Rabu, 30 Juli 2025

Umdatul Ahkam : 4 (Kitab Thaharah "Bersuci")

 

  خُلَاصَةُ الْكَلَامِ عَلَى عُمْدَةِ الْأَحْكَامِ 

Ringkasan Penjelasan atas Kitab 'Umdatil-Ahkam  

oleh: Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih bin Hamd Al-Bassam

 

Kembali 3 | IndeX | Lanjut 5

 


بابُ السِّوَاكِ

Bab Menggosok Gigi

 

Hadist ke Tujuh Belas: 

عنْ أبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عنهُ، أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قالَ: (( لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ )) .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seandainya tidak memberatkan umatku, pasti aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak salat.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

 

Pelajaran yang dapat diambil dari hadist:  

Pertama: Disunnahkannya bersiwak dan keutamaannya.

Kedua: Penekanannya (anjuran yang kuat) saat berwudu dan sebelum salat. 

Ktiga: Bahwa siwak tidak diwajibkan atas umat ini karena dikhawatirkan akan memberatkan dan mereka berdosa jika meninggalkannya. 

 

 

Hadist ke Delapan Belas:

عنْ حُذيفةَ بنِ اليَمَانِ رَضِيَ اللَّهُ عنهُ قالَ: (( كانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِن اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ )) يَشُوصُ: معناهُ يَغْسِلُ. يُقَالُ: شَاصَهُ يَشُوصُهُ، وَمَاصَهُ يَمُوصُهُ إذا غَسَلَهُ.

Dari Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

"Rasulullah ﷺ apabila bangun di malam hari, beliau menggosok mulutnya dengan siwak." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dikatakan: [شَاصَهُ] "syāṣhahu" – [يَشُوصُهُ] "yasyūṣhuhu", dan [مَاصَهُ] "māṣhahu" – [يَمُوصُهُ] (yamūṣhuhu), yaitu apabila ia mencucinya.

Kata [يَشُوصُ] 'yasyushu" artinya: mencuci.

#. lafadz [شَاصَهُ يَشُوصُهُ] adalah fi'il (kata kerja) yang berarti menggosok, membersihkan, atau mencuci, terutama yang berkaitan dengan mulut atau gigi.

#. Lafadz [وَمَاصَهُ يَمُوصُهُ] yang berarti membersihkan atau mencuci, bisa digunakan untuk mulut atau benda lain.
 

Pelajaran yang dapat diambil dari hadist:  

Keutamaan menggunakan siwak setelah bangun tidur. 

 

 

Hadist ke Sembilan Belas:

عنْ عائشةَ رَضِيَ اللَّهُ عنهَا قالَتْ: دَخَلَ عَبْدُ الرَّحْمنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عنهُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مُسْنِدَتُهُ إلى صَدْرِي، وَمَعَ عَبْدِ الرَّحْمنِ سِوَاكٌ رَطْبٌ يَسْتَنُّ بِهِ، فأَبَدَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَصَرَهُ، فأَخَذْتُ السِّوَاكَ فَقَضَمْتُهُ، وَطَيَّبْتُهُ، ثُمَّ دَفَعْتُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَاسْتَنَّ بِهِ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَنَّ اسْتِنَانًا قطُّ أَحْسَنَ مِنْهُ، فَمَا عَدَا أَنْ فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَهُ أَو إِصْبَعَهُ ثُمَّ قالَ: (( في الرَّفِيقِ الأَعْلَى -ثَلَاثًا- )) ثُمَّ قَضَى، وَكَانَتْ تَقُولُ: مَاتَ بَيْنَ حَاقِنَتِي وَذَاقِنَتِي )) .

Dari ‘Aisyah radhiyallāhu ‘anhā, ia berkata:

“Abdurrahman bin Abu Bakar radhiyallāhu ‘anhu masuk menemui Nabi ﷺ, sedangkan aku sedang menyandarkan beliau di dadaku. Di tangan Abdurrahman terdapat siwak yang masih basah, yang sedang ia gunakan untuk bersiwak. Maka Rasulullah ﷺ memandang siwak itu (seakan menginginkannya).

Lalu aku mengambil siwak tersebut, menggigit dan melembutkannya, lalu aku berikan kepada Nabi ﷺ. Maka beliau bersiwak dengannya, dan aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ bersiwak sebaik dan seindah itu.

Tidak lama setelah beliau selesai bersiwak, beliau mengangkat tangannya atau jarinya, lalu berkata: [في الرَّفِيقِ الأَعْلَى] "ke Tempat yang Tertinggi di sisi Allah" – sebanyak tiga kali, lalu beliau wafat.”

Dan ‘Aisyah berkata: “Beliau wafat di antara dada dan leherku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) 

وفي لفظٍ: (( فَرَأَيْتُهُ يَنْظُرُ إِلَيْهِ، وَعَرَفْتُ أَنَّهُ يُحِبُّ السِّوَاكَ. فَقُلْتُ: آخُذُهُ لكَ؟ فَأَشَارَ بِرَأْسِهِ: (( أَنْ نَعَمْ )) .

Dan dalam sebuah lafaz disebutkan:

"Maka aku melihat beliau (Nabi ﷺ) memandang ke arahnya (siwak), dan aku tahu bahwa beliau menyukai siwak. Maka aku berkata, 'Apakah aku ambilkan untukmu?' Lalu beliau mengisyaratkan dengan kepalanya: 'Ya'."

Ini adalah lafaz dari Imam al-Bukhari. Dan dalam riwayat Muslim disebutkan hal yang serupa.

 

Kosakata:

Lafadz [يَسْتَنُّ] "yastannu" : Ia menggosok siwak pada giginya, seakan-akan sedang menggarisinya (dengan rapi).

Lafadz [فَأَبَدَّهُ] "fa'abaddhu" : Dengan huruf bā’ yang diringankan dan dāl yang ditasydid (ditekankan): beliau memanjangkan pandangannya ke arah siwak tersebut. 

Lafadz [الحاقِنَةُ] "alhaqinati" : Bagian antara tulang selangka (tarkuwwah) dan bahu (ʿātiq). 

Lafadz [الذَّاقِنَةُ] "ad'dhaqinatu" : Ujung tenggorokan atau bagian bawah dagu (pangkal kerongkongan). 

Lafadz [فَقَضَمْتُهُ] "faqadamtuh" : Aku menggigitnya dengan gigi-gigiku (untuk melembutkannya). 

 

Pelajaran yang dapat diambil dari hadist:

Pertama: Kecintaan Nabi ﷺ terhadap siwak, dan bahwa siwak termasuk sunnah beliau yang suci.

Kedua: Tidak mengapa menggunakan siwak lebih dari satu (orang), jika telah dibersihkan setelah digunakan oleh yang pertama. 

 

 

Hadist ke Dua Puluh:

عنْ أبِي موسى الأشعريِّ رَضِيَ اللَّهُ عنهُ قالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يسْتَاكُ بِسِوَاكٍ قالَ: وَطَرَفُ السِّواكِ عَلَى لِسانِهِ، يقولُ: (( أُعْ أُعْ )) ، والسِّوَاكُ في فِيهِ. كَأَنَّهُ يَتَهَوَّعُ.

Dari Abu Musa al-Asy'ari radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata:

"Aku datang menemui Nabi ﷺ, dan beliau sedang bersiwak dengan siwak. Ujung siwak berada di lidah beliau, seraya beliau berkata: « أُعْ أُعْ », dan siwak berada di mulutnya, seakan-akan beliau ingin muntah." (HR. al-Bukhari dan Muslim) 

 

Kosakata:

Lafal [أُعْ أُعْ] "ue ue": dengan dhammah (u) pada huruf hamzah dan sukun pada huruf ‘ain (huruf yang tidak bertitik).

Lafal [يَتَهَوَّعُ] "yatahawwa'u": berarti muntah dengan suara (atau ingin muntah sambil mengeluarkan suara). 

 

Pelajaran yang dapat diambil dari hadist:

Pertama: Disunnahkan bersiwak dengan batang (siwak) yang basah, karena lebih lembut dan tidak menyakiti (mulut). 

Kedua: Disunnahkan bersiwak dengan sungguh-sungguh (menyeluruh), demi kesempurnaan kebersihan. 

 

Kembali 3 | IndeX | Lanjut 5

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar