TARIKH KHULAFA
فصل
[في تنفيذه رضي الله عنه عدة النبي صلى الله عليه وسلم]
Tentang Abu Bakar r.a. Melaksanakan Janji Rasulullah ﷺ
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim (dua syaikh) dari Jabir r.a.:
Jabir berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jika harta dari Bahrain datang, aku akan memberimu begini, begini, dan begini."
(Sambil memberi isyarat dengan tangannya tiga kali).
Lalu ketika harta dari Bahrain datang setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, Abu Bakar berkata:
"Siapa pun yang memiliki piutang atau janji dari Rasulullah ﷺ, hendaklah datang kepada kami."
Maka aku pun datang dan mengabarkan hal itu kepadanya.
Ia (Abu Bakar) berkata: "Ambillah!"
Maka aku pun mengambilnya—ternyata jumlahnya lima ratus dirham,
lalu ia memberiku seribu lima ratus dirham.
فصل
في نبذ من حلمه وتواضعه
Tentang Sekilas dari Sifat Sabar dan Kerendahan Hati Abu Bakar r.a.
Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asākir dari Anīsah, ia berkata:
"Abu Bakar tinggal di lingkungan kami selama tiga tahun sebelum diangkat menjadi khalifah, dan satu tahun setelah diangkat menjadi khalifah. Para gadis kecil dari lingkungan kami biasa datang kepadanya membawa kambing-kambing mereka, dan beliau memerahkannya untuk mereka."
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab az-Zuhd dari Maimūn bin Mahrān, ia berkata:
"Seorang laki-laki datang kepada Abu Bakar ash-Ṣiddīq dan berkata: 'Assalāmu ‘alaika, wahai Khalifah Rasulullah.' Maka Abu Bakar berkata: 'Di antara mereka semua, mengapa aku yang kau panggil demikian?'"
(Menunjukkan rasa tawadhu’ dan tidak menganggap dirinya lebih utama dari yang lain).
Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asākir dari Abū Ṣāliḥ al-Ghifārī:
Bahwa ‘Umar bin al-Khaṭṭāb biasa mendatangi seorang wanita tua buta di pinggiran kota Madinah pada malam hari—beliau mengambilkan air dan membantu segala kebutuhannya.
Namun setiap kali ‘Umar datang, ia mendapati seseorang telah lebih dulu datang dan membantu wanita itu.
Ia pun mendatangi wanita itu berkali-kali dengan harapan bisa lebih dulu tiba.
Lalu ia mengintai siapa orang itu, ternyata dia adalah Abu Bakar, dan saat itu beliau adalah khalifah.
Maka ‘Umar berkata: "Engkaulah rupanya… demi hidupku!"
Diriwayatkan oleh Abū Nu‘aim dan lainnya dari ‘Abdur-Raḥmān al-Aṣbahānī, ia berkata:
Al-Ḥasan bin ‘Alī (cucu Nabi ﷺ) datang kepada Abu Bakar yang sedang duduk di mimbar Rasulullah ﷺ, lalu ia berkata: "Turunlah dari tempat duduk ayahku!"
Maka Abu Bakar berkata: "Engkau benar, ini memang tempat duduk ayahmu,"
lalu beliau mendudukkannya di pangkuannya dan menangis.
Kemudian ‘Alī berkata: "Demi Allah, aku tidak menyuruh anakku melakukan hal ini."
Abu Bakar menjawab: "Engkau benar, demi Allah, aku tidak pernah menuduhmu."
فصل
[في حجه رضي الله عنه]
[Tentang Haji Abu Bakar ra.]
Diriwayatkan oleh Ibnu Sa‘d dari Ibnu ‘Umar, ia berkata:
"Nabi ﷺ mengangkat Abu Bakar sebagai amir (pemimpin) haji pada haji pertama dalam Islam.
Kemudian Rasulullah ﷺ sendiri melaksanakan haji pada tahun berikutnya (yaitu Haji Wada’).
Setelah Rasulullah ﷺ wafat dan Abu Bakar menjadi khalifah,
ia mengangkat ‘Umar bin al-Khaṭṭāb sebagai amir haji.
Lalu pada tahun berikutnya Abu Bakar sendiri pergi haji.
Setelah Abu Bakar wafat dan ‘Umar menjadi khalifah,
‘Umar mengangkat ‘Abdurraḥmān bin ‘Auf sebagai amir haji.
Kemudian ‘Umar terus melaksanakan haji sendiri setiap tahun sampai ia wafat.
Ketika ‘Utsmān menjadi khalifah, ia juga mengangkat ‘Abdurraḥmān bin ‘Auf sebagai amir haji.”
فصل
في مرضه ووفاته، ووصيته، واستخلافه عمر
Bab: Tentang sakitnya, wafatnya, wasiatnya, dan pengangkatannya terhadap Umar sebagai khalifah
Diriwayatkan oleh Saif dan Hakim dari Ibnu Umar, ia berkata: "Penyebab wafatnya Abu Bakar adalah karena kesedihan mendalam atas wafatnya Rasulullah ﷺ. Tubuhnya terus melemah hingga akhirnya beliau wafat."
Lafadz Yaḥrī" artinya: berkurang (melemah, menyusut).
Ibnu Sa‘d dan Hakim meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Ibnu Syihab, bahwa Abu Bakar dan Harits bin Kaladah pernah makan hidangan khazirah (sejenis sup daging) yang dihadiahkan kepada Abu Bakar. Maka Harits berkata kepada Abu Bakar: “Angkat tanganmu, wahai Khalifah Rasulullah! Demi Allah, sesungguhnya dalam makanan ini ada racun yang kerjanya selama setahun. Aku dan engkau akan wafat pada hari yang sama.” Lalu Abu Bakar pun mengangkat tangannya. Keduanya terus dalam keadaan sakit hingga akhirnya wafat pada hari yang sama, tepat setahun kemudian.
Hakim meriwayatkan dari Asy-Sya‘bi, ia berkata: “Apa yang bisa kita harapkan dari dunia yang hina ini, sementara Rasulullah ﷺ telah diracuni, dan Abu Bakar juga diracuni?!”
Al-Waqidi dan Hakim meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Permulaan sakit Abu Bakar adalah ketika beliau mandi pada hari Senin, tanggal 7 Jumadal Akhirah, dan hari itu sangat dingin. Lalu beliau demam selama lima belas hari, tidak keluar untuk salat berjamaah. Kemudian beliau wafat pada malam Selasa, tanggal 22 Jumadal Akhirah tahun 13 Hijriyah, dalam usia 63 tahun.”
[Pengangkatan Umar رضي الله عنهما sebagai pengganti]
Ibnu Sa’d dan Ibnu Abi ad-Dunya meriwayatkan dari Abu as-Safar, ia berkata:
“Mereka masuk menemui Abu Bakar ketika beliau sakit. Mereka berkata: ‘Wahai khalifah Rasulullah ﷺ, maukah kami panggilkan seorang tabib untuk memeriksamu?’
Beliau menjawab: ‘Sesungguhnya ia (tabib) telah memeriksaku.’
Mereka bertanya: ‘Apa yang ia katakan kepadamu?’
Beliau menjawab: ‘Sesungguhnya Aku melakukan apa yang Aku kehendaki.’”
Al-Waqidi meriwayatkan dari beberapa jalur:
“Ketika Abu Bakar merasa sakit berat, beliau memanggil Abdurrahman bin Auf dan berkata: ‘Beritahukan aku tentang Umar bin al-Khattab.’
Abdurrahman menjawab: ‘Engkau tidak akan menanyakan sesuatu kecuali engkau lebih tahu dariku tentangnya!’
Abu Bakar berkata: ‘Meskipun demikian...’
Maka Abdurrahman berkata: ‘Demi Allah, dia (Umar) lebih baik dari apa yang engkau sangka tentangnya.’
Kemudian beliau memanggil Utsman bin ‘Affan dan berkata:
‘Beritahukan aku tentang Umar.’
Utsman menjawab: ‘Engkau yang paling tahu di antara kami tentang dia.’
Abu Bakar berkata: ‘Meski begitu...’
Utsman berkata: ‘Ya Allah, menurut pengetahuanku tentang dia, batinnya lebih baik dari lahirnya, dan tidak ada di antara kami yang sebanding dengannya.’
Lalu Abu Bakar bermusyawarah dengan keduanya dan juga dengan Sa‘id bin Zaid, Usaid bin Hudhair, dan para sahabat lainnya dari kalangan Muhajirin dan Anshar.
Usaid berkata:
‘Ya Allah, jadikan dia orang yang mendapatkan petunjuk setelahmu. Dia ridha terhadap hal yang membuat ridha dan murka terhadap hal yang membuat murka. Apa yang ia sembunyikan lebih baik daripada yang ia tampakkan. Dan tidak ada seorang pun yang lebih kuat untuk memegang urusan ini daripada dia.’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar