TARIKH KHULAFA
Kembali 29 | IndeX | Lanjut 31
[Dari khutbah Sayyidina Abu Bakar – raḍiyallāhu ‘anhu] (2)
Dan diriwayatkan dari Abu Bakar RA, dia berkata: 'Orang-orang yang saleh akan meninggal satu per satu, hingga yang tersisa dari manusia hanyalah orang-orang yang buruk seperti ampas kurma dan gandum, dan Allah tidak peduli dengan mereka'.
Dan Sa'id bin Manshur meriwayatkan dalam kitab 'Sunan'nya dari Muawiyah bin Qurrah bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq RA biasa berdoa: 'Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya, sebaik-baik amalku adalah penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah hari ketika aku bertemu dengan-Mu'.
Dan Ahmad meriwayatkan dalam kitab 'Az-Zuhd' dari Hasan, dia berkata: 'Telah sampai kepadaku bahwa Abu Bakar biasa berdoa: 'Ya Allah, aku memohon kepada-Mu apa yang terbaik bagi aku dalam akhir urusan. Ya Allah, jadikan akhir pemberian-Mu kepadaku berupa ridha-Mu dan derajat yang tinggi di surga yang penuh kenikmatan'.
Dan diriwayatkan dari 'Arfajah, dia berkata: Abu Bakar berkata: 'Barangsiapa yang mampu menangis, maka hendaklah dia menangis, dan jika tidak, maka hendaklah dia pura-pura menangis.
Dan diriwayatkan dari 'Urwah, dari Abu Bakar, dia berkata: 'Dua hal yang merah itu dapat menghancurkan mereka: emas dan za'faran'.
#. Lafadz [الأحمران] "Ahmaron" (dua merah): ini adalah ungkapan kiasan dalam bahasa Arab. Yang dimaksud adalah: Emas dan za'faran
#. Lafadz [الزعفران] "za'faran" adalah rempah mahal berwarna merah kekuningan, biasa digunakan sebagai pewangi dan pewarna dalam pakaian, makanan, dan wewangian mewah
Dan diriwayatkan dari Muslim bin Yasar, dari Abu Bakar, dia berkata: 'Sesungguhnya seorang muslim akan diberi pahala dalam segala sesuatu, bahkan dalam kesulitan dan terputusnya tali sandalnya, serta barang dagangan yang ada di tangannya, lalu hilang, kemudian dia khawatir karenanya, tetapi kemudian dia menemukannya kembali di tempat penyimpanannya'.
Dan diriwayatkan dari Maimun bin Mihran, dia berkata: 'Abu Bakar membawa seekor burung gagak yang memiliki dua sayap yang kuat, lalu dia membaliknya, kemudian berkata: 'Tidak ada hewan buruan yang aku buru, dan tidak ada pohon yang aku potong, kecuali karena aku lalai dari berdzikir kepada Allah'.
Dan Bukhari meriwayatkan dalam kitab 'Al-Adab', dan Abdullah bin Ahmad dalam tambahan kitab 'Az-Zuhd', dari Ash-Shinabihi, bahwa dia mendengar Abu Bakar berkata: 'Sesungguhnya doa seorang saudara untuk saudaranya karena Allah pasti akan dikabulkan'.
Dan Abdullah meriwayatkan dalam tambahan kitab 'Az-Zuhd', dari 'Ubaid bin 'Umair, dari Labid Al-Sya'ir, bahwa dia datang kepada Abu Bakar, lalu berkata:
Ketahuilah, segala sesuatu selain Allah adalah sia-sia.
'Abu Bakar berkata: 'Engkau benar.'
Dan setiap kenikmatan pasti akan lenyap.
'Abu Bakar berkata: 'Engkau salah, karena di sisi Allah ada kenikmatan yang tidak akan lenyap. Ketika dia pergi Abu Bakar berkata: ,'Terkadang seorang penyair mengucapkan kata-kata hikmah'."
