Selasa, 26 Mei 2026

Kitab Tauhid : 18 (Bab mengajak kepada persaksian Lailaha illallah)

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 17 | IndeX | Lanjut 19

 

 

باب الدعاءِ إِلى شَهَادَةِ أَنْ لا إله إِلَّا اللَّهُ 

Bab mengajak  kepada persaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah

 

 

 

 وقولِ اللَّهِ تَعَالَى : ﴿ قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُوا إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَنَ اللهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴾ [ يوسف : ١٠٨ ] 

Dan Allah yang mahaluhur berfirman: “Katakanlah muhammad, Inilah jalanku, aku menyeru / mengajak (manusia) kepada Allah di atas ilmu (bashirah) yang nyata, aku dan orang-orang yang mengikutiku. Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.”

مناسبة البابِ لكتاب التوحيد : أنَّ المصنف رحمه الله لمّا ذكر في الأبواب السابقة التوحيد وفضله وما يوجب الخوف من ضدّه ، ذكر في هذا الباب أنه لا ينبغي لمن عَرَفَ ذلك أن يقتصر على نفسِهِ بَلْ يجب عليه أن يدعُوَ إلى الله تعالى بالحكمة والموعظة الحسنة كما هو سبيل المرسلين وأتباعهم . 

Kesesuaian bab ini dengan Kitab Tauhid: Sesungguhnya penulis rahimahullah, setelah menyebutkan pada bab-bab sebelumnya tentang tauhid, keutamaannya, dan hal-hal yang mewajibkan rasa takut terhadap lawannya (yaitu syirik), maka pada bab ini beliau menjelaskan bahwa tidak pantas bagi orang yang telah mengetahui hal tersebut untuk hanya mencukupkan diri pada dirinya sendiri. Bahkan wajib baginya untuk berdakwah mengajak kepada Allah Ta‘ala dengan hikmah dan nasihat yang baik, sebagaimana itulah jalan para rasul dan para pengikut mereka.

الدعاء : أي دعوة الناس . 

Kata [الدعاء] : yaitu mengajak atau menyeru manusia.

إلى شهادة أن لا إله إلا الله : أي إلى توحيد الله والإيمان به وبما جاءت به رسله مما هو مدلول هذه الشهادة . 

Kata [إلى شهادة أن لا إله إلا الله] : yaitu mengajak kepada mentauhidkan Allah, beriman kepada-Nya, dan kepada apa yang dibawa oleh para rasul-Nya yang merupakan kandungan dari syahadat tersebut.

قل : الخطاب للرسول ﷺ . 

Kata [قل] : perintah ini ditujukan kepada Rasulullah ﷺ.

هذه : أي الدعوة التي أدعُو إليها والطريقة التي أنا عليها . 

Kata [هذه] : yaitu dakwah yang aku serukan kepadanya dan jalan/metode yang aku berada di atasnya.

سَبِيلي : طريقتي ودعوتي . 

Kata [سَبِيلي] : jalanku dan dakwahku.

أدْعُو إلى الله : إلى توحيدِ اللهِ لا إلى حظٍّ مِنْ حظوظ الدنيا ولا إلى رئاسة ولا إلى حزبية . 

Kata [أدْعُو إلى الله] : yaitu kepada tauhid kepada Allah, bukan kepada kepentingan dunia, bukan pula kepada kedudukan, dan bukan kepada fanatisme golongan/partai.

على بصيرة : على علم بذلك وبرهان عقليّ وشرعيّ ، والبصيرة المعرفةُ التي يُميّز بها بين الحق والباطل . 

Kata [على بصيرة] : yaitu di atas ilmu tentang hal tersebut serta dalil akal dan dalil syariat. Dan bashirah adalah pengetahuan yang dengannya dapat dibedakan antara yang hak dan yang batil.

 

وَمَنِ اتَّبَعَنِي : أي آمَنَ بِي وصدَّقَني : يحتمل أنّه عطف على الضمير المرفوع في (أدْعُو) فيكون المعنى : أنا أدعُو إلى الله على بصيرة ومن اتبعني كذلك يدعو إلى الله على بصيرة : ويحتمل أن يكون عطفاً على الضمير المنفصل (أنا) فيكونُ المعنى : أنا وأتباعي على بصيرة . 

Kata [وَمَنِ اتَّبَعَنِي] : yaitu orang yang beriman kepadaku dan membenarkanku. Kalimat ini mengandung dua kemungkinan makna: Bisa jadi digangungkan kepada dhamir (kata ganti) marfū‘ pada kata “ad‘ū” [أدْعُو] artinya "aku menyeru", sehingga maknanya: Aku menyeru kepada Allah di atas bashirah, dan orang yang mengikutiku juga menyeru kepada Allah di atas bashirah. Bisa juga digangungkan kepada dhamir munfashil kata “anā” [أنا] (aku), sehingga maknanya: Aku dan para pengikutku berada di atas bashirah.

[عطف : secara bahasa berarti “menghubungkan” atau “menggabungkan”.

 

والتحقيق : أنَّ العطف يتضمّنُ المعنيين فأتباعُهُ هُمْ أَهل البصيرة الداعون إلى الله . 

Kata [والتحقيق] "Dan pendapat yang kuat" : bahwa penggabungan tersebut mencakup kedua makna itu sekaligus. Maka para pengikut beliau adalah orang-orang yang memiliki bashirah dan juga mengajak kepada Allah.

وسبحانَ اللهِ : وأَنزّه الله وأُقدِّسُهُ عَنْ أَنْ يكونَ لَهُ شريك ، في ملكه أو معبود بحقّ سواه . 

Kata [وسبحانَ اللهِ] : yaitu aku menyucikan dan mengagungkan Allah dari adanya sekutu bagi-Nya, baik dalam kerajaan-Nya maupun adanya sesembahan yang berhak disembah selain-Nya.

المعنى الإجماليّ للآية : يأمرُ الله رسوله أن يخبر الناس عن طريقتِهِ وسنّتِهِ أَنَّها الدعوة إلى شهادة أن لا إله إلا الله على علم ويقين وبرهان ، وكُلُّ مَنِ اتَّبَعَهُ يدعُو إلى ما يَدْعُو إليه على علم ويقين وبرهان ، وأنّه هو ا وأتباعُهُ يُنَزِّهُونَ اللهَ عَنِ الشريكِ له في ملكه وعن الشريك له في عبادتِهِ ويتبرأ ممّن أشركَ بِهِ وإِنْ كَانَ أقرب قريبٍ . 

Makna ayat secara umum (global): Allah memerintahkan Rasul-Nya agar memberitahukan kepada manusia tentang jalan dan sunnah/metode beliau, yaitu berdakwah kepada syahadat lā ilāha illallāh di atas ilmu, keyakinan, dan dalil. Dan setiap orang yang mengikuti beliau juga berdakwah kepada apa yang beliau dakwahkan dengan ilmu, keyakinan, dan dalil.

Dan bahwa beliau serta para pengikutnya menyucikan Allah dari adanya sekutu bagi-Nya dalam kerajaan-Nya maupun sekutu dalam ibadah kepada-Nya. Mereka juga berlepas diri dari orang yang berbuat syirik kepada-Nya, sekalipun orang tersebut adalah kerabat yang paling dekat.

مناسبةُ الآيةِ للبابِ : أنَّ اللهَ ذَكَرَ فيها طريقة الرسول وأتباعه هي الدعوة إلى شهادَةِ أنْ لا إله إلا الله على علم بما يدعون إليه . ففيها وجوب الدعوة إلى شهادَةِ أنْ لا إله إلا الله الذي هو موضوع الباب . 

Kesesuaian ayat dengan bab: Bahwa Allah menyebutkan di dalam ayat tersebut metode Rasul dan para pengikut beliau, yaitu berdakwah kepada syahadat an lā ilāha illallāh di atas ilmu tentang apa yang mereka dakwahkan. Maka di dalamnya terdapat kewajiban berdakwah kepada syahadat an lā ilāha illallāh, yang itulah pokok pembahasan bab ini.

ما يُستفادُ مِنَ الآية : 

Pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut:

١ - أنَّ الدعوة إلى شهادةِ أنْ لا إله إلا الله هي طريقة الرسول وأتباعه .

1. Bahwa berdakwah kepada syahadat an lā ilāha illallāh adalah jalan/metode Rasul dan para pengikut beliau.

۲ - أنه يجب على الداعية أن يكون عالماً بما يدعو إليه عالماً بما ينهى عنْهُ .

2. Bahwa seorang dai wajib memiliki ilmu tentang apa yang ia dakwahkan dan ilmu tentang apa yang ia larang.

٣ - التنبيه على الإخلاص في الدعوة بأن لا يكون للداعية مقصد سوى وجه الله لا يقصد بذلِكَ تحصيل مال أو رئاسة أو مدح مِنَ الناسِ أو دعوة إلى حزب أو مذهب .

3. Peringatan tentang pentingnya ikhlas dalam berdakwah, yaitu agar seorang dai tidak memiliki tujuan selain mengharap wajah Allah. Ia tidak bertujuan mencari harta, kedudukan, pujian manusia, ataupun mengajak kepada kelompok atau madzhab tertentu.

٤ - أنَّ البصيرة فريضةٌ لأن اتِّباعَهُ ﷺ واجب ولا يتحقَّقُ اتباعُهُ إلاّ بالبصيرة وهي العلم واليقين .

4. Bahwa bashirah (ilmu yang jelas) itu hukumnya wajib, karena mengikuti Nabi ﷺ adalah wajib. Dan mengikuti beliau tidak akan terwujud kecuali dengan bashirah, yaitu ilmu dan keyakinan.

٥ - حسن التوحيد لأنَّه تنزيه اللهِ تَعَالَى .

5. Keindahan/keutamaan tauhid, karena tauhid merupakan penyucian Allah Ta‘ala.

٦ - قبحُ الشركِ لأَنَّه مسبةٌ للهِ تَعَالى .

6. Buruknya syirik, karena syirik merupakan penghinaan terhadap Allah Ta‘ala.

۷ - وجوب ابتعاد المسلم عَنِ المشركين لا يصير منهم في شيء فلا يَكْفِي أَنَّهُ لَا يُشْرِكُ .

7. Wajibnya seorang muslim menjauh dari orang-orang musyrik agar tidak menjadi bagian dari mereka dalam hal apa pun. Maka tidak cukup hanya dengan tidak berbuat syirik saja. 

 

Kembali 17 | IndeX | Lanjut 19

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar