Jumat, 19 Juni 2026

Kitab Tauhid : 7d

 

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 7cIndeX | Lanjut 8a

 

 

باب من الشرك لبس الحلقة والخيط ونحوهما لرفع البلاء أو دفعه 

Bab tentang termasuk perbuatan syirik: memakai gelang, benang (jimat), dan yang semisal keduanya untuk menghilangkan musibah atau menolak datangnya musibah

 

 

ولابن أبي حاتم عن حذيفة: أنّه رأى رجلاً في يده خيطٌ من الحمَّى فقطعَه، وتلا قوله: ﴿ وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللهِ إِلاَّ وَهُم مُّشْرِكُونَ ﴾ [يوسف: ١٠٦] .

Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Hudzaifah ibn al-Yaman: bahwa beliau melihat seorang laki-laki yang di tangannya ada seutas benang untuk (menolak atau menyembuhkan) demam, lalu beliau memotongnya dan membaca firman Allah:

﴿ وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ ﴾

‘Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mereka mempersekutukan-Nya.’ (QS. Al-Qur'an)”

[خيط من الحمى → benang yang dipakai sebagai jimat karena diyakini dapat menghilangkan atau mencegah demam]

ولابن أبي حاتم: أي وروى ابن أبي حاتم – صاحب كتاب الجرح والتعديل.

Kata [لابن أبي حاتم] : maksudnya adalah Ibn Abi Hatim al-Razi, yaitu ulama hadis yang dikenal sebagai penulis kitab Al-Jarḥ wa at-Ta‘dīl (kitab tentang penilaian para perawi hadis).

عن حذيفة: هو ابن اليمان العبسيّ حليف الأنصار صحابيّ جليل من السابقين الأولين، مات سنة ٣٦هـ رضي الله عنه.

Kata [عن حذيفة] : yaitu Hudzaifah ibn al-Yaman, seorang dari Bani Abs, sekutu kaum Anshar, seorang sahabat yang mulia dan termasuk golongan orang-orang yang pertama masuk Islam. Beliau wafat pada tahun 36 H, semoga Allah meridhainya.

[حليف الأنصار → sekutu atau memiliki ikatan perjanjian dengan kaum Anshar di Madinah]

[صحابيّ جليل → sahabat Nabi yang memiliki kedudukan tinggi]

من الحُمَّى: أي للوقاية من الحمّى فلا تصيبه بزعمه.

Kata [من الحُمَّى] : yaitu dipakai sebagai perlindungan dari demam agar tidak menimpanya menurut anggapannya (keyakinannya).

[الحُمَّى = demam, للوقاية = untuk perlindungan atau pencegahan, فلا تصيبه = supaya demam tidak mengenainya, بزعمه = menurut klaim atau keyakinannya sendiri]

وتلا: أي قرأ الآية مستدلاًّ بها على إنكار ما رأى.

Kata [وتلا] : yaitu membaca ayat itu sebagai dalil untuk mengingkari apa yang beliau lihat.

معنى الأثر إجمالاً: أنّ حذيفة بن اليمان رضي الله عنه أبصر رجلاً قد ربط في عضده خيطاً يتقي به مرض الحمّى فأزاله عنه منكِراً فعله هذا، واستدلّ بالآية التي أخبر الله فيها أنّ المشركين يجمعون بين الإقرار بتوحيد الربوبية والشرك في العبادة.

Makna atsar secara global: bahwa Hudzaifah ibn al-Yaman melihat seorang laki-laki yang telah mengikat seutas benang di lengan atasnya untuk melindungi diri dari penyakit demam. Maka beliau melepaskannya sebagai bentuk pengingkaran terhadap perbuatan tersebut, dan beliau berdalil dengan ayat yang Allah kabarkan di dalamnya bahwa orang-orang musyrik menggabungkan antara pengakuan terhadap tauhid rububiyah dan kesyirikan dalam ibadah.

مناسبة الأثر للباب: أن فيه اعتبار لبس الخيط - لدفع المرض - شركاً يجب إنكاره.

Kesesuaian atsar ini dengan bab: bahwa di dalamnya terdapat penetapan bahwa memakai benang — dengan tujuan menolak penyakit — termasuk syirik yang wajib diingkari.

ما يستفاد من الأثر:

Pelajaran yang dapat diambil dari riwayat ini :

١- إنكار لبس الخيط لرفع البلاء أو دفعه، وأنّه شرك.

1. Mengingkari pemakaian benang untuk menghilangkan musibah atau menolaknya, dan bahwa perbuatan itu termasuk syirik.

[إنكار → mengingkari atau menolak perbuatan tersebut, أو دفعه → atau untuk mencegah musibah sebelum terjadi]

٢- وجوب إزالة المنكر لمن يقدر على إزالته.

2. Wajib menghilangkan kemungkaran bagi orang yang mampu untuk menghilangkannya.

٣- صحة الاستدلال بما نزل في الشرك الأكبر على الشرك الأصغر لشموله له.

3. Bolehnya dan benarnya berdalil dengan ayat yang turun tentang syirik besar untuk diterapkan pada syirik kecil, karena kandungannya mencakup keduanya.

٤- أن المشركين يقرّون بتوحيد الربوبية ومع هذا هم مشركون، لأنّهم لم يخلصوا في العبادة.

4. Bahwa orang-orang musyrik mengakui tauhid rububiyah, tetapi meskipun demikian mereka tetap musyrik, karena mereka tidak memurnikan ibadah (hanya) kepada Allah.

 

Kembali 7cIndeX | Lanjut 8a

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar