Rabu, 28 Mei 2025

TAFAHHUM QUR'ANI - Tafsir Surah An - Naba' ayat 21-30

 TAFAHHUM QUR'ANI

Tafsir Surah An - Naba' 

Ayat 21-30 



 إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا ( ٢١ ) لِلطَّاغِينَ مَابًا ( ٢٢ ) لَا بِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا ( ۲۳ ) لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا ( ٢٤ ) إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّافًا ( ٢٥ ) جَزَاءً وِفَاقًا ( ٢٦ ) إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا ( ٢٧ ) وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا ( ۲۸ ) وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ كِتَابًا ( ٢٩ ) فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا ( ۳۰ )


Sungguh , ( neraka ) Jahanam itu ( sebagai ) tempat mengintai ( bagi penjaga yang mengawasi isi neraka ) ( 21 ) Menjadi tempat kembali bagi orang - orang yang melampaui batas ( 22 ) Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama ( 23 ) mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak ( pula mendapat ) minuman ( 24 ) selain air yang mendidih dan nanah ( 25 ) sebagai pembalasan yang setimpal ( 26 ) Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan ( 27 ) dan mereka benar - benar mendustakan ayat - ayat Kami ( 28 ) Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab ( buku catatan amalan manusia ) ( 29 ) Maka karena itu rasakanlah ! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab ( 30 )


MUNASABAH AYAT 

Setelah Allah Ta'ala menyebutkan kepastian terjadinya hari kiamat dan menegaskan dengan ayat - ayat kauniyyah ( wujudnya alam semesta ) serta berita memerinci peristiwa - peristiwa dahsyatnya hari kiamat juga menyatakan bahwa hari kiamat ialah hari pemisah antara orang iman dan orang kafir , maka berikut ini Allah Ta'ala menjelaskan tentang tempat orang - orang yang mendustakan hari kiamat tersebut beserta berbagai siksa yang akan mereka dapatkan . 


TAFSIR AYAT 

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا . 

Sesungguhnya neraka Jahannam itu dalam keadaan mengintai . 

Karena para malaikat juru kunci neraka jahannam selalu menunggu kedatangan orang - orang kafir untuk segera mereka siksa didalamnya . 


للطَّاغِينَ مَتَابًا 

Tempat yang telah disediakan bagi semua orang yang melewati batas saat hidup di dunia . 

Melewati batas ada dua macam , yaitu : 

1. Melewati batas dalam agama , hal ini meliputi semua jenis kekufuran dan penyimpangan.

2. Melewati batas dalam urusan dunia , hal ini meliputi semua jenis kemaksiatan dan penganiayaan pada orang lain maupun pengrusakan pada alam . 


لنبئِينَ فِيهَا أَحْقَابًا 

Mereka tinggal di dalamnya berabad - abad lamanya . 

Ada beberapa pendapat tentang maksud dari ahqaaba : 

- Ahqaaba adalah kata kinayah dari ta'biid ( kekalnya waktu ) , jadi meskipun di sebut beberapa huqub tapi maksudnya adalah kekal selamanya . 

- Menurut imam Mujahid : Ahqaaba ialah 43 huqub , setiap huqub 70 kharif , setiap kharif 700 tahun , setiap tahun 360 hari dan di akhirat setiap hari adalah 1000 tahun di dunia . ( Tafsir at - Thabary ) 

- Ahqaba maksudnya tidak ada putusnya , ketika satu huqub selesai maka di lanjutkan huqub yang lain begitu seterusnya tanpa henti . 

- Ahqaaba disini maksudnya penentuan waktu mereka merasakan jenis- jenis siksaan , bukan batasan waktu bertempatnya mereka dalan neraka jahannam . 


لا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلا شَرَاباً 

Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak pula mendapat minuman 

Karena itulah ahli neraka tidak akan merasakan kenyaman , tidak akan pernah bisa tidur dan istirahat sebab keadaan sekitarnya selalu panas , juga dalam diri mereka sendiri merasakan panas karena rasa haus yang selalu membakar mereka . 


إِلَّا حَمِيمًا وَغَشَاقًا 

Selain air yang mendidih dan nanah . 

- Hamiim adalah air panas yang panasnya di puncak paling panas dan ini akan menambah panasnya tubuh mereka yang sudah di bakar rasa haus . 

- Ghassaq adalah nanah yang keluar dari luka para ahli neraka yang berbau busuk dan sangat menyakitkan serta membuat keadaan jauh dari kenyamanan . 


جزاء وفاقا 

Sebagai pembalasan yang setimpal 

Karena pedihnya siksa neraka tersebut sepadan dengan kekufuran dan penentangan mereka kepada Alloh yang telah banyak memberi kenikmatan dan kesempatan di dunia . 


إنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا 

Sesungguhnya mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan amal 

Ini adalah penyebab pertama yang membuat mereka melewati batas , yaitu : ketidak percayaannya mereka pada perhitungan amal di yaumul hisab saat hari kiamat yang akhirnya membuat mereka mengerjakan semua kemunkaran dan tidak akan melakukan ketaatan apapun karena sedikitpun tak ada harapan kebaikan dari balasan segala bentuk ketaatan . Inilah yang merusak amalan dan akhak mereka 


وَكَذَّبُوا تَابَيْنَا كِذَّابًا 

Dan mereka benar - benar mendustakan ayat - ayat Kami . 

Ini adalah penyebab kedua kenapa mereka melampaui batas , yaitu : mendustakannya mereka pada Ayat - ayat Allah sehingga mereka selalu menentang ayat , menolak kebenaran dan mengikuti kebatilan . Inilah yang merusak pemikiran dan keyakinan mereka . 


وكُلِّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَهُ كِتَبًا

Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab . 

Ini merupakan bantahan Allah Ta'ala terhadap pendustaan mereka tentang hari perhitungan amal , bahwa semua yang mereka kerjakan , Allah telah menghitung semuanya , tidak ada yang terlewatkan dan pasti mereka akan mendapatkan balasannya . 


فذُوقُوا فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا 

Maka rasakanlah azab ini , dan Kami tidak akan menambah kepada kalian selain azab . 

Kalimat ini merupakan Taqrii ' wa Taubiikh ( celaan dan membuat hina ) keadaan mereka di neraka sekaligus sebagai Ta'kiid ( penegasan ) bahwa mereka di neraka dengan segala macam siksaan yang mereka dapatkan tidak batas kesudahannya karena siksa - siksa tersebut dari waktu kewaktu akan terus bertambah selamanya . 


FAIDAH DAN HIKMAH 

1. Dengan selalu mengingat bahwa penjaga - penjaga neraka selaiu menunggu orang - orang yang akan masuk kedalamnya , maka seseorang akan lebih bisa membuat dirinya selalu takut untuk melakukan kemaksiatan yang mengakibatkan terjerumus kedalam neraka . 

2. Bahaya sifat at - Thughyan / melampui batas , karena sifat tersebut membuat orang yang memilikinya masuk ke dalam neraka jahannam selsma berabad - abad lamanya 

3. Jika sifat at - Thughyan membuat seorang melakukan kekufuran atau mengerjakan salah satu nawaqidhul islam ( hal - hal yang merusak keislaman ) maka ia di neraka akan kekal selamanya karena imannya telah hilang , akan tapi jika sebatas menyeretnya dalam kemaksiatan maupun pelanggaran yang tidak termasuk nawaqidhul islam , maka ia tidak kekal di neraka karena imannya tidak hilang . 

4. Pentingnya menjaga akidah yang benar dan keyakinan yang lurus , karena ketika akidah dan keyakinan seseorang telah rusak , maka rusaklah akhlaq dan adabnya , ia akan melampui batas dalam semua hal , baik dalam urusan agama maupun urusan dunia . 

5. Keadilan Allah Ta'ala , karena Allah membalas penentangan dan pendustaannya orang kafir dengan balasan yang setimpal dengan apa yang mereka lakukan , tidak ada penganiayaan dan melampui batas dari apa yang Allah yang lakukan . 

6. Dengan selalu meyakini bahwa Allah menghitung , mencatat dan membalas semua amalan , maka akan memujudkan sifat Muraaqabah , yaitu selalu merasa di lihat dan di awasi oleh Allah Ta'ala sehingga akan selalu bisa menjaga diri dari segala bentuk penyimpangan , kemunkaran dan kemaksiatan . 

7. Penderitaan dan kesengsaraan dalam menetapi dan memperjuangkan kebenaran akan terasa ringan ketika seseorang selalu mengingat betapa dahsyatnya siksa neraka yang semua jenis siksaannya semakin lama akan terus bertambah dan tiada hentinya .


تفهم حديث نبوي

TAFAHHUM HADIST NABAWI 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ لَا تَحَاسَدُوا ، وَلَا تَنَاجَشُوا ، وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا ، وَلَا يَبعُ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ ، وَكُونُوا عِبَادَ الله إخْوَانًا ، الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ ، لَا يَظْلِمُهُ ، وَلَا يَخْذُلُهُ ، وَلَا يَكْذِبُهُ ، وَلَا يَحْقِرُهُ ، التَّقْوَى هَاهُنَا ، وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ حسب امْرِئٍ مِنَ الشَّرِ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ ، كُلُ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَام دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ . ( رواه البخاري ومسلم ) 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ' anhu , ia berkata : Rasulullah shallallahu ' alaihi wa sallam bersabda : " Janganlah kalian saling mendengki , saling menjerumuskan / menipu , saling memberci , saling membelakangi , dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan saudaranya . Jadilah kalian hamba - hamba Allah yang bersaudara . Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain : ia tidak menzaliminya , tidak menelantarkan / membiarkannya , tidak mendustakannya , dan tidak merendahkannya . Takwa itu di sini ( Rasul menunjuk dadanya tiga kali ) . Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat apabila ia merendahkan saudaranya sesama muslim . Setiap muslim terhadap muslim lainnya adalah haram : darahnya , hartanya , dan kehormatannya . " ( HR . Muslim )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar