TARIKH KHULAFA
فصل
في مولده، ومنشئه
Bab Tentang kelahirannya dan asal-usulnya
Ia dilahirkan setelah kelahiran Nabi صلى الله عليه وسلم dengan selang dua tahun dan beberapa bulan; maka ia pun wafat dalam usia enam puluh tiga tahun.
Ibnu Katsir berkata:
Adapun riwayat yang dikeluarkan oleh Khalifah bin Khayyath, dari Yazid bin Al-Asham, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم berkata kepada Abu Bakar: 'Aku lebih tua atau engkau?' Maka Abu Bakar menjawab: 'Engkau lebih mulia (lebih besar derajatnya), sedangkan aku lebih tua usianya darimu' — maka hadis ini adalah mursal yang sangat ganjil, dan yang masyhur (terkenal di kalangan ulama) bertentangan dengannya. Yang shahih tentang hal ini justru dari Al-‘Abbas (paman Nabi).
#. Hadis mursal adalah hadist yang sanadnya terputus di kalangan tabi'in, yakni seorang tabi'in meriwayatkan langsung dari Nabi tanpa menyebut sahabat.
#. Gharib jiddan: hadis yang derajatnya sangat lemah atau aneh karena tidak sesuai dengan riwayat-riwayat lain yang lebih kuat.
Dan dia dibesarkan di Makkah, tidak keluar darinya kecuali untuk berdagang. Dia adalah orang yang memiliki harta yang banyak di kalangan kaumnya, memiliki keluhuran budi yang sempurna, berbuat baik, dan dermawan kepada mereka. Sebagaimana perkataan Ibnu Ad-Dighinnah:
Sesungguhnya engkau menyambung tali silaturahmi, jujur dalam berbicara, membantu orang yang tidak punya, menolong dalam kesulitan hidup, dan memuliakan tamu.
Imam An-Nawawi berkata:
Dia adalah salah seorang pemimpin Quraisy di masa Jahiliyah, tempat mereka bermusyawarah, dicintai oleh mereka, dan akrab dengan mereka. Maka ketika Islam datang, dia lebih memilihnya daripada segala sesuatu selainnya, dan memasukinya dengan sepenuh hati.
Diriwayatkan oleh Az-Zubair bin Bakkar dan Ibnu ‘Asakir dari Ma’ruf bin Kharbūdz, ia berkata:
Sesungguhnya Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه adalah salah satu dari sebelas orang Quraisy yang kemuliaan mereka di masa Jahiliyah tersambung dengan kemuliaan di masa Islam. Urusan diyat (tebusan darah) dan pembayaran tanggungan (denda-denda) diserahkan kepadanya. Hal itu karena kaum Quraisy dahulu tidak memiliki seorang raja yang semua urusan dikembalikan kepadanya, tetapi setiap kabilah memiliki pemimpin umum yang menjadi tempat kembali urusan-urusan mereka.
#. Diyat: tebusan darah atau denda yang harus dibayar atas pembunuhan atau luka-luka.
#. Ghurm (الغرم): denda atau kewajiban membayar kerugian.
Maka di (kalangan) Bani Hasyim terdapat tugas memberi minum (jamaah haji) dan jamuan makan. Maknanya adalah bahwa tidak ada seorang pun yang makan dan minum kecuali dari makanan dan minuman mereka.
Dan di (kalangan) Bani Abdi ad-Dar terdapat tugas penjagaan pintu Ka'bah, pembawa panji (bendera perang), dan pengurus pertemuan (Darun-Nadwah). Artinya: tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke dalam (Ka'bah) kecuali dengan izin mereka. Dan apabila Quraisy hendak mengibarkan bendera perang, maka Bani Abdi ad-Dar-lah yang mengikatkannya untuk mereka. Jika mereka (Quraisy) berkumpul untuk menetapkan atau membatalkan suatu urusan, maka pertemuan itu hanya dilakukan di Darun-Nadwah, dan keputusan pun tidak berlaku kecuali melalui tempat itu, yang memang menjadi milik Bani Abdi ad-Dar.
فصل
خلقه في الجاهلية رضي الله عنه
Bab Akhlaknya di masa Jahiliah — semoga Allah meridainya
Abu Bakar adalah salah satu orang yang paling menjaga kehormatan dirinya di masa Jahiliah. Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: 'Demi Allah, Abu Bakar tidak pernah sekalipun mengucapkan syair, baik di masa Jahiliah maupun di masa Islam. Sungguh, dia dan ‘Utsman telah meninggalkan minum khamar sejak masa Jahiliah.'
Abu Nu‘aim meriwayatkan dengan sanad yang baik dari ‘Aisyah, ia berkata: 'Sungguh, Abu Bakar telah mengharamkan khamar atas dirinya sendiri di masa Jahiliah.'
Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari Abdullah bin Az-Zubair, ia berkata: 'Abu Bakar tidak pernah sekalipun mengucapkan syair.'
Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari Abu Al-‘Aliyah Ar-Riyahi, ia berkata: Pernah dikatakan kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq di hadapan sekelompok sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: 'Apakah engkau pernah minum khamar di masa Jahiliah?' Maka beliau menjawab: 'Aku berlindung kepada Allah.' Lalu ditanyakan lagi: 'Mengapa?' Beliau menjawab: 'Aku menjaga kehormatanku dan memelihara harga diriku. Karena sesungguhnya orang yang meminum khamar akan merusak kehormatan dan harga dirinya.' Maka berita itu sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: 'Benar Abu Bakar, benar Abu Bakar,' sebanyak dua kali.
(Hadis ini berstatus mursal dan sanad serta matannya gharib — asing atau tidak banyak jalurnya.)
فصل
في صفته
Bab tentang sifat-sifatnya
Ibnu Sa’d meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: bahwa seorang lelaki berkata kepadanya, 'Sifatilah untuk kami tentang Abu Bakar.' Maka ia berkata: 'Seorang lelaki berkulit putih, bertubuh kurus, kedua tulang pipinya tipis, tubuhnya agak membungkuk, kain sarungnya tidak bisa tetap terikat di pinggangnya dan sering longgar, wajahnya tampak tirus, kedua matanya cekung, dahinya menonjol, dan persendian tulang jarinya tampak menonjol — itulah sifatnya.'
Dan diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Abu Bakar biasa mewarnai (rambut dan janggutnya) dengan hina'i dan katam.
#Hina'i (الحناء) berwarna merah kecokelatan, sedangkan katam (الكتم) adalah sejenis pewarna alami berwarna kehitaman. Biasanya dicampur untuk menghasilkan warna rambut kemerahan gelap.
Dan diriwayatkan dari Anas, ia berkata: 'Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, tidak ada seorang pun di antara para sahabatnya yang beruban selain Abu Bakar. Maka beliau (Abu Bakar) mewarnai uban itu dengan inai dan katam.'
#Riwayat ini menunjukkan kebiasaan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dalam merawat penampilannya sesuai kebiasaan baik di masa itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar