Sabtu, 04 Juli 2026

Shahih Bukhari 02

 كِتَابُ الْإِيمَانِ

Kitab tentang Iman


بِسْمِ ٱللهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


بَابُ الْإِيمَانِ وَقَوْلُِ النَّبِيِّ ﷺ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ، وَهُوَ قَوْلٌ وَفِعْلٌ وَيَزِيدُ وَيَنْقُصُ قَالَ اللهُ تَعَالَى ﴿لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ﴾ ﴿وَزِدْنَاهُمْ هُدًى﴾ ﴿وَيَزِيدُ اللهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى﴾ ﴿وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ﴾ ﴿وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا﴾ وَقَوْلُهُ ﴿أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا﴾ 

Bab Iman, dan sabda Nabi ﷺ: "Islam dibangun di atas lima perkara."

Iman itu adalah ucapan dan perbuatan, serta bertambah dan berkurang.

Allah Ta'ala berfirman:

"Agar mereka bertambah imannya di samping iman yang telah ada pada mereka." (QS. Al-Fath : 4)

"Dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk." (QS. Al-Kahfi : 13)

"Dan Allah akan menambah petunjuk kepada orang-orang yang telah mendapat petunjuk." (QS. Maryam : 76)

"Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahkan kepada mereka ketakwaannya." (QS. Muhammad : 17)

"Dan agar orang-orang yang beriman bertambah imannya." (QS. Al-Muddatsir : 31)

Dan firman-Nya: "Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan (turunnya surah) ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surah itu menambah iman mereka." (QS. At-taubah : 124)


وَقَوْلُهُ جَلَّ ذِكْرُهُ ﴿فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا﴾ وَقَوْلُهُ تَعَالَى ﴿وَمَا زَادَهُمْ إِلا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا﴾ وَالْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِي اللهِ مِنَ الْإِيمَانِ وَكَتَبَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ إِلَى عَدِيِّ بْنِ عَدِيٍّ: إِنَّ لِلْإِيمَانِ فَرَائِضَ وَشَرَائِعَ وَحُدُودًا وَسُنَنًا فَمَنِ اسْتَكْمَلَهَا اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ وَمَنْ لَمْ يَسْتَكْمِلْهَا لَمْ يَسْتَكْمِلِ الْإِيمَانَ، فَإِنْ أَعِشْ فَسَأُبَيِّنُهَا لَكُمْ حَتَّى تَعْمَلُوا بِهَا وَإِنْ أَمُتْ فَمَا أَنَا عَلَى صُحْبَتِكُمْ بِحَرِيصٍ

"Dan firman-nya Allah Yang Mahaagung sebutannya: 'Maka takutlah kepada mereka, namun hal itu justru menambah keimanan mereka.' (QS. Ali 'Imran: 173).

Dan firman-Nya Yang Mahatinggi: 'Dan (peristiwa itu) tidaklah menambah mereka selain keimanan dan kepasrahan.' (QS. Al-Ahzab: 22).

Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah termasuk bagian dari iman.

Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat kepada Adi bin Adi:

'Sesungguhnya iman itu memiliki kewajiban-kewajiban, syariat-syariat, batasan-batasan, dan sunnah-sunnah. Barang siapa menyempurnakan semuanya, maka sempurnalah imannya. Dan barang siapa belum menyempurnakannya, maka belum sempurna imannya. Jika aku masih hidup, niscaya akan aku jelaskan semuanya kepada kalian agar kalian dapat mengamalkannya. Namun jika aku meninggal, maka sesungguhnya aku tidaklah terlalu berharap untuk terus bersama kalian.'


وَقَالَ إِبْرَاهِيمُ: ﴿وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي﴾ وَقَالَ مُعَاذٌ: اجْلِسْ بِنَا نُؤْمِنْ سَاعَةً وَقَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ: الْيَقِينُ الْإِيمَانُ كُلُّهُ وَقَالَ ابْنُ عُمَرَ: لَا يَبْلُغُ الْعَبْدُ حَقِيقَةَ التَّقْوَى حَتَّى يَدَعَ مَا حَاكَ فِي الصَّدْرِ وَقَالَ مُجَاهِدٌ: ﴿شَرَعَ لَكُمْ﴾ أَوْصَيْنَاكَ يَا مُحَمَّدُ وَإِيَّاهُ دِينًا وَاحِدًا وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: ﴿شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا﴾ سَبِيلًا وَسُنَّةً.

Dan Ibrahim berkata, (sebagaimana disebutkan dalam firman Allah): "Akan tetapi agar hatiku menjadi tenteram." (QS. Al-Baqarah : 260)

Dan Muadz bin Jabal berkata, "Duduklah bersama kami, agar kita beriman (menambah keimanan) sesaat."

Dan Abdullah bin Mas'ud berkata, "Keyakinan (yaqin) adalah seluruh bagian dari iman."

Dan Abdullah bin Umar berkata, "Seorang hamba tidak akan mencapai hakikat ketakwaan hingga ia meninggalkan segala sesuatu yang menimbulkan keraguan di dalam hati."

Dan Mujahid bin Jabir berkata tentang firman Allah, "Dia telah mensyariatkan bagi kalian…", (QS. Asy-Syura : 13). maksudnya: "Kami telah mewasiatkan kepadamu, wahai Muhammad, dan kepada mereka, satu agama yang sama."

Dan Abdullah bin Abbas berkata tentang firman Allah, "'Syir‘atan wa minhājan' berarti jalan dan sunnah (tuntunan)."


بَابٌ: دُعَاؤُكُمْ إِيمَانُكُمْ

Bab: Doa kalian adalah iman kalian

(QS. Al-Furqan : 77)


٧ - حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُوسَى قَالَ: أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ».

07. Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Musa, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Hanzhalah bin Abi Sufyan, dari 'Ikrimah bin Khalid, dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, ia berkata:

Muhammad ﷺ bersabda:

"Islam dibangun di atas lima perkara:

Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Mendirikan salat, Menunaikan zakat, Menunaikan ibadah haji, Berpuasa pada bulan Ramadan."


بَابُ أُمُورِ الْإِيمَانِ

Bab: Perkara-perkara (cabang-cabang) Iman


وَقَوْلِ اللهِ تَعَالَى ﴿لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ﴾ ﴿قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ﴾ الْآيَةَ

Dan firman Allah Ta'ala:

"Bukanlah kebajikan itu sekadar kamu menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, para malaikat, kitab-kitab, dan para nabi; serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang membutuhkan), orang-orang yang meminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya; mendirikan salat, menunaikan zakat; orang-orang yang menepati janjinya apabila berjanji; serta orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan pada saat peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (dalam imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 177)

Dan firman Allah Ta'ala:

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman." (QS. Al-Mu'minun: 1), hingga akhir ayat. 

[Perkara-perkara Iman : menunjukkan bahwa iman mencakup banyak perkara, bukan sekadar keyakinan dalam hati.


٨ - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ».

08. Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu 'Amir Al-'Aqadi, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal, dari Abdullah bin Dinar, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dari Muhammad ﷺ, beliau bersabda:

"Iman itu memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan rasa malu adalah salah satu cabang dari iman."

[Kata بِضْعٌ (biḍ'un) berarti beberapa, yaitu bilangan antara tiga hingga sembilan. Karena itu, بضع وستون berarti enam puluh sekian, yaitu antara 63 hingga 69 cabang. Dalam riwayat lain disebutkan lebih dari tujuh puluh cabang, dan para ulama menjelaskan bahwa kedua riwayat tersebut tidak bertentangan karena berasal dari penyebutan yang berbeda atau perbedaan cara menghitung cabang-cabang iman.]

[Hadis ini menjadi dalil bahwa iman memiliki banyak cabang, meliputi keyakinan hati, ucapan lisan, dan amalan anggota badan.]

[Sabda beliau, "rasa malu adalah salah satu cabang dari iman," menunjukkan bahwa akhlak yang mulia juga merupakan bagian dari iman. Yang dimaksud adalah rasa malu yang mendorong seseorang meninggalkan maksiat dan melaksanakan ketaatan kepada Allah.]


بَابٌ: الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Bab: Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya


٩ - حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ وَإِسْمَاعِيلَ ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ، قَالَ: «الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ»

09. Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abi Iyas, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Abdullah bin Abi Safar dan Isma'il, dari Sya'bi, dari Abdullah bin Amrin bin 'As رضي الله عنهما, dari Muhammad ﷺ, beliau bersabda:

"Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah."

[Hadis ini menjelaskan bahwa kesempurnaan Islam seseorang tampak dari kemampuannya menjaga orang lain dari gangguan lisan (seperti dusta, ghibah, fitnah, celaan, dan ucapan yang menyakiti) serta tangan (segala bentuk perbuatan yang menyakiti atau menzalimi).]

["muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah," menunjukkan bahwa makna hijrah tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga mencakup hijrah dari dosa dan kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah.]


قَالَ أَبُو عَبْدِ اللهِ: وَقَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ: حَدَّثَنَا دَاوُدُ عَنْ عَامِرٍ قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ.

Kemudian Abu 'Abdillah (yaitu Muhammad bin Ismail al-Bukhari) berkata:

Abu Mu'awiyah berkata: Telah menceritakan kepada kami Dawud, dari 'Amir, ia berkata: Aku mendengar Abdullah (bin 'Amrin), dari Nabi ﷺ.


وَقَالَ عَبْدُ الْأَعْلَى: عَنْ دَاوُدَ عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ.

Dan Abdul A'la berkata:

Dari Dawud, dari 'Amir, dari Abdullah, dari Nabi ﷺ.


بَابٌ: أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ

Bab: Islam yang Manakah yang Paling Utama?


١٠ - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْقُرَشِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بُرْدَةَ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

10. Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Yahya bin Sa'id Al-Qurasyi, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami ayahku, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Burdah bin Abdullah bin Abi Burdah, dari Abu Burdah, dari Abu Musa al-Ash'ari رضي الله عنه, ia berkata:

Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, Islam yang manakah yang paling utama?"

Beliau ﷺ menjawab:

"Yaitu (Islamnya) orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya."

[Nabi ﷺ menjawab dengan menekankan menjaga lisan dan tangan, karena keduanya merupakan sumber paling banyak terjadinya gangguan dan kezaliman terhadap sesama.]

[Hadis ini menunjukkan bahwa kesempurnaan seorang Muslim tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah, tetapi juga dari sejauh mana ia menjaga hak-hak orang lain, sehingga mereka merasa aman dari ucapan maupun perbuatannya.]

[Hadis ini juga menjadi penegasan bahwa akhlak yang baik merupakan bagian penting dari kesempurnaan Islam.]


بَابٌ: إِطْعَامُ الطَّعَامِ مِنَ الْإِسْلَامِ

Bab: Memberi Makan Termasuk Ajaran Islam


١١ - حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

11. Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Khalid, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Layst, dari Yazid, dari Abul Khair, dari Abdullah bin Amri bin 'As رضي الله عنهما,

bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada nabi Muhammad ﷺ:

"Islam yang manakah yang paling baik?"

Beliau menjawab:

"Engkau memberi makan, dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal."

[Memberi makan (إطعام الطعام) mencakup memberi makan kepada orang yang membutuhkan, menjamu tamu, serta berbuat baik kepada sesama sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang.]

[Mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal menunjukkan anjuran untuk menyebarkan salam kepada seluruh kaum Muslimin, bukan hanya kepada kerabat, teman, atau orang yang telah dikenal.]

[Hadis ini menegaskan bahwa di antara amal terbaik dalam Islam adalah amalan yang memberikan manfaat kepada orang lain serta mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa aman di tengah masyarakat.]


بَابٌ: مِنَ الْإِيمَانِ أَنْ يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Bab: Termasuk Iman, Mencintai untuk Saudaranya Apa yang Dicintainya untuk Dirinya Sendiri


١٢ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

12. Telah menceritakan kepada kami Musaddad, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Syu'bah, dari Qatadah, dari Anas bin Malik رضي الله عنه, dari Muhammad ﷺ.

Dan diriwayatkan pula dari Husain Al-Mu'allim, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Anas bin Malik, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

"Tidaklah sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri."

[Sabda Nabi ﷺ, "Tidaklah beriman...", maksudnya adalah tidak sempurna imannya, bukan keluar dari Islam. Ini merupakan bentuk penafian (penolakan) kesempurnaan iman terhadap orang yang tidak memiliki sifat tersebut.]

[Yang dimaksud "saudaranya" adalah sesama Muslim, dan termasuk pula mencintai kebaikan bagi seluruh manusia dengan menginginkan mereka memperoleh hidayah, keselamatan, dan kebaikan.]

[Mencintai bagi saudara apa yang dicintai bagi diri sendiri berarti menginginkan mereka mendapatkan nikmat agama dan dunia sebagaimana yang diinginkan untuk diri sendiri, serta tidak senang melihat mereka tertimpa keburukan.]

[Hadis ini menunjukkan bahwa akhlak yang mulia dan kebersihan hati merupakan bagian dari iman, serta mendorong seorang Muslim untuk menjauhi sifat dengki, iri, dan egois.]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar