهُ . 

Kata ‘Tidak ada ampunan jika mempersekutukan dengan-Nya’ : maksudnya Allah tidak memaafkan seorang hamba yang menemui-Nya dalam keadaan beribadah kepada selain-Nya.

ويغفر ما دونَ ذلِكَ : أي يغفر ما دونَ الشركِ مِنَ الذنوب .

Kata ‘Dan Allah mengampuni dosa selain syirik’ : maksudnya Allah mengampuni dosa-dosa yang berada di bawah syirik.

لمن يشاءُ : أي لمن يشاءُ المغفرة لَهُ من عباده حسب فضلِهِ ، وحكمته . 

Kata ‘Bagi siapa yang Dia kehendaki’ : maksudnya bagi hamba-hamba-Nya yang Allah kehendaki untuk diberi ampunan sesuai dengan karunia dan hikmah-Nya.

الخليل : الذي بلغ أعلى درجاتِ المحبة ، والمراد به إبراهيم عليه السلامُ الذي اتَّخَذَهُ الله خليلاً . 

Kata “Al-Khalīl" : adalah orang yang mencapai derajat cinta yang paling tinggi. Yang dimaksud di sini adalah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, yang Allah jadikan sebagai khalil (kekasih yang sangat dicintai).

اجنبنِي وبَنَيّ : اجْعَلْنِي وإياهُمْ في جانب وحيز بعيدٍ عَنْ ذلِكَ .

Kata ‘Jauhkanlah aku dan anak-anakku’ : maksudnya jadikanlah aku dan mereka berada di sisi dan tempat yang jauh dari hal tersebut (yaitu penyembahan berhala).

 

الأصنام : جمعُ صنم وهو ما كان منحوتاً على صورة البشر أو على صورة أي حيوان . 

Kata "Ashnam" (patung berhala) : bentuk jamak dari [صنم] yaitu sesuatu yang dipahat dalam bentuk manusia atau dalam bentuk hewan apa pun

المعنى الإجمالي للآية الأولى : أنَّ الله سبحانه يخبر خبراً مؤكَّداً أنه لا يغفر لعبد لقيه وهو مشرك به ليُحذِّرنا مِنَ الشرك ، وأنه يغفرُ ما دونَ الشركِ مِنَ الذنوب لمن يشاءُ أن يغفر له تفضُّلا وإحساناً ؛ لِئَلاَّ نقنطُ مِنْ رحمة الله . 

Makna secara umum (global) ayat pertama: sesungguhnya Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengabarkan dengan penegasan bahwa Dia tidak mengampuni seorang hamba yang menemui-Nya dalam keadaan berbuat syirik kepada-Nya, agar Dia memperingatkan kita dari syirik. Dan Dia mengampuni dosa-dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki untuk diampuni sebagai bentuk karunia dan kebaikan-Nya, agar kita tidak berputus asa dari rahmat Allah.

المعنى الإجمالي للآية الثانية : أنّ إبراهيم الخليل عليه الصلاة والسلام يدعو ربّه عزَّ وجلَّ أن يجعله هو وبنيه في جانب بعيدٍ عَنْ عبادةِ الأصنام وأن يباعد بينه وبينها ، لأنَّ الفتنة بها عظيمة ولا يأمن الوقوع فيها . 

Makna secara umum (global) ayat kedua: bahwa Nabi Ibrahim Al-Khalīl ‘alaihis ṣalātu was-salām berdoa kepada Rabbnya ‘Azza wa Jalla agar menjadikan dirinya dan anak keturunannya berada jauh dari penyembahan berhala, serta menjauhkan antara dirinya dengan berhala-berhala itu, karena fitnahnya sangat besar dan tidak ada yang merasa aman dari terjatuh ke dalamnya.

مناسبة الآيتين للبابِ : أنَّ الآية الأولى تدلُّ على أنَّ الشرك أعظم الذنوب ، لأنَّ من مات عليه لا يُغفرُ لَهُ ، وهذا يوجب للعبد شدة الخوف مِنْ هذا الذنب الذي هذا شأنه ، والآية الثانية تدلُّ على أنَّ إبراهيم خافَ الشرك على نفسه ودعا الله أن يعافيه منه ، فما الظَّنُّ بغيره ، فالآيتان تدلاَّن على وجوب الخوف من الشرك . 

Kaitan kedua ayat dengan bab: bahwa ayat pertama menunjukkan bahwa syirik adalah dosa yang paling besar, karena siapa yang mati di atas kesyirikan tidak akan diampuni. Hal ini mewajibkan seorang hamba sangat takut terhadap dosa yang demikian keadaannya.

Sedangkan ayat kedua menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim takut terjatuh ke dalam syirik atas dirinya sendiri, lalu beliau berdoa kepada Allah agar diselamatkan darinya. Maka bagaimana lagi dengan selain beliau?

Kedua ayat tersebut menunjukkan wajibnya takut terhadap syirik.

ما يُستفادُ مِنَ الآيتين :

Pelajaran yang dapat diambil dari kedua ayat tersebut:

١ - أنَّ الشرك أعظم الذنوب ، لأَنَّ الله تعالى أخبر أنه لا يغفِرَهُ لمن لم يتب منه .

1. Bahwa syirik adalah dosa yang paling besar, karena Allah Ta‘ālā mengabarkan bahwa Dia tidak mengampuninya bagi orang yang belum bertaubat darinya.

٢ - أنَّ ما عدا الشركِ مِنَ الذنوب إذا لم يَتُبْ منه داخل تحت المشيئة - إن شاء الله غفرَهُ بلا توبة ، وإِن شاءَ عذَّبَ بِهِ ـ ففي هذا دليل على خطورة الشرك .

2. Bahwa dosa selain syirik, jika pelakunya belum bertaubat darinya, maka berada di bawah kehendak Allah: jika Allah menghendaki Dia mengampuninya tanpa taubat, dan jika Dia menghendaki Dia mengazab karenanya. Dalam hal ini terdapat dalil tentang besarnya bahaya syirik.

٣ - الخوفُ مِنَ الشركِ ، فإنَّ إبراهيم عليه السلام ـ وهو إمام الحنفاء والذي كسَّرَ الأَصنام بيدِهِ - خَافَهُ على نفسِهِ فَكَيفَ بِمَنْ دُونِهِ .

3. Takut terhadap syirik, karena Nabi Ibrahim ‘alaihis-salām — padahal beliau adalah imam orang-orang hanif dan orang yang menghancurkan berhala-berhala dengan tangannya sendiri — tetap takut syirik menimpa dirinya. Maka bagaimana lagi dengan orang yang kedudukannya di bawah beliau.

٤ - مشروعية الدعاء لدفع البلاء ، وأنَّهُ لا غِنَى للإِنسان عن ربِّه .

4. Disyariatkannya berdoa untuk menolak bala, dan bahwa manusia tidak dapat merasa cukup tanpa Rabbnya.

٥ - مشروعية دعاء الإنسان لنفسه ولذريَّتِهِ .

5. Disyariatkannya seseorang berdoa untuk dirinya sendiri dan untuk keturunannya.

٦ - الردُّ على الجهالِ الذين يقولون : لا يقعُ الشرك في هذه الأُمةِ فَآمِنُوا - منه فوقعوا فيه .

6. Bantahan terhadap orang-orang bodoh yang mengatakan bahwa syirik tidak akan terjadi pada umat ini, sehingga mereka merasa aman darinya lalu akhirnya terjatuh ke dalam syirik. 

 

Kembali 14 | IndeX | Lanjut 16