TARIKH KHULAFA
Kembali 17 | IndeX | Lanjut 19
فصل
فيما وقع في خلافته
Bab Tentang Peristiwa yang Terjadi pada Masa Kekhalifahannya
Peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada masa kekhalifahan Abu Bakar antara lain: pengiriman pasukan Usamah, perang melawan orang-orang murtad, orang-orang yang menolak membayar zakat, Musailamah (si nabi palsu), dan pengumpulan Al-Qur’an.
Diriwayatkan oleh Al-Isma'ili dari Umar bin Khattab ra, ia berkata:
“Ketika Rasulullah ﷺ wafat... sebagian orang Arab murtad, dan mereka berkata: 'Kami akan tetap salat, tetapi tidak akan menunaikan zakat.' Maka aku datang kepada Abu Bakar dan berkata: 'Wahai Khalifah Rasulullah, bersikaplah lunak kepada orang-orang, dan perlakukan mereka dengan lembut. Mereka itu seperti binatang liar yang baru dijinakkan.'
Namun Abu Bakar berkata: 'Aku berharap akan mendapat dukungan darimu, tapi ternyata engkau malah melemahkanku?! Dulu engkau keras di masa jahiliyah, lalu kini menjadi lemah dalam Islam?! Dengan apa aku akan menarik hati mereka? Dengan syair buatan? Atau dengan sihir yang direkayasa? Tidak, tidak mungkin!! Rasulullah ﷺ telah wafat, dan wahyu telah terputus. Demi Allah! Aku akan memerangi mereka selama pedang masih ada di tanganku, meskipun mereka hanya menolak untuk membayar tali unta (sebagai zakat)!'
Umar berkata: Maka aku dapati dia (Abu Bakar) lebih tegas dan lebih kuat pendiriannya daripada aku. Ia mampu mengatur urusan orang-orang dan mengatasi banyak kesulitan mereka ketika ia memimpin mereka.”
أول اختلاف وقع بين الصحابة
Perselisihan Pertama yang Terjadi di Antara Para Sahabat
Diriwayatkan oleh Abu Al-Qasim Al-Baghawi, Abu Bakar Asy-Syafi'i dalam Fawaid-nya, dan Ibnu ‘Asakir dari ‘Aisyah ra, ia berkata:
Ketika Rasulullah ﷺ wafat... kemunafikan mulai tampak, orang-orang Arab mulai murtad, dan kaum Anshar berkelompok (menarik diri). Seandainya apa yang menimpa Abu Bakar itu menimpa gunung-gunung yang kukuh, niscaya gunung-gunung itu akan hancur karenanya.
Namun tidak ada satu pun perbedaan yang muncul... kecuali ayahku (Abu Bakar) segera menyelesaikannya dan memberi keputusan.
Mereka berkata: ‘Di mana Nabi ﷺ akan dimakamkan?’ Kami tidak mendapatkan pengetahuan tentang hal itu dari siapa pun, hingga Abu Bakar berkata:
‘Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang nabi diwafatkan melainkan dimakamkan di tempat tidurnya, di mana ia wafat."
‘Aisyah ra berkata:
"Mereka juga berselisih tentang warisan Nabi ﷺ, dan mereka tidak mendapatkan pengetahuan tentang itu dari siapa pun. Maka Abu Bakar berkata: 'Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Kami para nabi tidak mewariskan; apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.”*
Al-Ashma‘i berkata: Al-haydhu artinya adalah patahnya tulang, sedangkan isyrāʾabba artinya: mengangkat kepala (yakni bangkit muncul, digunakan untuk menggambarkan munculnya kemunafikan).
Sebagian ulama berkata:
"Inilah perselisihan pertama yang terjadi di antara para sahabat – semoga Allah meridhai mereka semua. Sebagian mereka berkata: ‘Mari kita makamkan Nabi di Makkah, kota kelahirannya.’ Sebagian lagi berkata: ‘Tidak, kita makamkan di masjidnya.’ Yang lain berkata: ‘Di Baqi’, dan sebagian lagi berkata: ‘Di Baitul Maqdis, tempat dikuburkannya para nabi.’ Hingga akhirnya Abu Bakar memberi tahu mereka ilmu yang ia miliki dari Nabi ﷺ.”
Ibnu Zanjuyah berkata:
"Inilah sunnah yang secara khusus disampaikan oleh As-Siddiq (Abu Bakar), yang tidak diketahui oleh kaum Muhajirin maupun Anshar selain beliau. Maka mereka pun kembali kepada pendapatnya."
إنفاذ جيش أسامة رضي الله عنه
Pengiriman Pasukan Usamah ra
Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Ibnu ‘Asakir dari Abu Hurairah ra, ia berkata:
“Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, seandainya Abu Bakar tidak diangkat sebagai khalifah... niscaya Allah tidak akan disembah lagi (di muka bumi).”
Kemudian beliau mengucapkan hal itu untuk kedua kalinya, lalu yang ketiga kalinya. Maka ada yang berkata kepadanya: “Cukup, wahai Abu Hurairah!”
Ia pun menjawab:
“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah mengutus Usamah bin Zaid bersama tujuh ratus orang ke Syam. Ketika mereka sampai di Dzu Khushub, Nabi ﷺ wafat, dan orang-orang Arab di sekitar Madinah murtad. Maka para sahabat Rasulullah ﷺ datang kepada Abu Bakar dan berkata:
'Kembalikan pasukan ini! Bagaimana mungkin engkau mengirim mereka untuk menghadapi Romawi, sementara orang-orang Arab di sekitar Madinah telah murtad?!'”
Maka Abu Bakar berkata:
“Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, seandainya anjing-anjing menyeret kaki istri-istri Rasulullah ﷺ (yakni dalam keadaan sulit dan terhina sekalipun), aku tetap tidak akan membatalkan pasukan yang telah diutus oleh Rasulullah ﷺ, dan aku tidak akan membuka ikatan panji yang telah beliau pasang!”
Lalu ia mengutus Usamah. Maka setiap kali pasukan itu melewati suatu kabilah yang berniat untuk murtad, mereka berkata:
“Andai saja orang-orang ini (penduduk Madinah) tidak memiliki kekuatan, niscaya mereka tidak akan mengirim pasukan seperti ini dari kalangan mereka. Tapi kita biarkan dulu mereka, hingga mereka berhadapan dengan pasukan Romawi.”
Lalu pasukan Usamah pun berhadapan dengan pasukan Romawi, mereka mengalahkan dan membunuh musuh-musuhnya, lalu kembali dalam keadaan selamat. Maka orang-orang pun menjadi teguh kembali di atas Islam.
Dan diriwayatkan dari ‘Urwah, ia berkata:
Rasulullah ﷺ semasa sakitnya terus-menerus bersabda: “Laksanakanlah (pengutusan) pasukan Usamah!”
Maka Usamah pun berangkat hingga tiba di daerah Al-Jurf.
Saat itu istrinya, Fatimah binti Qais, mengirim pesan kepadanya: “Jangan terburu-buru berangkat, karena Rasulullah ﷺ sedang dalam kondisi berat (sakit keras).”
Maka Usamah pun tidak segera berangkat hingga Rasulullah ﷺ wafat.
Setelah beliau wafat, Usamah kembali menemui Abu Bakar dan berkata:
“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah mengutusku saat keadaan tidak seperti sekarang. Aku khawatir orang-orang Arab akan murtad. Jika mereka murtad, maka aku akan menjadi yang pertama memerangi mereka. Namun jika mereka tidak murtad, aku akan tetap berangkat, karena pasukanku terdiri dari para pemuka dan tokoh terbaik umat ini.”
Lalu Abu Bakar menyampaikan khutbah kepada masyarakat, kemudian berkata:
“Demi Allah! Sungguh, jika burung-burung mencabik-cabik tubuhku, itu lebih aku sukai daripada aku memulai sesuatu yang menyelisihi perintah Rasulullah ﷺ!”
Maka Abu Bakar pun tetap mengirim pasukan Usamah.
Kembali 17 | IndeX | Lanjut 19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar