Kamis, 02 April 2026

Umdatul Ahkam : 98 (Kitab Tentang Berjihad)

 

  خُلَاصَةُ الْكَلَامِ عَلَى عُمْدَةُ الْأَحْكَامِ 

Ringkasan Penjelasan atas Kitab 'Umdatul-Ahkam  

oleh: Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih bin Hamd Al-Bassam

 

Kembali 97 | IndeX | Lanjut 99

 

 

كِتَابُ الجِهَادِ

Kitab Berjihad

(Perang dan Pertempuran dalam Islam)


 

Hadist ke Tiga Ratus Sembilan Puluh Enam :

 

عنْ عبدِ اللَّهِ بن أبِي أوفَى رَضِيَ اللَّهُ عنهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- فِي بَعْضِ أَيَّامِهِ الَّتِي لَقِيَ فِيهَا الْعَدُوَّ- انْتَظَرَ، حتَّى إِذَا مَالَتِ الشَّمْسُ قَامَ فِيهِمْ، فقالَ: (( يا أَيُّهَا النَّاسُ، لَا تَتَمَنَّوا لِقَاءَ الْعَدُوِّ، وَسَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ، فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا، وَاعْلَمُوا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلَالِ السُّيُوفِ )) ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (( اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ، وَمُجْرِيَ السَّحَابِ، وَهَازِمَ الأَحْزَابِ، اهْزِمْهُمْ، وَانصُرْنَا عَلَيْهِمْ )) .

 

Diriwayatkan Dari Abdullah bin Abi Aufa radhiyallāhu ‘anhumā, bahwa Rasulullah ﷺ — pada salah satu hari ketika beliau menghadapi musuh — menunggu hingga matahari condong ke barat, kemudian beliau maju kepada mereka. Beliau bersabda:

“Wahai manusia, janganlah kalian berharap untuk bertemu musuh, dan mintalah kepada Allah keselamatan. Jika kalian bertemu mereka, bersabarlah, dan ketahuilah bahwa surga berada di bawah naungan pedang.”

Kemudian Nabi ﷺ berseru:

“Ya Allah, Yang Menurunkan Kitab, Yang Menggerakkan Awan, Yang Mengalahkan Pasukan-pasukan, kalahkanlah mereka dan tolonglah kami atas mereka.”

 

Pelajaran yang dapat diambil dari hadist:

Pertama: Memperhatikan waktu yang tepat untuk berperang.

Kedua: Tidak disukai berharap bertemu musuh atau sengaja menyerang mereka.

Ketiga: Memohon kepada Allah keselamatan dalam agama dan dunia.

Keempat: Bersabar ketika bertemu musuh.

Kelima: Keutamaan jihad, karena itu merupakan sebab yang dekat untuk memasuki surga.

Keenam: Berdoa dengan doa-doa yang sesuai dan tepat. 

 

 

 

Hadist ke Tiga Ratus Sembilan Puluh Tujuh :


عنْ سَهْلِ بنِ سعدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عنهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قالَ: (( رِبَاطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، خَيْرٌ مِن الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا، وَمَوْضِعُ سَوْطِ أَحَدِكُمْ مِن الْجَنَّةِ: خَيْرٌ مِن الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا، وَالرَّوْحَةُ يَرُوحُهَا الْعَبْدُ في سَبِيلِ اللَّهِ، أَو الْغَدْوَةُ: خَيْرٌ مِن الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا )) .

Diriwayatkan dari Sahel bin Sa’ad As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Berjaga (ribath) satu hari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. Dan tempat cambuk salah seorang dari kalian di surga lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. Dan perjalanan seseorang di pagi hari atau sore hari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”




Hadist ke Tiga Ratus Sembilan Puluh Delapan :


عنْ أبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عنهُ، عن النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (( انْتَدَبَ اللَّهُ- ولِمسلمٍ: تَضَمَّنَ اللَّهُ -لِمِنْ خَرَجَ في سَبِيلِهِ، لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا جِهَادٌ في سَبِيلي، وَإِيمَانٌ بي، وَتَصْدِيقٌ بِرَسُولِي، فَهُوَ عَلَيَّ ضَامِنٌ أَنْ أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، أَو أُرْجِعَهُ إِلَى مَسْكَنِهِ الذي خَرَجَ مِنْهُ، نَائِلًا مَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَو غَنِيمَةٍ )) .

Diriwayatkan Dari Sahel bin Sa‘ad al-Sa‘idi radhiyallāhu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Berjaga sehari di jalan Allah lebih baik daripada seluruh dunia dan apa yang ada di dalamnya. Dan ujung cambuk salah seorang dari kalian di surga lebih baik daripada seluruh dunia dan apa yang ada di dalamnya. Dan perjalanan pagi atau sore yang ditempuh seorang hamba di jalan Allah lebih baik daripada seluruh dunia dan apa yang ada di dalamnya.”


Pelajaran yang dapat diambil dari hadist:

Pertama: Keutamaan berjaga di jalan Allah karena pahala yang besar yang terkandung di dalamnya.

Kedua: Kecilnya dunia jika dibandingkan dengan akhirat.

Ketiga: Keutamaan berjihad di jalan Allah dan besarnya balasan yang dijanjikan.





Hadist ke Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan :


وَلِمسلمٍ: (( مَثَلُ المُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ -وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ - كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ، وَتَوَكَّلَ اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِ في سَبِيلِهِ، إِنْ تَوَفَّاهُ: أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، أَو يُرْجِعَهُ سَالِمًا، مَعَ أَجْرٍ أَو غَنِيمَةٍ )) .

Dalam riwayat Muslim:

“Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah — dan Allah lebih mengetahui siapa yang benar-benar berjihad di jalan-Nya — seperti orang yang berpuasa dan shalat malam. Allah menaruh kepercayaan kepada orang yang berjihad di jalan-Nya; jika Dia menakdirkannya wafat, maka Allah memasukkannya ke surga, atau mengembalikannya dengan selamat, beserta pahala atau rampasan (ghanimah).”


Pelajaran yang dapat diambil dari hadist:

Pertama: Kebijaksanaan dan kemurahan Allah ﷻ, karena Dia menetapkan pahala yang besar ini bagi para pejuang di jalan-Nya. 

Kedua: Keutamaan berjihad di jalan Allah; karena sang mujahid, jika tidak mencapai syahid yang mengangkatnya bersama para nabi dan siddiqin, maka ia akan kembali ke tempat tinggalnya dengan pahala yang banyak.





Hadist ke Empat Ratus :


وعَنْهُ قالَ: قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (( مَا مِنْ مَكْلُومٍ يُكْلَمُ في سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَكَلْمُهُ يَدْمِى، اللَّوْنُ: لَوْنُ دَمٍ، وَالرِّيحُ: رِيحُ الْمِسْكِ )) .

Dan dari beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada seorang pun yang tertikam atau terluka di jalan Allah, melainkan pada hari kiamat ia datang dengan luka yang berdarah, warnanya seperti darah, dan baunya seperti bau kasturi.”


Pelajaran yang dapat diambil dari hadist:

Pertama: Dalam hadits ini terkandung keutamaan berjihad dan keutamaan syahid di jalan Allah, maupun terluka di jalan-Nya. 


Kembali 97 | IndeX | Lanjut 99

Tidak ada komentar:

Posting Komentar