"Bab tentang ucapannya yang menunjukkan sangatnya rasa takut kepada Tuhan-nya."
Diriwayatkan oleh Abu Ahmad al-Hakim dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata: Abu Bakar masuk ke sebuah kebun, lalu ia melihat seekor burung merpati [الدُّبَّسِيّ] berteduh di bawah naungan pohon. Maka ia menarik napas panjang, kemudian berkata:
“Beruntunglah engkau wahai burung! Engkau makan dari pepohonan, berteduh di bawahnya, lalu kembali kepada (Allah) tanpa perhitungan. Andai saja Abu Bakar seperti engkau.”
Diriwayatkan oleh Ahmad dalam kitab az-Zuhd dari Abu ‘Imran al-Jawni, ia berkata:
Abu Bakar ash-Shiddiq berkata: “Sungguh, aku ingin menjadi sehelai rambut di sisi seorang hamba yang beriman.”
Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dari al-Ashma’i, ia berkata: ketika Abu Bakar dipuji, ia berkata:
“Ya Allah, Engkau lebih mengetahui tentang diriku dibanding aku sendiri, dan aku lebih mengetahui tentang diriku dibanding mereka. Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan, ampunilah apa yang mereka tidak ketahui, dan jangan Engkau hukum aku atas apa yang mereka katakan.”
Diriwayatkan oleh Ahmad dalam kitab az-Zuhd dari Mujahid, ia berkata:
“Ibnu Zubair, apabila berdiri dalam salat, seakan-akan seperti batang kayu karena kekhusyukannya.”
Lalu ia berkata: “Aku diberitahu bahwa Abu Bakar juga seperti itu.”
Diriwayatkan dari Hasan, ia berkata:
Abu Bakar berkata: “Demi Allah, sungguh aku ingin menjadi pohon ini yang dimakan dan ditebang.”
Diriwayatkan dari Qatadah, ia berkata:
“Telah sampai kepadaku bahwa Abu Bakar berkata: ‘Aku ingin menjadi rumput hijau yang dimakan oleh hewan-hewan.’”
Diriwayatkan dari Dhamrah bin Habib, ia berkata:
Seorang anak laki-lakinya Abu Bakar ash-Shiddiq menghadapi sakaratul maut. Anak muda itu terus memandangi sebuah bantal. Ketika wafat, mereka berkata kepada Abu Bakar:
“Kami melihat anakmu terus menatap ke arah bantal itu!”
Maka mereka mengangkat bantal itu dan mendapati di bawahnya terdapat lima atau enam dinar.
Abu Bakar pun menepukkan satu tangannya ke tangan yang lain seraya berkata:
“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Wahai fulan, aku tidak mengira kulitmu cukup luas untuk menanggung (tanggung jawab) dinar-dinar itu.”
Diriwayatkan dari Tsabit al-Bunnani, bahwa Abu Bakar biasa membacakan bait syair:
"Engkau akan terus meratapi orang yang kau cintai sampai akhirnya engkau menjadi seperti dia.
Dan seorang pemuda bisa saja menggantungkan harapan, namun meninggal sebelum mencapainya."
Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d dari Ibnu Sirin, ia berkata:
“Tidak ada seorang pun setelah Nabi ﷺ yang lebih berhati-hati terhadap hal yang tidak ia ketahui melebihi Abu Bakar. Dan tidak ada seorang pun setelah Abu Bakar yang lebih berhati-hati terhadap hal yang tidak ia ketahui melebihi Umar.
Pernah suatu perkara terjadi pada Abu Bakar, namun kami tidak menemukan dasarnya dalam Kitab Allah, dan tidak pula ada jejaknya dalam sunnah. Maka Abu Bakar berkata:
‘Aku akan berijtihad dengan pendapatku. Jika itu benar, maka itu dari Allah. Dan jika itu salah, maka itu dariku sendiri, dan aku memohon ampun kepada Allah.’”
Kembali 29 | IndeX | Lanjut 31
Tidak ada komentar:
Posting Komentar