TARIKH KHULAFA
Kembali 30 | IndeX | Lanjut 32
[Bab: Tentang Riwayat dari Abu Bakar dalam Menafsirkan Mimpi]
Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dari Sa’id bin Musayyab, ia berkata:
‘Aisyah –raḍiyallāhu ‘anhā– bermimpi seolah-olah ada tiga bulan (cahaya) yang jatuh di rumahnya. Ia menceritakan mimpi itu kepada Abu Bakar –dan beliau termasuk orang yang paling pandai menafsirkan mimpi– lalu Abu Bakar berkata:
“Jika mimpimu benar, maka akan dikuburkan di rumahmu tiga orang terbaik dari penduduk bumi.”
Ketika Nabi ﷺ wafat, Abu Bakar berkata: “Wahai ‘Aisyah, inilah bulanmu yang terbaik.”
Diriwayatkan lagi dari Sa’id bin Manshur, dari ‘Am'r bin Sharāḥbīl, ia berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku bermimpi menggiring domba-domba hitam, kemudian aku menggiring domba-domba putih hingga domba hitam tidak tampak di antara mereka.”
Maka Abu Bakar berkata: “Wahai Rasulullah, adapun domba-domba hitam: mereka adalah bangsa Arab yang masuk Islam dan menjadi banyak. Dan domba-domba putih: mereka adalah bangsa non-Arab (‘ajam) yang masuk Islam hingga bangsa Arab tidak tampak di tengah-tengah mereka karena jumlah mereka yang banyak.”
Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Begitulah malaikat menakwilkannya tadi malam.”
Dan diriwayatkan pula oleh Sa’id bin Manshur dari Ibn Abi Laylā, ia berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku bermimpi berada di atas sebuah sumur, menimba air darinya. Maka datang kepadaku domba-domba hitam, kemudian diikuti domba-domba yang berwarna coklat kemerahan (‘ufr) [عفر].”
Maka Abu Bakar berkata: “Biarkan aku yang menafsirkannya,” lalu ia menafsirkan dengan makna yang serupa.
Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d dari Muhammad bin Sirin, ia berkata:
“Orang yang paling pandai menafsirkan mimpi dari umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d dari Ibnu Syihab, ia berkata:
Rasulullah ﷺ bermimpi, lalu beliau menceritakannya kepada Abu Bakar. Nabi bersabda:
“Aku bermimpi seakan-akan aku dan engkau berlomba menaiki anak tangga, lalu aku mendahuluimu dua setengah anak tangga.”
Maka Abu Bakar berkata: “Wahai Rasulullah, Allah akan mewafatkanmu dalam keadaan diampuni dan dirahmati, sedangkan aku akan hidup setelahmu selama dua tahun setengah.”
Diriwayatkan oleh ‘Abdur Razzaq dalam al-Mushannaf, dari Abu Qilābah bahwa seorang lelaki berkata kepada Abu Bakar ash-Shiddiq:
“Aku bermimpi bahwa aku kencing darah.”
Maka Abu Bakar berkata: “Engkau adalah seorang lelaki yang menggauli istrimu saat ia sedang haid. Maka mohonlah ampun kepada Allah dan jangan ulangi lagi.”
Faidah (Pelajaran)
[Tentang kepemimpinan ‘Am'r bin ‘Āṣ atas sebuah pasukan yang di dalamnya ada Abu Bakar dan Umar – raḍiyallāhu ‘anhumā]
Diriwayatkan oleh Baihaqī dalam Dalā’il an-Nubuwwah, dari ‘Abdullāh bin Buraydah, ia berkata:
(Rasulullah ﷺ mengutus ‘Am'r bin ‘Āṣ dalam sebuah ekspedisi militer yang di dalamnya terdapat Abu Bakar dan Umar. Ketika mereka sampai di medan perang, ‘Am'r memerintahkan mereka untuk tidak menyalakan api, maka Umar pun marah dan hampir saja mendatanginya. Namun Abu Bakar mencegahnya dan berkata kepadanya: "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ tidak mengangkatnya (sebagai pemimpin) atasmu kecuali karena beliau mengetahui keahliannya dalam urusan perang." Maka Umar pun menjadi tenang).
Dan diriwayatkan oleh Baihaqī melalui jalur Abū Ma‘shar dari sebagian guru mereka, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya aku mengangkat seseorang sebagai pemimpin atas suatu kaum, padahal di antara mereka ada yang lebih baik darinya; karena ia lebih tajam pengamatannya dan lebih memahami medan perang."
[Bab Tentang kesantunan dan kecerdasannya radhiyallāhu ‘anhu]
Telah diriwayatkan oleh Khalifah bin Khayyāṭ, Aḥmad bin Ḥanbal, dan Ibnu ‘Asākir dari Yazīd bin Aṣhamm bahwa Nabi ﷺ pernah berkata kepada Abū Bakar:
“Aku lebih tua atau engkau?”
Abū Bakar menjawab: “Engkau lebih agung dan lebih mulia, sedangkan aku lebih tua usianya darimu.”
Ini adalah hadis mursal yang sangat gharīb (janggal). Namun, jika riwayat ini sahih, maka jawaban tersebut mencerminkan tingginya kecerdasan dan kesantunannya.
Namun, jawaban tersebut lebih masyhur berasal dari ‘Abbās.
Riwayat serupa juga terjadi pada Sa‘īd bin Yarbu‘ — diriwayatkan oleh Ṭabrānī — dengan Lafadz:
Bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa di antara kita yang lebih tua?”
Maka dia menjawab: “Engkau lebih agung dan lebih baik dariku, dan aku lebih dahulu (lahir).”
Diriwayatkan oleh Abū Nu‘aim bahwa pernah dikatakan kepada Abū Bakar:
“Wahai Khalifah Rasulullah, mengapa engkau tidak mengangkat para ahli Badar (menjadi pejabat)?”
Maka beliau menjawab: “Aku mengetahui kedudukan mereka, tetapi aku tidak suka menodai mereka dengan urusan dunia.”
Dan diriwayatkan oleh Aḥmad dalam kitab Az-Zuhd dari Ismā‘īl bin Muḥammad:
Bahwa Abū Bakar pernah membagikan suatu harta lalu menyamakan (jumlahnya) untuk seluruh orang.
Umar pun berkata kepadanya: “Apakah engkau menyamakan antara para sahabat Badar dan selain mereka dari kalangan manusia?”
Abū Bakar menjawab: “Sesungguhnya dunia hanyalah perantara (untuk sekadar hidup), dan sebaik-baik perantara adalah yang paling cukup. Keutamaan mereka (sahabat Badar) hanyalah pada pahala mereka.”
[Bab Tentang puasa dan ukiran cincin beliau Abū Bakar radhiyallāhu ‘anhu]
Diriwayatkan oleh Aḥmad dalam Az-Zuhd dari Abū Bakar bin Ḥafṣ, ia berkata:
“Sampai kepadaku kabar bahwa Abū Bakar biasa berpuasa di musim panas dan berbuka (tidak puasa) di musim dingin.”
Dan diriwayatkan oleh Ibnu Sa‘d dari Ḥibbān aṣ-Ṣā’igh, ia berkata:
“Ukiran pada cincin Abū Bakar adalah: Ni‘ma al-Qādir Allāh (Sebaik-baik Yang Maha Kuasa adalah Allah).”
Faidah (Pelajaran)
[Tentang empat orang yang sempat bertemu Nabi ﷺ bersama anak-anak Abū Bakar – semoga Allah meridhai mereka]
Diriwayatkan oleh Ṭabarānī dari Mūsā bin ‘Uqbah, ia berkata:
“Kami tidak mengetahui ada empat orang yang sempat bertemu Nabi ﷺ bersama anak-anak mereka, kecuali empat orang ini: Abu Quḥāfah, anaknya Abū Bakar aṣ-Ṣiddīq, anaknya ‘Abdur Raḥmān, dan Abū ‘Atīq bin ‘Abdur Raḥmān – yang bernama Muḥammad.”
Dan diriwayatkan oleh Ibnu Mandah dan Ibnu ‘Asākir dari ‘Ā’isyah – raḍiyallāhu ‘anhā – ia berkata:
“Tidak ada seorang pun dari kalangan Muhajirin yang ayahnya masuk Islam kecuali ayah Abū Bakar .”
Kembali 30 | IndeX | Lanjut 32
Tidak ada komentar:
Posting Komentar