التبين في آداب حملة القرآن
Penjelasan tentang Adab-Adab Para Pengemban (penghafal) Al-Qur'an
Oleh: Imam Abi Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi
Kembali 6i | IndeX | Lanjut 6k
الباب السادس
Bab Keenam
[فصل] في قراءة يراد بها الكلام
[Sub bab] Membaca Al-Qur'an dengan Maksud Menyampaikan Pembicaraan
ذكر ابن أبي داود في هذا اختلافا. وروي عن إبراهيم النخعي رضي الله عنه أنه كان يكره أن يقال القرآن بشيء يعرض من أمر الدنيا.
Ibnu Abi Dawud menyebutkan bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai masalah ini.
Diriwayatkan dari Ibrahim An-Nakha'i rahimahullah, bahwa beliau memakruhkan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai ucapan untuk menanggapi urusan dunia yang sedang terjadi.
وعن عمر بن الخطاب رضي الله عنه أنه قرأ في صلاة المغرب بمكة ﴿والتين والزيتون﴾ ورفع صوته وقال: ﴿وهذا البلد الأمين﴾ .
Diriwayatkan pula dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika beliau mengimami salat Magrib di Makkah, beliau membaca Surah At-Tin. Saat sampai pada ayat:
"Dan demi negeri yang aman ini."
beliau mengeraskan suaranya ketika membacanya.
وعن حُكيم - بضم الحاء - بن سعد، أن رجلا من المحكمية أتى عليا رضي الله عنه وهو في صلاة الصبح فقال: ﴿لئن أشركت ليحبطن عملك﴾ فأجابه علي في الصلاه: ﴿فاصبر إن وعد الله حق ولا يستخفنك الذين لا يوقنون﴾ .
Diriwayatkan dari Hakim bin Sa'd bahwa seorang laki-laki dari golongan Muhakkimah datang kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu ketika beliau sedang melaksanakan salat Subuh, lalu orang itu membacakan firman Allah:
"Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu."
Maka Ali menjawabnya di dalam shalat dengan membaca firman Allah:
"Maka bersabarlah; sesungguhnya janji Allah itu benar. Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran) itu menggelisahkanmu."
قال أصحابنا: إذا استأذن إنسان على المصلي فقال المصلي: ﴿ادخلوها بسلام آمنين﴾ فإن أراد التلاوة، وأراد الإعلام لم تبطل صلاته، وإن أراد الإعلام ولم يحضره نية بطلت صلاته.
Para ulama mazhab kami (Syafi'iyyah) berkata:
Apabila seseorang meminta izin masuk kepada orang yang sedang shalat, lalu orang yang shalat itu menjawab dengan membaca ayat:
"Masuklah ke dalamnya dengan selamat lagi aman."
maka apabila ia berniat membaca Al-Qur'an sekaligus memberi isyarat atau memberitahukan kepada orang tersebut, shalatnya tidak batal.
Namun, jika ia semata-mata bermaksud memberi tahu, tanpa menghadirkan niat membaca Al-Qur'an, maka shalatnya batal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar