Selasa, 09 Juni 2026

Kitab Tauhid : 6b

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 6a | IndeX | Lanjut 6c

 

 

باب تفسير التوحيد وشهادة أن لا إله إلا الله 

Bab Penjelasan tentang Tauhid dan Syahadat 'Lā ilāha illallāh' 

(tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah)

 

وقوله: ﴿ وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاء مِّمَّا تَعْبُدُونَ، إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ ﴾ [الزخرف: ٢٦-٢٧ ] .

Dan Allah berfirman : Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah, kecuali (Allah) yang telah menciptakanku; maka sesungguhnya Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” (QS. Az-Zukhruf: 26–27)

براءٌ مما تعبدون: أي بريءٌ من جميع معبوداتكم.

Kata [براءٌ مما تعبدون] : maksudnya Aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah, yaitu aku terbebas dan tidak memiliki hubungan dengan seluruh sesembahan yang kalian sembah selain Allah.

إلا الذي فطرني: أي خلقني وهو الله فهو معبودي وحده.

Kata [إلا الذي فطرني] : maksudnya yang menciptakanku adalah Allah, maka Dialah satu-satunya yang aku sembah.

المعنى الإجمالي للآية: أنه يخبر سبحانه عن عبده ورسوله وخليله أنه تبرَّأ من كل ما يعبد أبوه وقومه، ولم يستثن إلا الذي خلقه وهو الله، فهو يعبده وحده لا شريك له.

Makna ayat secara umum (global): Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang hamba-Nya, rasul-Nya, dan kekasih-Nya (Nabi Ibrahim alaihis salam), bahwa beliau berlepas diri dari segala sesuatu yang disembah oleh ayahnya dan kaumnya. Beliau tidak mengecualikan selain Zat yang telah menciptakannya, yaitu Allah. Maka beliau menyembah Allah semata, tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.

مناسبة الآية للباب: أنها دلَّت على أن معنى التوحيد وشهادة أن لا إله إلا الله هو البراءة من الشرك وإفراد الله بالعبادة. فإن لا إله إلا الله تشتمل على النفي الذي عبَّر عنه الخليل بقوله: ﴿ إِنَّنِي بَرَاء ﴾ ، والإثبات الذي عبَّر عنه بقوله: ﴿ إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي ﴾.

Kesesuaian ayat dengan bab : Ayat ini menunjukkan bahwa makna tauhid dan syahadat Laa ilaaha illallaah adalah berlepas diri dari kesyirikan dan mengesakan Allah dalam ibadah.

Kalimat Laa ilaaha illallaah mencakup dua rukun: An-nafyu (peniadaan) [النفي] yang diungkapkan oleh Nabi Ibrahim alaihis salam dalam firman Allah: ﴿ إِنَّنِي بَرَاءٌ ﴾ “Sesungguhnya aku berlepas diri (dari apa yang kalian sembah)”. Maksudnya adalah meniadakan seluruh sesembahan selain Allah. Al-itsbāt (penetapan) [الإثبات], yang diungkapkan dalam firman Allah: ﴿ إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي ﴾ “Kecuali (Allah) yang telah menciptakanku.”. Maksudnya adalah menetapkan ibadah hanya untuk Allah semata.

[#. Dengan demikian, hakikat Laa ilaaha illallaah bukan sekadar mengucapkannya, tetapi juga mengingkari semua sesembahan selain Allah dan mengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada Allah.]

ما يستفاد من الآية:

Pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut:

١ - أن معنى لا إله إلا الله توحيدُ الله بإخلاص العبادة له والبراءة من عبادة كلِّ ما سواه.

1. Bahwa makna Laa ilaaha illallaah adalah mentauhidkan Allah dengan mengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada-Nya serta berlepas diri dari peribadatan kepada segala sesuatu selain-Nya.

٢ - إظهار البراءة من دين المشركين.

2. Menampakkan sikap berlepas diri dari agama orang-orang musyrik.

٣ - مشروعية التبري من أعداء الله ولو كانوا أقرب الناس.

3. Disyariatkannya berlepas diri dari musuh-musuh Allah, meskipun mereka adalah orang-orang yang paling dekat hubungan kekerabatannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar