Sabtu, 12 Juli 2025

TARIKH KHULAFA - Bagian ke : 26

 

TARIKH KHULAFA


Kembali 25 | IndeX | Lanjut 27

 

 

71. Hadis tentang kisah Perang Uhud, diriwayatkan oleh al-Ṭiyālisī dan al-Ṭabarānī.

72. Hadis: “Ketika aku bersama Rasulullah ﷺ, aku melihat beliau menghindar dari sesuatu, padahal aku tidak melihat apa pun.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang Anda hindari?” Beliau menjawab, “Dunia, ia mendekat padaku, maka aku berkata: ‘Menjauhlah dariku!’ Lalu ia berkata: ‘Engkau tidak akan bisa lepas dariku.’” — Riwayat al-Bazzār.

73. Hadis: “Bunuhlah orang yang menyendiri (pengkhianat), siapapun dia dari kalangan manusia.” — al-Ṭabarānī dalam al-Awsaṭ.

74. Hadis: “Perhatikan rumah siapa yang kalian tempati, tanah siapa yang kalian tinggali, dan jalan siapa yang kalian lewati.” — al-Daylamī.

75. Hadis: “Perbanyaklah bershalawat kepadaku, karena Allah menugaskan malaikat di kuburanku. Jika ada seseorang dari umatku bershalawat kepadaku, malaikat itu berkata: ‘Fulan bin Fulan bershalawat kepadamu saat ini.’” — al-Daylamī.

76. Hadis: “Jumat ke Jumat adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan mandi pada hari Jumat juga penghapus...” — Riwayat al-‘Uqaylī dalam al-Ḍu'afā’.

77. Hadis: “Sesungguhnya panasnya neraka atas umatku seperti panas air mandi (tidak terlalu menyakitkan).” — al-Ṭabarānī.

78. Hadis: “Jauhilah dusta, karena dusta menjauhkan dari iman.” — Ibn Lāl dalam Makārim al-Akhlāq.

79. Hadis: “Sampaikan kabar gembira kepada orang yang ikut Perang Badar bahwa mereka masuk surga.” — al-Dāraquṭnī dalam al-Afrād.

80. Hadis: “Agama adalah panji berat milik Allah. Siapa yang mampu memikulnya?” — al-Daylamī.

81. Hadis: “Surat Yā-Sīn disebut sebagai pelindung...” — Riwayat al-Daylamī dan al-Bayhaqī dalam Syu‘ab al-īmān.

82. Hadis: “Pemimpin yang adil dan rendah hati adalah bayangan dan tombak Allah di bumi. Setiap hari amalnya setara dengan amal 60 orang shiddiq.” — Abū al-Shaykh Ibn Ḥayyān dalam al-Thawāb.

83. Hadis: “Musa bertanya kepada Tuhannya: Apa balasan bagi orang yang menghibur wanita yang kehilangan anak? Allah menjawab: Aku akan menaunginya dalam naungan-Ku.” — Ibn Shāhīn dalam al-Targhīb, dan al-Daylamī.

84. Hadis: “Ya Allah, kuatkan Islam dengan ‘Umar bin al-Khaṭṭāb.” — al-Ṭabarānī dalam al-Awsaṭ.

85. Hadis: “Tidak ada binatang yang diburu, pohon yang ditebang, atau hubungan silaturahmi yang terputus, kecuali karena sedikitnya tasbih.” — Ibn Rāhūyah dalam Musnad-nya.

86. Hadis: “Seandainya aku tidak diutus kepada kalian... maka pasti Umar yang akan diutus.” — al-Daylamī.

87. Hadis: “Seandainya ahli surga berdagang, mereka akan berdagang dengan kain (bazz).” — Abū Ya‘là.

88. Hadis: “Barang siapa keluar menyeru kepada dirinya sendiri atau kepada selainnya, padahal di tengah manusia sudah ada seorang imam, maka ia dilaknat oleh Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Maka bunuhlah dia.” — al-Daylamī.

89. Hadis: “Barang siapa menulis ilmuku atau hadis dariku, maka akan terus ditulis pahala untuknya selama ilmu itu masih ada.” — al-Ḥākim dalam al-Tārīkh.

90. Hadis: “Barang siapa berjalan tanpa alas kaki dalam ketaatan kepada Allah, maka Allah tidak akan menanyainya pada hari kiamat tentang kewajiban yang telah ditetapkan kepadanya.” — al-Ṭabarānī dalam al-Awsaṭ.

91. Hadis: “Barang siapa ingin dinaungi oleh Allah dari panas neraka Jahannam dan ditempatkan dalam naungan-Nya, maka janganlah bersikap keras terhadap kaum mukminin, melainkan hendaklah bersikap lemah lembut kepada mereka.” — Ibn Lāl dalam Makārim al-Akhlāq dan Abū al-Shaykh Ibn Ḥayyān dalam al-Thawāb.

92. Hadis: “Barang siapa di pagi hari berniat taat kepada Allah, maka Allah akan menulis pahala baginya sepanjang harinya, meskipun ia tidak melaksanakannya.” — al-Daylamī.

93. Hadis: “Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad, kecuali Allah akan menimpakan azab kepada mereka secara umum.” — al-Ṭabarānī dalam al-Awsaṭ.

94. Hadis: “Orang yang gemar memfitnah tidak akan masuk surga.” — al-Daylamī, namun sanadnya tidak bersambung.

95. Hadis: “Janganlah meremehkan seorang Muslim, karena orang Muslim yang kecil di sisi kalian itu besar di sisi Allah.” — al-Daylamī.

96. Hadis: “Allah berfirman: Jika kalian menginginkan rahmat-Ku, maka rahmatilah makhluk-Ku.” — Abū al-Shaykh, Ibn Ḥayyān, dan al-Daylamī.

97. Hadis: “Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang ujung kain (izār), maka beliau memegang otot betis, lalu aku berkata: ‘Tambah lagi.’ Maka beliau memegang bagian depan betis. Aku berkata: ‘Tambah lagi.’ Beliau bersabda: ‘Tidak ada kebaikan pada apa yang lebih rendah dari itu.’ Aku berkata: ‘Kalau begitu kami binasa, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda: ‘Wahai Abū Bakr, bersikap luruslah dan mendekatlah... niscaya engkau akan selamat.’” — Abū Nu‘aym dalam al-Ḥilyah.

98. Hadis: “Tanganku dan tangan ‘Alī dalam keadilan adalah sama.” — al-Daylamī dan Ibn ‘Asākir.

99. Hadis: “Janganlah kalian lalai dari memohon perlindungan dari setan. Karena meskipun kalian tidak melihatnya, dia tidak lalai dari kalian.” — al-Daylamī, tanpa sanad yang bersambung.

100. Hadis: “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga.” — al-Ṭabarānī dalam al-Awsaṭ.

101. Hadis: “Barang siapa memakan tumbuhan bau (seperti bawang putih)... maka janganlah mendekati masjid kami.” — al-Ṭabarānī dalam al-Awsaṭ.

102. Hadis tentang mengangkat tangan dalam takbiratul ihram, rukuk, dan bangkit dari rukuk — Riwayat al-Bayhaqī dalam al-Sunan.

103. Hadis: “Rasulullah ﷺ menghadiahkan seekor unta kepada Abu Jahl.” — al-Ismā‘īlī dalam Mu‘jam-nya.

104. Hadis: “Memandang wajah ‘Alī adalah ibadah.” — Ibn ‘Asākir.

 

Kembali 25 | IndeX | Lanjut 27

 


Hal: 188 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar