الملخص في شرح كتاب التوحيد
Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid
Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Kembali 6d | IndeX | Lanjut 7a
باب تفسير التوحيد وشهادة أن لا إله إلا الله
Bab Penjelasan tentang Tauhid dan Syahadat 'Lā ilāha illallāh'
(tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah)
وفي الصحيح عن النبي ﷺ أنّه قال: « من قال لا إله إلاّ الله وكَفَر بما يُعبد من دون الله حرُم ماله ودمه وحسابُه على الله عزّ وجلّ » وشرحُ هذه الترّجمة ما بعدَها من الأبواب.
Dan di dalam hadis sahih, dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda:
‘Barang siapa mengucapkan Lā ilāha illallāh (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah) dan mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah, maka terjagalah harta dan darahnya, sedangkan perhitungannya diserahkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.’
Dan penjelasan dari judul bab ini akan diterangkan pada bab-bab setelahnya.
في الصحيح: أي صحيح مسلم.
Kata [في الصحيح] : maksudnya Sahih Muslim.”
حرم ماله ودمه: أي مُنع أخذ ماله وقتله بناء على ما ظهر منه.
Kata [حرم ماله ودمه] : maksudnya tidak boleh mengambil hartanya dan tidak boleh membunuhnya berdasarkan apa yang tampak darinya.”
وحسابه على الله: أي الله تعالى هو الذي يتولىّ حسابَ من تلفَّظ بهذه الكلمة، فيجازيه على حسب نيّته واعتقاده.
Kata [وحسابه على الله] : maksudnya Allah Ta‘ala yang akan mengurus perhitungan orang yang mengucapkan kalimat ini, lalu membalasnya sesuai dengan niat dan keyakinannya.
الترجمة: ترجمة الكتاب والباب فاتحتُه. والمراد بها هنا قولُه: باب تفسير التوحيد وشهادة أن لا إله إلاّ الله.
Kata [الترجمة] : terjemah/judul adalah judul kitab dan bab serta pembukaannya. Yang dimaksud dengannya di sini adalah ucapan penulis: ‘Bab Penjelasan Tauhid dan Syahadat Lā ilāha illallāh.’”
المعنى الإجماليّ للحديث: يبين ﷺ في هذا الحديث أنّه لا يحرُم قتلُ الإنسان وأخذُ ماله إلاّ بمجموع أمرين:
Makna secara global dari hadist ini : Nabi ﷺ menjelaskan dalam hadis ini bahwa tidak menjadi haram (terlarang) membunuh seseorang dan mengambil hartanya kecuali dengan terkumpulnya dua perkara:
الأول: قول لا إله إلا الله.
Pertama: mengucapkan ‘Lā ilāha illallāh’ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).”
الثاني: الكفر بما يُعبد من دون الله. فإذا وُجد هذان الأمران وجب الكفُّ عنه ظاهراً وتفويضُ باطنه إلى الله، فإن كان صادقاً في قلبه جازاه بجنات النعيم، وإن كان منافقاً عذّبه العذاب الأليم، وأما في الدنيا فالحكم على الظاهر.
Kedua: mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah. Apabila kedua perkara ini telah ada, maka wajib menahan diri darinya secara lahiriah dan menyerahkan urusan batinnya kepada Allah. Jika ia jujur dalam hatinya, Allah akan membalasnya dengan surga-surga kenikmatan. Namun jika ia seorang munafik, Allah akan mengazabnya dengan azab yang pedih. Adapun di dunia, hukum ditetapkan berdasarkan apa yang tampak.
مناسبة الحديث للباب: أنّه من أعظم ما يبين معنى لا إله إلاّ الله: وأنّه الكفر بكلّ يُعبد من دون الله.
Kesesuaian hadist ini dengan bab : bahwa hadis tersebut termasuk penjelasan terbesar tentang makna Lā ilāha illallāh, yaitu mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah.”
ما يستفاد من الحديث:
Pelajaran yang dapat diambil dari hadis :
١ - أنّ معنى: لا إله إلا الله هو الكفر بما يعبد من دون الله من الأصنام والقبور وغيرها.
1. Bahwa makna Lā ilāha illallāh adalah mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah, seperti berhala, kuburan, dan selain keduanya.
٢ - أنّ مجرد التلفظ بلا إله إلاّ الله مع عدم الكفر بما يُعبد من دون الله لا يحرِّم الدم والمال ولو عرَف معناها وعمل به. ما لم يضف إلى ذلك الكفر بما يعبد من دون الله.
2. Bahwa sekadar mengucapkan Lā ilāha illallāh tanpa mengingkari apa yang disembah selain Allah, tidak menjadikan darah dan hartanya terlindungi, sekalipun ia mengetahui maknanya dan mengamalkannya, selama ia belum menambahkan kepada itu pengingkaran terhadap apa yang disembah selain Allah.
٣ - أن من أتىٰ بالتوحيد والتزم شرائعه ظاهراً وجب الكفّ عنه حتىّ يتبين منه ما يخالف ذلك.
3. Bahwa siapa yang datang dengan tauhid dan menampakkan komitmen terhadap syariat-syariatnya secara lahiriah, maka wajib menahan diri darinya (tidak mengganggu jiwa dan hartanya) sampai tampak darinya sesuatu yang menyelisihi hal tersebut.
٤ - وجوب الكفّ عن الكافر إذا دخل في الإسلام ولو في حال القتال حتىّ يتبين منه ما يخالف ذلك.
4. Wajib menahan diri (tidak memerangi atau menyakitinya) terhadap orang kafir apabila ia telah masuk Islam, meskipun dalam keadaan peperangan, sampai tampak darinya sesuatu yang menyelisihi hal tersebut.
٥ - أنّ الإنسان قد يقول: لا إله إلاّ الله ولا يكفر بما يُعبد من دونه.
5. Bahwa seseorang bisa saja mengucapkan Lā ilāha illallāh, tetapi tidak mengingkari apa yang disembah selain Allah.
٦ - أن الحكم في الدنيا على الظاهر، وأما في الآخرة فعلى النيات والمقاصد.
6. Bahwa hukum di dunia didasarkan pada apa yang tampak, sedangkan di akhirat berdasarkan niat dan tujuan.
٧ - حرمة مال المسلم ودمه إلاّ بحق.
7. Haram (terlarang) melanggar harta dan darah (jiwa) seorang muslim kecuali dengan alasan yang dibenarkan.
ومعنى قول المصنف: « وشرح هذه الترجمة ما بعدها من الأبواب » أنّ ما يأتي بعد هذا الباب من الأبواب في ما يبين التوحيد ويوضح معنى «لا إله إلا الله» وبيان أشياء كثيرة من الشرك الأصغر والأكبر وما يوصّل إلى ذلك من الغلوّ والبدع مما يجب تركه من مضمون لا إله إلاّ الله.
Makna ucapan penulis: ‘Dan penjelasan judul bab ini ada pada bab-bab setelahnya’, yaitu bahwa bab-bab yang datang setelah bab ini akan menjelaskan tauhid dan menerangkan makna Lā ilāha illallāh, serta menjelaskan banyak perkara dari syirik kecil dan syirik besar, juga hal-hal yang mengantarkan kepada itu berupa sikap berlebih-lebihan (ghuluw) dan berbagai bid‘ah yang wajib ditinggalkan sebagai bagian dari kandungan Lā ilāha illallāh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar