Kamis, 25 Juni 2026

Kitab Tauhid : 8d

  

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 8c | IndeX | Lanjut 8e

 

 

باب ما جاء في الرّقي والتّمائم 

Bab tentang keterangan yang datang mengenai ruqyah dan tamimah (jimat)

 

 

وعن عبد الله بن عُكيم مرفوعاً: «من تعلق شيئاً وُكِل إليه». رواه أحمد والترمذي.

Dari Abdullah bin Ukaim secara marfū‘ (dinisbatkan kepada Nabi ﷺ):

“Barang siapa menggantungkan dirinya kepada sesuatu, maka ia akan diserahkan kepada sesuatu itu.”  Diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi.

[Hadis marfu' adalah hadist yang disandarkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Sandaran ini dapat berupa perkataan, perbuatan, persetujuan (taqrir), maupun sifat fisik dan kepribadian beliau]

عبد الله بن عُكيم: ويكنىٰ أبا معبد الجهنيّ الكوفيّ أدرك زمن النبي ﷺ ولا يُعرف أنه سمع منه.

Kata [عبد الله بن عُكيم] : beliau Abu Ma‘bad, dari kabilah Juhainah, tinggal di Kufah. Beliau hidup pada zaman Nabi ﷺ, tetapi tidak diketahui bahwa beliau pernah mendengar langsung dari Nabi ﷺ.

[ويكنى  - nama panggilan atau julukan]

مرفوعاً: أي إلى النبي ﷺ .

Kata [مرفوعاً] yaitu hadist yang dinisbatkan kepada Nabi ﷺ, baik melalui ucapan, perbuatan, persetujuan, atau sifat beliau.

من تعلّق شيئاً: أي التفت قلبُه عن الله إلى شيءٍ يعتقد أنه ينفعه أو يدفع عنه.

Kata [من تعلّق شيئاً] yaitu Barang siapa menggantungkan hatinya kepada sesuatu selain Allah, yakni hatinya berpaling dari Allah lalu meyakini bahwa sesuatu itu dapat memberi manfaat atau menolak mudarat.

وُكِل إليه: أي وكله الله إلى ذلك الشيء الّذي تعلَّقَه من دونه وخذله.

Kata [وُكِل إليه] yaitu Allah menyerahkannya kepada sesuatu yang ia gantungi itu dan membiarkannya (tidak diberi pertolongan).

[Maksudnya, ketika seseorang menjadikan selain Allah sebagai tempat sandaran yang tidak benar, maka ia kehilangan kesempurnaan tawakal kepada Allah]

المعنى الإجماليّ للحديث: هذا حديثٌ وجيز اللفظ عظيم الفائدة يخبر فيه النبي ﷺ أنّ من التفت بقلبه أو فعله أو بهما جميعاً إلى شيء يرجو منه النفع أو دفع الضرّ وكله الله إلى ذلك الشيء الذي تعلَّقه، فمن تعلَّق بالله كفاه ويسَّر له كل عسير، ومن تعلّق بغيره وكله الله إلى ذلك الغير وخذله.

Makna secara global dari hadist ini : Ini adalah hadis yang singkat lafaznya tetapi sangat besar faedahnya. Di dalamnya Nabi ﷺ menjelaskan bahwa barang siapa memalingkan hatinya, perbuatannya, atau keduanya sekaligus kepada sesuatu dengan harapan memperoleh manfaat atau menolak mudarat, maka Allah akan menyerahkannya kepada sesuatu yang ia gantungi tersebut.

Maka Barang siapa bergantung kepada Allah, Allah akan mencukupinya dan memudahkan segala urusannya yang sulit. 

Dan barang siapa bergantung kepada selain-Nya, Allah akan menyerahkannya kepada selain itu dan membiarkannya tanpa pertolongan.

مناسبة الحديث للباب: أنّ فيه النهي والتحذير من التعلُّق على غير الله في جلب المنافع ودفع المضار.

Kesesuaian hadist ini dengan bab : Bahwa di dalam hadis ini terdapat larangan dan peringatan keras agar tidak bergantung kepada selain Allah dalam mendatangkan manfaat dan menolak mudarat.

ما يستفاد من الحديث:

Pelajaran yang dapat diambil dari hadis :

١- النّهيّ عن التعلّق بغير الله.

1. Larangan bergantung kepada selain Allah.
[Maksudnya, tidak menjadikan selain Allah sebagai sandaran hati dalam memperoleh manfaat atau menolak mudarat]

٢ - وجوب التعلّق بالله في جميع الأمور.

2. Wajib menggantungkan hati kepada Allah dalam seluruh urusan.

[Artinya, seorang hamba bertawakal kepada Allah dan menyerahkan hasil kepada-Nya, sambil tetap mengambil sebab yang dibolehkan]

٣- بيان مضرة الشرك وسوء عاقبته.

3. Penjelasan tentang bahaya syirik dan buruknya akibat syirik.

[Karena syirik menyebabkan hati berpaling dari Allah dan dapat menghilangkan pertolongan serta keberkahan sesuai kadar penyimpangannya]

٤- أنّ الجزاء من جنس العمل.

4. Bahwa balasan sesuai dengan jenis perbuatan.

[Siapa saja yang menggantungkan diri kepada Allah, Allah mencukupinya. Dan siapa yang menggantungkan diri kepada selain Allah, ia diserahkan kepada sesuatu yang ia gantungi]

٥- أنّ نتيجة العمل ترجع إلى العامل خيراً أو شرّاً.

5. Bahwa hasil dan akibat perbuatan akan kembali kepada pelakunya, baik berupa kebaikan maupun keburukan.

[Jika amalnya baik maka dampaknya kembali sebagai kebaikan, dan jika amalnya buruk maka akibat buruknya juga kembali kepada dirinya]

* * *

Kembali 8c | IndeX | Lanjut 8e

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar