Senin, 22 Juni 2026

Kitab Tauhid : 8a

 

 

  الملخص في شرح كتاب التوحيد

Ringkasan dalam penjelasan Kitab Tauhid  

Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan

 

Kembali 7d | IndeX | Lanjut 8b

 

 

باب ما جاء في الرّقي والتّمائم 

Bab tentang keterangan yang datang mengenai ruqyah dan tamimah (jimat)

 

 

في الصّحيح عن أبي بَشِير الأنصاريّ رضي الله عنه أنّه كان مع رسول الله ﷺ في بعض أسفاره فأرسل رسولاً: «أن لا يَبْقَيَنَّ في رقبةِ بعيرٍ قِلادةٌ من وَتَر أو قلادةٌ إلاّ قُطِعَتْ» .

Dalam kitab Shahih, dari Abu Basyir Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah bersama Rasulullah ﷺ dalam salah satu perjalanan beliau. Lalu Rasulullah ﷺ mengutus seorang utusan (untuk mengumumkan):

“Jangan sampai masih tersisa pada leher seekor unta kalung dari tali busur (watar) atau kalung apa pun, kecuali harus diputus (dilepas).”

[قلادة = kalung atau sesuatu yang digantungkan]

مناسبة الباب لكتاب التوحيد: أنه استمرارٌ في ذكر الأشياء التي تخلّ بعقيدة التوحيد من الرقىٰ والتمائم الشركية.

Kesesuaian bab ini dengan Kitab Tauhid: Bahwa bab ini merupakan kelanjutan pembahasan tentang perkara-perkara yang merusak atau mengurangi kemurnian akidah tauhid, yaitu berupa ruqyah dan tamimah (jimat) yang mengandung kesyirikan.

ما جاء في الرقىٰ والتمائم: أي: من النّهي عمّا لا يجوز منها.

Kata [ما جاء في الرقىٰ والتمائم] : maksudnya berupa larangan terhadap ruqyah dan tamimah yang tidak dibolehkan.

في الصحيح: أي في الصحيحين.

Kata [في الصحيح] : yaitu yang dimaksud adalah dalam dua kitab Shahih (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim).”

عن أبي بشير: هو صحابيٌّ شهد غزوة الخندق، ومات بعد الستين.

Kata [عن أبي بشير] : Abu Basyir, beliau adalah seorang sahabat Nabi ﷺ yang ikut serta dalam Perang Khandaq, dan wafat setelah tahun enam puluhan (Hijriah).”

قلادةٌ: ما يعلَّق في رقبة البعير وغيره.

Kata [قلادةٌ] : adalah sesuatu yang digantungkan pada leher unta dan selainnya.

وترٍ: واحد أوتار القوس.

Kata [وترٍ] : adalah bentuk tunggal dari awtār, yaitu tali busur.”

أو قلادةٌ: شكٌّ من الراوي هل القلادة بقيدة بكونها من وتر أو مطلقة من الوتر وغيره.

Kata [أو قلادةٌ] : ini adalah keraguan dari perawi, apakah yang dimaksud kalung itu dibatasi hanya yang terbuat dari tali busur, ataukah bersifat umum mencakup kalung dari tali busur maupun selainnya.

المعنى الإجمالي للحديث: أنّ النبي ﷺ بعث في بعض أسفاره من ينادي في الناس بإزالة القلائد الّتي في رقاب الإبل التي يُراد بها دفع العين ودفع الآفات، لأنّ ذلك من الشرك الذي تجب إزالته.

Makna secara global dari hadist ini : Bahwa Nabi ﷺ dalam salah satu perjalanan beliau mengutus seseorang untuk menyerukan kepada manusia agar melepaskan kalung-kalung yang dipasang pada leher unta, yang dimaksudkan untuk menolak pengaruh ‘ain (pandangan yang membahayakan) dan menolak berbagai gangguan atau musibah. Karena perbuatan itu termasuk kesyirikan yang wajib dihilangkan.

مناسبة الحديث للباب: من حيثُ إنّه يدلّ على أنّ تقليد الإبل ونحوِها الأوتارَ وما في معناها لدفع الآفات حرامٌ وشرك، لأنه من تعليق التمائم المحرمة.

Kesesuaian hadist dengan bab: Dari sisi bahwa hadis ini menunjukkan bahwa mengalungkan unta dan semisalnya dengan tali busur (watar) dan hal-hal yang semakna dengannya untuk menolak berbagai gangguan atau musibah adalah haram dan termasuk kesyirikan, karena hal itu termasuk menggantungkan tamimah (jimat) yang terlarang.

ما يستفاد من الحديث:

Pelajaran yang dapat diambil dari hadis:

١- أنّ تعليق الأوتار – لدفع الآفات- في حكم التمائم في التحريم.

1. Bahwa menggantung tali-tali busur (al-awtār) untuk menolak berbagai gangguan atau musibah hukumnya sama dengan tamimah dalam hal keharaman.

٢- إزالة المنكر.

2. Menghilangkan kemungkaran.

٣- تبليغ الناس ما يصون عقيدتهم.

3. Menyampaikan kepada manusia apa yang menjaga (memelihara) akidah mereka.


* * *

Kembali 7d | IndeX | Lanjut 8b

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar