Senin, 15 September 2025

Umdatul Ahkam : 29 (Kitab tentang Shalat)

 

  خُلَاصَةُ الْكَلَامِ عَلَى عُمْدَةُ الْأَحْكَامِ 

Ringkasan Penjelasan atas Kitab 'Umdatul-Ahkam  

oleh: Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih bin Hamd Al-Bassam

 

Kembali 28 | IndeX | Lanjut 30

 

 

بابُ الاسْتِسْقَاءِ

Bab Istisqa’ (Memohon Hujan)


Hadist ke Seratus Empat Puluh Tujuh:

عنْ عبدِ اللَّهِ بنِ زيدِ بنِ عاصمٍ المازِنِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عنهُ قالَ: (( خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَسْقِي، فَتَوَجَّهَ إلى الْقِبْلَةِ يَدْعُو وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، جَهَرَ فِيهِمَا بِالْقِرَاءَةِ )) .

Dari Abdullah bin Zaid bin ‘Āṣim al-Māzinī raḍiyallāhu ‘anhu, ia berkata:

“Rasulullah ﷺ keluar untuk melaksanakan shalat istisqa. Beliau menghadap kiblat untuk berdoa, kemudian membalikkan selendangnya (rida’), lalu shalat dua rakaat dengan bacaan yang dikeraskan.”

وفي لفظٍ: (( إلى المُصَلَّى )) .

Dan dalam Lafadz [إلى المُصَلَّى] : “(Beliau keluar) menuju ke tanah lapang (musalla).”


Pelajaran yang dapat diambil dari kedua hadist:

Pertama: Disyariatkan shalat istisqa’ ketika ada kebutuhan (kekeringan).

Kedua: Disyariatkan adanya khutbah untuk shalat istisqa’, yang berisi istighfar, taubat, dan amal kebaikan; khutbah ini dilakukan sebelum shalat.

Ketiga: Dianjurkan menghadap kiblat ketika berdoa dan membalikkan selendang (rida’) sebagai bentuk optimisme akan perubahan keadaan dari kekeringan menuju kesuburan.

Keempat: Bacaan dalam shalat istisqa’ dilakukan dengan [الجَهْرُ] jahru (dikeraskan) dan dianjurkan pelaksanaannya di tanah lapang. 

 

 

Hadist ke Seratus Empat Puluh Delapan:

عنْ أنسِ بنِ مالكٍ رَضِيَ اللَّهُ عنهُ، أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ الْمَسْجِدَ يَوْمَ جُمُعَةٍ مِنْ بَابٍ كانَ نَحْوَ دَارِ الْقَضَاءِ، وَرسولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قائِمٌ يَخْطُبُ، فَاسْتقْبَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا ثُمَّ قالَ: يا رَسُولَ اللَّهِ، هَلَكَتِ الأَمْوالُ، وَانْقَطَعَت السُّبُلُ، فَادْعُ اللَّهَ يُغِثْنَا، قالَ: فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ، ثُمَّ قَال: (( اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا )) ، قالَ أنسٌ: ولَا وَاللَّهِ، مَا نَرَى في السَّمَاءِ مِنْ سَحَابٍ وَلَا قَزَعَةٍ، وَمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ سَلْعٍ مِنْ بَيْتٍ وَلَا دَارٍ، قالَ: فَطَلَعَتْ مِنْ وَرَائِهَ سَحَابَةٌ مِثْلُ التُّرْسِ، فَلَمَّا تَوَسَّطَتِ السَّماءَ انْتَشَرَتْ، ثُمَّ أمْطَرَتْ، قالَ: فَلَا وَاللَّهِ، مَا رَأَيْنَا الشَّمْسَ سَبْتًا، قالَ: ثُمَّ دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ ذَلِكَ الْبَابِ في الْجُمُعَةِ الْمُقْبِلَةِ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ، فَاسْتَقْبَلَهُ قَائِمًا، فقالَ: يا رَسُولَ اللَّهِ، هَلَكَت الأَمْوَالُ، وَانْقَطَعَت السُّبُلُ، فادْعُ اللَّهَ يُمْسِكُهَا عَنَّا، قالَ: فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ، ثُمَّ قالَ: (( اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الأوْدِيةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ )) ، قالَ: فأَقْلَعَتْ. وَخَرَجْنَا نَمْشِي فِي الشَّمْسِ.

Dari Anas bin Malik raḍiyallāhu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki masuk ke masjid pada hari Jumat melalui sebuah pintu yang berada di dekat rumah al-Qaḍā’, sementara Rasulullah ﷺ sedang berdiri berkhutbah. Laki-laki itu menghadap Rasulullah ﷺ sambil berdiri, lalu berkata:

“Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan-jalan terputus, maka berdoalah kepada Allah agar menurunkan hujan untuk kami.”

Maka Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya, lalu bersabda:

“Ya Allah, turunkanlah hujan untuk kami, ya Allah turunkanlah hujan untuk kami, ya Allah turunkanlah hujan untuk kami.”

Anas berkata: Demi Allah, saat itu kami tidak melihat di langit ada awan ataupun gumpalan mendung, dan tidak ada bangunan ataupun rumah yang menghalangi pandangan kami dengan Gunung Sal‘. Tiba-tiba muncul awan dari belakangnya seperti sebuah perisai. Ketika sudah berada di tengah langit, awan itu menyebar, lalu turunlah hujan. Demi Allah, kami tidak melihat matahari selama sepekan.

Kemudian, pada Jumat berikutnya, seorang laki-laki masuk lagi melalui pintu itu sementara Rasulullah ﷺ sedang berkhutbah. Ia menghadap Rasulullah ﷺ lalu berkata:

“Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan-jalan terputus, maka berdoalah kepada Allah agar menahan hujan ini dari kami.”

Maka Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya, lalu bersabda:

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan di atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di atas bukit-bukit, perbukitan kecil, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

Maka hujan pun berhenti, dan kami keluar berjalan di bawah sinar matahari.


قالَ شَرِيكٌ: فَسَأَلْتُ أنسَ بنَ مالكٍ، أَهُوَ الرَّجُلُ الأَوَّلُ؟ قالَ: لَا أَدْرِي. الظِّرَابُ: الجِبَالُ الصِّغَارُ

Syurayk berkata: Aku bertanya kepada Anas bin Malik, “Apakah laki-laki itu sama dengan yang pertama?” Ia menjawab: “Aku tidak tahu.”


Kosakata:

Lafadz [الظِّرَاب] "al-zzirabu": gunung-gunung kecil.

Lafadz [الآكام] "al-akami": jamak dari akmah, tanah yang lebih tinggi dari gundukan kecil, tapi lebih rendah dari bukit besar.

Lafadz [دار القضاء] "darul qada'" : rumah Umar bin al-Khaṭṭāb raḍiyallāhu ‘anhu, dinamakan demikian karena rumah itu dijual untuk melunasi utangnya.

Lafadz [قَزَعَة] "qaza'a" : gumpalan tipis dari awan.

Lafadz [سَلْع] "sal'in" : nama sebuah gunung dekat Madinah.

Lafadz [التُّرْس] "at-tursi" : perisai besi bundar yang dipakai untuk menangkis serangan pedang.


Pelajaran yang dapat diambil dari kedua hadist:

Pertama: Disyariatkan khutbah Jumat dengan berdiri, dan bolehnya seseorang berbicara langsung kepada khatib dalam keadaan darurat.

Kedua: Disyariatkan istisqa’ (memohon hujan) dalam khutbah Jumat.

Ketiga: Hadist ini menunjukkan salah satu mukjizat Nabi Muhammad ﷺ sebagai bukti kenabiannya.

Keempat: Dianjurkan mengangkat kedua tangan dalam doa.

Kelima: Disunnahkan berdoa dengan doa Nabi ﷺ yang ringkas dan penuh makna.

Keenam: Dibolehkan berdoa agar hujan dihentikan ketika terjadi bahaya akibat terlalu derasnya hujan.

Ketujuh: Dibolehkan meminta doa dari orang saleh yang diyakini kebaikan dan ketakwaannya. 

 

Kembali 28 | IndeX | Lanjut 30

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar