الملخص في شرح كتاب التوحيد
Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid
Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Kembali 6c | IndeX | Lanjut 6e
باب تفسير التوحيد وشهادة أن لا إله إلا الله
Bab Penjelasan tentang Tauhid dan Syahadat 'Lā ilāha illallāh'
(tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah)
وقوله
تعالى: ﴿ وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً
يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبًّا
لِّلّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ
الْقُوَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً وَأَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ﴾ [البقرة:
١٦٥].
Dan firman Allah Ta‘ala:
"Dan
di antara manusia ada orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai
tandingan-tandingan (sekutu-sekutu); mereka mencintainya sebagaimana
mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya
kepada Allah. Dan seandainya orang-orang yang zalim itu mengetahui
ketika mereka melihat azab, bahwa seluruh kekuatan itu milik Allah dan
bahwa Allah sangat keras azab-Nya." (QS. Al-Baqarah: 165)
من الناس: فريقٌ من الناس.
Kata [من الناس] : satu golongan atau kelompok dari manusia
من دون الله: أي غير الله.
Kata [من دون الله] : yakni selain Allah atau selain daripada Allah.
أنداداً: أي أمثالاً ونظراء.
Kata [أنداداً] : yang semisal dan sebanding (sekutu-sekutu atau tandingan-tandingan)
يحبّونهم: المحبة إرادة ما تراه أو تظنّه خيراً والرغبة فيه.
Kata [يحبّونهم] : mereka mencintainya
[المحبّة
- adalah keinginan terhadap sesuatu yang dipandang atau diduga sebagai
kebaikan serta kecenderungan dan ketertarikan kepadanya.]
كحب الله: أي يسوّونهم به في المحبة المقتضية للذلّ للمحبوب والخضوع له.
Kata
[كحب الله] : yakni mereka menyamakan tandingan-tandingan itu dengan
Allah dalam kecintaan, yaitu kecintaan yang menuntut adanya perendahan
diri kepada yang dicintai dan ketundukan kepadanya
ولو يرى: لو يعلم.
Kata [ولو يرى] : yakni kalau mereka mengetahui
[Maksudnya:
seandainya orang-orang zalim mengetahui hakikat keadaan ketika melihat
siksaan Allah, niscaya mereka akan mengetahui bahwa seluruh kekuatan
adalah milik Allah.]
إذ يرون العذاب: وقت ما يعايِنونه.
Kata
[إذ يرون العذاب] : yakni ketika mereka menyaksikan azab itu secara
langsung (pada saat mereka benar-benar melihat dan menghadapinya)
أنّ القوة لله: لأنّ القدرة والغلبة له وحده.
Kata [أنّ القوة لله] : karena kekuasaan dan kemenangan (keperkasaan) seluruhnya milik Allah semata
المعنى
الإجمالي للآية: ذكر الله سبحانه وتعالى حال المشركين به في الدنيا ومآلهم
في الآخرة حيث جعلوا لله أمثالاً ونظراءَ ساوُوهم به المحبة، ثمّ ذكر حال
المؤمنين الموحّديث أنهم يحبّون الله حبّاً يفوق حبّ أصحاب الأنداد
لأندادهم أو يفوق حبّ أصحاب الأنداد لله، لأنّ حبّ المؤمنين لله خالص، وحبّ
أصحاب الأنداد لله مشترك، ثمّ توعّد هؤلاء المشركين به بأنّهم لو علموا ما
يعايِنون يوم القيامة وما يحلّ بهم من الأمر الفظيع والعذاب الشديد على
شركهم وتفرُّد الله سبحانه بالقدرة والغلبة دون أندادهم لانتهوا عمّا هم
فيه من الضلال، لكنّهم لم يتصوّروا ذلك ويؤمنوا به.
Makna ayat secara umum (global): Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menjelaskan keadaan orang-orang yang berbuat syirik kepada-Nya di dunia dan tempat kembali mereka di akhirat. Mereka menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu, lalu menyamakan kecintaan kepada tandingan itu dengan kecintaan yang semestinya ditujukan kepada Allah.
Kemudian Allah menyebutkan keadaan orang-orang beriman yang mentauhidkan-Nya, yaitu mereka mencintai Allah dengan kecintaan yang lebih besar; baik lebih besar daripada kecintaan para penyembah tandingan kepada tandingan-tandingan mereka, ataupun lebih besar daripada kecintaan orang-orang musyrik kepada Allah. Hal itu karena cinta orang-orang beriman kepada Allah adalah murni dan ikhlas, sedangkan cinta orang-orang yang memiliki tandingan-tandingan itu tercampur dan terbagi.
Lalu
Allah memberikan ancaman kepada orang-orang musyrik tersebut:
seandainya mereka mengetahui apa yang akan mereka saksikan pada hari
kiamat, serta apa yang akan menimpa mereka berupa perkara yang sangat
dahsyat dan azab yang keras akibat kesyirikan mereka, dan mengetahui
bahwa Allah semata yang memiliki kekuasaan dan kemenangan tanpa
sekutu-sekutu mereka, niscaya mereka akan berhenti dari kesesatan yang
mereka lakukan. Akan tetapi, mereka tidak membayangkan hal itu dan tidak
beriman kepadanya.
مناسبة
الآية للباب: أنّها من النصوص المبينة لتفسير التوحيد وشهادة أن لا إله
إلاّ الله. حيث دلّت على أنّ من اتّخذ نِدّاً مع الله يحبّه كمحبة الله فقد
أشرك، فعُلم أنّ معنى التوحيد أن يُفرد الربّ بهذه المحبة التي تستلزم
إخلاص العبادة له وحده والذلّ والخضوع له وحده.
Kesesuaian ayat dengan bab : Ayat ini termasuk dalil yang menjelaskan tafsir tauhid dan syahadat Lā ilāha illallāh. Hal itu karena ayat ini menunjukkan bahwa siapa yang menjadikan tandingan bersama Allah lalu mencintainya seperti mencintai Allah, maka ia telah berbuat syirik.
Dari
sini dipahami bahwa makna tauhid adalah mengkhususkan Allah dengan
kecintaan tersebut, yaitu kecintaan yang menuntut pemurnian ibadah hanya
kepada-Nya, serta perendahan diri dan ketundukan hanya kepada-Nya
semata.
ما يستفاد من الآية:
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut:
١ - أن من معنى التوحيد وشهادة أن لا إله إلاّ الله إفرادُ الله تعالى بالمحبة المقتضية للذلّ والخضوع.
1.
Bahwa termasuk makna tauhid dan syahadat Lā ilāha illallāh adalah
mengesakan Allah Ta‘ālā dalam kecintaan yang menuntut adanya perendahan
diri dan ketundukan kepada-Nya.
٢ - أنّ المشركين يحبّون الله حبّاً عظيماً ولم يدخلهم ذلك في الإسلام، لأنّهم أشركوا معه غيره فيها.
2.
Bahwa orang-orang musyrik juga mencintai Allah dengan kecintaan yang
besar, namun hal itu tidak memasukkan mereka ke dalam Islam, karena
mereka menyekutukan selain Allah bersama-Nya dalam kecintaan tersebut.
٣ - أنّ الشرك ظلم.
3. Bahwa syirik adalah suatu kezaliman.
٤ - الوعيد للمشركين يوم القيامة.
4. Adanya ancaman (wa‘id) bagi orang-orang musyrik pada hari kiamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar