TARIKH KHULAFA
فصل
[في أن الصديق رضي الله عنه حافظ لكتاب الله]
Bab: Tentang bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu adalah penghafal Kitabullah
Imam
an-Nawawi dalam Tahdzib-nya berkata: “Abu Bakar Ash-Shiddiq
radhiyallahu ‘anhu adalah salah seorang sahabat yang menghafal seluruh
Al-Qur’an.” Hal ini juga disebutkan oleh sejumlah ulama, di antaranya
Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya.
Adapun
hadis Anas: “Yang mengumpulkan (menghafal) Al-Qur’an pada masa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada empat orang” — maksudnya
adalah dari kalangan Anshar, sebagaimana telah aku jelaskan dalam kitab
Al-Itqan.
Sedangkan
riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Abi Dawud dari asy-Sya’bi yang
berkata: “Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat sebelum mengumpulkan seluruh
Al-Qur’an” — maka riwayat ini tertolak, atau bisa ditakwil bahwa
maksudnya adalah beliau belum mengumpulkan Al-Qur’an dalam bentuk mushaf
dengan urutan sebagaimana yang disusun oleh Utsman radhiyallahu ‘anhu.
فصل
في أنه أفضل الصحابة وخيرهم
Bab: Bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq Adalah Sahabat yang Paling Utama dan Terbaik
Ahlus
Sunnah sepakat bahwa manusia terbaik setelah Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam adalah Abu Bakar, kemudian Umar, lalu Utsman, lalu
Ali, kemudian para sahabat yang termasuk sepuluh orang yang dijanjikan
surga, lalu sisa para sahabat Ahli Badar, lalu sisa para sahabat Perang
Uhud, lalu sisa para sahabat yang ikut baiat, kemudian baru seluruh
sahabat yang lain. Kesepakatan ini dinukil oleh Abu Manshur Al-Baghdadi.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa beliau berkata:
Kami biasa memilih orang terbaik di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kami memilih Abu Bakar, lalu Umar, kemudian Utsman — semoga Allah meridai mereka semua.
Al-Thabarani menambahkan dalam kitab Al-Kabir:
Dan hal itu diketahui oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak mengingkarinya.
Dan diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dari Ibnu Umar, ia berkata:
Kami, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih berada di tengah-tengah kami, memandang bahwa yang paling utama adalah Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman, lalu Ali.
Dan diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dari Abu Hurairah, ia berkata:
Kami, sekelompok sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara kami masih banyak, biasa berkata: ‘Manusia terbaik umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar, kemudian Umar, lalu Utsman, kemudian kami diam.’
Dan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Jabir bin Abdillah, ia berkata:
Umar berkata kepada Abu Bakar: ‘Wahai sebaik-baik manusia setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Maka Abu Bakar berkata: ‘Jika engkau mengatakannya, sungguh aku pernah mendengar beliau bersabda:
‘Matahari tidak pernah terbit atas seorang lelaki yang lebih baik daripada Umar.’’”
Dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, ia berkata:
Aku berkata kepada ayahku: ‘Siapakah manusia yang paling utama setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?’
Beliau menjawab: ‘Abu Bakar.’
Aku bertanya: ‘Kemudian siapa?’
Beliau menjawab: ‘Umar.’
Aku khawatir beliau akan menyebut Utsman, maka aku bertanya: ‘Kemudian engkau?’
Beliau menjawab: ‘Aku hanyalah salah seorang dari kaum muslimin.’”
Diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya dari Ali, ia berkata:
Sebaik-baik umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar dan Umar.
Adz-Dzahabi berkata:
Ini adalah riwayat yang mutawatir dari Ali. Semoga Allah melaknat kaum Rafidhah, betapa bodohnya mereka.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Umar bin Al-Khaththab, ia berkata:
Abu Bakar adalah pemimpin kami, orang terbaik kami, dan orang yang paling dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dari Abdurrahman bin Abi Laila:
Bahwa Umar naik ke atas mimbar lalu berkata:
‘Ketahuilah,
sesungguhnya orang terbaik dari umat ini setelah nabinya adalah Abu
Bakar. Maka siapa saja yang mengatakan selain itu, sungguh ia adalah
seorang pendusta, atasnya dosa seperti dosa para pendusta.’
Dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Laila, ia berkata:
Ali berkata:
‘Siapa yang melebihkanku atas Abu Bakar dan Umar, niscaya akan aku derakan hukum had (cambuk) atasnya sebagai seorang pendusta.’
Diriwayatkan oleh Abdu bin Humaid dalam Musnad-nya, Abu Nu‘aim, dan yang lainnya dari berbagai jalur dari Abu Darda, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
‘Matahari tidak pernah terbit dan tenggelam atas seorang pun yang lebih utama daripada Abu Bakar, kecuali seorang nabi.’
Dan dalam satu lafaz:
Tidak ada seorang pun setelah para nabi dan para rasul yang lebih utama daripada Abu Bakar.
Riwayat ini juga datang dari hadits Jabir, dengan lafaz:
Matahari tidak pernah terbit atas seorang pun di antara kalian yang lebih utama daripadanya (Abu Bakar).
Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dan lainnya.
Hadits
ini memiliki beberapa syawahid (riwayat penguat) dari berbagai jalur
lainnya yang menguatkan kedudukan hadits ini hingga dinilai shahih atau
hasan. Ibnu Katsir pun memberi isyarat bahwa hadits ini dihukumi shahih.
Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dari Salamah bin Al-Akwa‘, ia berkata:
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah manusia terbaik, kecuali jika ada seorang nabi.
Dan dalam kitab Al-Awsath, dari Sa‘d bin Zurârah, ia berkata:
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya Ruhul Qudus (Jibril) memberitahuku: bahwa orang terbaik dari umatmu sepeninggalmu adalah Abu Bakar.
Diriwayatkan oleh kedua Syaikh (Al-Bukhari dan Muslim) dari ‘Amr bin Al-‘Ash, ia berkata:
Aku bertanya: Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?
Beliau menjawab: “‘Aisyah.”
Aku bertanya lagi: “Kalau dari kalangan laki-laki?”
Beliau menjawab: “Ayahnya.”
Aku bertanya: “Lalu siapa?”
Beliau bersabda: “Kemudian Umar bin Al-Khaththab.”
Hadits ini juga diriwayatkan tanpa lafaz: ‘Kemudian Umar’ melalui jalur Anas, Ibnu Umar, dan Ibnu Abbas.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Al-Hakim — dan Al-Hakim menshahihkannya — dari Abdullah bin Syaqiq, ia berkata:
Aku bertanya kepada ‘Aisyah: Siapa di antara para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling dicintai oleh beliau?
Beliau menjawab: “Abu Bakar.”
Aku bertanya: “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab: “Kemudian Umar.”
Aku bertanya lagi: “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab: “Kemudian Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah.”
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan lainnya dari Anas, ia berkata:
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Bakar dan Umar:
Keduanya adalah pemimpin orang-orang tua penghuni surga dari kalangan awal dan akhir, kecuali para nabi dan para rasul.
Riwayat
serupa juga datang dari Ali, serta dalam bab ini juga dari Ibnu Abbas,
Ibnu Umar, Abu Sa‘id Al-Khudri, dan Jabir bin Abdillah.
Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dalam Al-Awsath dari ‘Ammar bin Yasir, ia berkata:
Barangsiapa yang melebihkan salah seorang dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atas Abu Bakar dan Umar, sungguh dia telah merendahkan kaum Muhajirin dan Anshar.
Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d dari Az-Zuhri, ia berkata:
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Hassan bin Tsabit:
Apakah engkau telah membuat syair tentang Abu Bakar?
Hassan menjawab: “Ya.”
Beliau bersabda: “Ucapkanlah, dan aku akan mendengarkannya.
Maka Hassan pun membacakan:
وثاني اثنين في الغار المنيف وقد، طاف العدو به إذ صعد الجبلا، وكان حب رسول الله قد علموا، من البرية لم يعدل به رجلا
Dan orang kedua dari dua orang dalam gua yang tinggi,
ketika musuh mengitari mereka dan menaiki bukit.
Dan mereka telah mengetahui bahwa kecintaan Rasulullah
tidak pernah menyamai seorang pun dari umat manusia.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa hingga tampak gigi geraham beliau, lalu bersabda:
Engkau benar wahai Hassan, memang seperti itulah adanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar